Minggu, 19 April 2020

Simak! Begini Skema Keringanan Cicilan dari Bank Selama Corona

Perbankan telah menjalankan program keringanan cicilan untuk para nasabah yang terdampak virus Corona atau COVID-19. Keringanan itu berupa 'libur nyicil' hingga penurunan suku bunga kredit.
Namun patut diketahui, libur di sini bukanlah dibebaskan namun ditunda pembayarannya. Nasabah nantinya tetap harus menyelesaikan kewajibannya.

Salah satu bank yang melaksanakan program keringanan ini ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI. Bank BRI memiliki beberapa skema terkait program keringanan ini.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet hingga 30% bisa mengajukan keringanan dengan penurunan bunga dan penundaan angsuran.

Kemudian untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet 30% - 50% menggunakan skema penundaan angsuran pokok namun bunga diturunkan dan tetap dibayarkan.

Lalu jika penurunan omzet mencapai 50%-75% akan menggunakan skema ketiga yakni bunga pokok ditunda selama 6 bulan dan tidak perlu dibayarkan dulu.

"Terakhir, bila omzet menurun lebih dari 75% baik bunga maupun pokoknya ditunda pembayarannya selama 1 tahun," kata Sunarso dalam siaran pers seperti ditulis Minggu (19/4/2020).

Dia menyebut, untuk mempermudah nasabah BRI menyediakan formulir online. Kemudian, bank akan melakukan penilaian.

"Nanti nasabah mengisi dan mengajukan dengan mencantumkan penurunan omzet dan cocok di skema ke berapa. Selanjutnya menyerahkan kepada bank untuk melakukan penilaian terhadap kondisi usaha dan menetapkan skema yang cocok," jelas dia.

Sunarso mengungkapkan sejak 16 Maret hingga 31 Maret 2020 BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134.000 pelaku UMKM dengan portofolio Rp 14,9 triliun.

Dia menyebut, dalam hal ini bank akan melakukan penilaian secara ketat. Ia mengharapkan jika masyarakat juga memahami jika pengajuan keringanan harus sesuai kriteria dan tidak seluruh nasabah akan diberikan penundaan pembayaran.

"Tergantung, kalau masih mampu kenapa minta pembebasan dan tolong yang mampu bisa membantu yang lain, sehingga ada anggaran yang digunakan untuk yang benar-benar berhak," jelas dia.

Jeritan Cleaning Service hingga Sopir Travel 'Diimpit' Corona

 Wabah virus Corona telah memukul semua roda usaha. Sedikitnya ada seorang pekerja lepas sebagai sopir travel di Solo, Adi Munadi (43). Ia mengaku jasanya sudah tak terpakai sejak 14 Maret 2020 karena semua sektor pariwisata tutup. Di satu sisi, sebagai kepala keluarga ia harus tetap memenuhi kewajiban istri dan 1 orang anaknya.
"Sejak KLB (kejadian luar biasa) diberlakukan di Solo 14 Maret 2020, tentunya semua sektor pariwisata mulai hotel, event-event, tempat wisata, pusat oleh-oleh dan lainnya ditutup. Otomatis nggak ada orderan jasa sopir seperti saya," ceritanya kepada detikcom, Minggu (19/4/2020).

Uang tabungan sudah habis tak tersisa, sedangkan berbagai cicilan tetap harus dilunasi. Cara apapun dilakukan Adi, termasuk menjuali barang berharganya sampai berutang kepada kerabat.

"Saya tidak tahu sampai kapan ini berlangsung, tabungan hanya cukup sampai akhir bulan kemarin (Maret). Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, bayar kontrakkan dan cicilan di bank, juga untuk persiapan bulan puasa saya harus jual beberapa barang rumah dan berutang teman," ungkapnya.

Adi sudah mencoba mencari pekerjaan sampingan, namun hasilnya nihil. Bagaimanapun ia mengerti kondisi seperti ini semua usaha terdampak, yang sudah menjadi karyawan tetap saja dirumahkan bahkan di PHK.

Adi pun heran kepada pemerintah yang memberi perhatian lebih kepada driver ojol. Padahal dengan kondisi seperti ini sektor tersebut masih tetap memiliki penghasilan.

"Kita pelaku usaha yang terdampak Corona di sektor pariwisata (yang katanya penghasil devisa ke-2 terbesar buat negara), berdiam diri di rumah tanpa penghasilan," urainya.

Untuk itu, Adi berharap Corona ini segera berakhir. Tak lupa ia mendoakan pemerintah dan seluruh tenaga medis yang sedang berusaha mengatasi pandemi ini.

"Saya hanya bisa berharap dan berdoa kepada Allah SWT semoga wabah segera berakhir. Pemerintah diberi petunjuk dalam setiap mengambil kebijakan, juga buat semua tenaga medis dan instansi terkait (semoga) sehat selalu," harapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar