Jumat, 17 April 2020

PB IDI Kembali Berduka, Pejabat Kemenkes Meninggal PDP Corona

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) kembali sampaikan kabar duka. dr Karnely Herlena, Kasi Keswa Lansia Kementerian Kesehatan (Kemkes RI) meninggal dunia pada Selasa (7/42020).
Kabar duka ini diunggah di akun instagram @ikatandokterindonesia. "IDI Berduka," demikian caption yang menyertainya.

Kabar tersebut juga dikonfirmasi salah seorang pengurus PB IDI, dr Halik Malik. Menurutnya, almarhumah dr Nelly meninggal pagi tadi di RS Fatmawati dan langsung dimakamkan di Pondok Rangon.

"Beliau belum lama dirawat di RS, dirawat sejak hari Sabtu karena sesak napas dan status pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19," sampainya melalui pesan singkat kepada detikcom Selasa (7/4/2020).

Meski begitu, informasi yang diterima detikcom, dr Nelly diketahui tidak melakukan kontak dekat dengan pasien corona COVID-19.

"dr Nelly (adalah) PNS dan pejabat struktural di Kemenkes RI. Bisa dikatakan tidak menangani wabah COVID-19 secara langsung. Anggota IDI Depok tapi sudah lama tidak praktek," ungkapnya.

"Beberapa dokter yang gugur di masa pandemi ini kita ketahui adalah dokter senior, dokter ahli dan leader di institusinya masing-masing," lanjutnya.

dr Halik menyebut semasa hidupnya dr Nelly dikenal sangat baik. dr Nelly juga dikatakan memiliki dedikasi tinggi.

"Beliau dikenal baik dan berdedikasi tinggi di bidangnya kami ikut merasa kehilangan," tutupnya.

Kendaraan di Jakarta Kembali Ramai, Ahli Jelaskan Kemungkinan Dampaknya

Setelah 18 hari diterapkan kebijakan work from home (WFH) di DKI Jakarta, volume kendaraan sempat turun secara signifikan. Namun hari ini, Selasa (7/4/2020), terjadi peningkatan kembali volume kendaraan mencapai 10 persen.
"Data menunjukkan memang ada kenaikan 10 persen bila dibandingkan dengan hari Senin minggu yang lalu," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (7/4/2020).

Menanggapi kembalinya kepadatan volume kendaraan di Jakarta, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengatakan jika keadaan berlangsung seperti ini tingkat orang yang terinfeksi akan semakin bertambah setiap harinya.

"Dengan kondisi sekarang aja prevalensi di tengah masyarakat aja bisa sampai lima sampai tujuh persen angkanya. Artinya dari 100 orang di jakarta ya mungkin ada lima sampai tujuh orang yang positif," kata Prof Ari saat dihubungi detikcom, Selasa (7/4/2020).

Prof Ari kemudian mengatakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa membuat pemerintah lebih tegas dalam mencegah penularan virus Corona COVID-19 ini Khususnya di Jakarta yang kembali macet. Terlebih, Menteri Kesehatan telah menyetujui permintaan Gubernur DKI Jakarta untuk PSBB.

"Misalnya menutup pintu-pintu masuk ke Jakarta atau keluar Jakarta itu musti lebih ketat. Artinya harus ada proses di mana orang tidak mudah keluar masuk pintu Jakarta. Kantor-kantor kita identifikasi aja kalau kantor swasta masih buka ya ditegur. Jadi artinya jangan cuma diatas kertas aja, Jakarta sudah PSBB kenyataanya di Jakarta masih ramai, masih macet," lanjutnya.

Penularan virus Corona COVID-19 menurutnya akan terus meningkat bila banyaknya orang yang masih keluar luar rumah. Bahkan ia mengatakan, jika kondisinya masih terus seperti ini persebaran virus Corona di Indonesia tidak akan selesai.

"Ketika ada orang ramai di jalan maka itu terjadilah interaksi satu orang dengan orang lain, jadi terjadilah penularan infeksi dari satu orang ke orang lain. Ini kita akan lebih dari tiga bulan, mungkin bisa lewat. Akhir tahun ini mungkin Indonesia ga pernah selesai-selesai masalah COVID-nya," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar