Sudah sejak tahun 2010-an Bill Gates menyuarakan agar dunia waspada akan kedatangan pandemi virus seperti yang pernah terjadi di masa silam. Salah satu keluarga terkaya di dunia inipun sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan.
Salah satunya dengan menyimpan banyak makanan di basement rumah mereka. Itu dilakukan bukan hanya sebagai antisipasi wabah virus corona tapi juga jika ada kejadian buruk lainnya.
"Beberapa tahun silam kami membicarakan bagaimana jika tidak ada air bersih? Bagaimana jika tidak ada cukup makanan? Kemana kita mungkin akan pergi? Apa yang mungkin kita lakukan sebagai keluarga? Maka saya pikir kita harus mempersiapkan hal seperti itu sendiri," sebut istri sang pendiri Microsoft, Melinda.
"Kami telah mempersiapkan diri dan memiliki beberapa makanan di basement jika diperlukan dan sekarang kita semua berada di situasi yang sama," sambungnya dalam wawancara dengan BBC.
Di sisi lain, Melinda bersyukur atas kondisi keluarga mereka yang tentunya tidak pernah kekurangan apapun. "Apa yang banyak kami bicarakan sekarang di rumah setiap malam adalah betapa beruntungnya kami. Kami mengerti privilese kami," cetusnya.
Bill Gates yang sekarang termasuk sosok paling depan dalam membantu pengembangan vaksin COVID-19 sudah cukup lama memperingatkan virus akan menjadi ancaman serius. Misalnya pada tahun 2018 dalam event Massachusetts Medical Society.
"Dunia perlu persiapan untuk pandemi dengan cara serius yang sama seperti persiapan untuk perang," cetusnya saat itu.
"Ketika saya masih kecil, bencana yang paling kami cemaskan adalah perang nuklir. Saat perang nuklir datang, kami diharapkan ke lantai bawah tanah. Saat ini, risiko terbesar malapetaka bukanlah seperti perang nuklir. Akan tetapi infeksi virus," tambahnya.
Simak! Begini Skema Keringanan Cicilan dari Bank Selama Corona
Perbankan telah menjalankan program keringanan cicilan untuk para nasabah yang terdampak virus Corona atau COVID-19. Keringanan itu berupa 'libur nyicil' hingga penurunan suku bunga kredit.
Namun patut diketahui, libur di sini bukanlah dibebaskan namun ditunda pembayarannya. Nasabah nantinya tetap harus menyelesaikan kewajibannya.
Salah satu bank yang melaksanakan program keringanan ini ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI. Bank BRI memiliki beberapa skema terkait program keringanan ini.
Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet hingga 30% bisa mengajukan keringanan dengan penurunan bunga dan penundaan angsuran.
Kemudian untuk nasabah UMKM yang mengalami penurunan omzet 30% - 50% menggunakan skema penundaan angsuran pokok namun bunga diturunkan dan tetap dibayarkan.
Lalu jika penurunan omzet mencapai 50%-75% akan menggunakan skema ketiga yakni bunga pokok ditunda selama 6 bulan dan tidak perlu dibayarkan dulu.
"Terakhir, bila omzet menurun lebih dari 75% baik bunga maupun pokoknya ditunda pembayarannya selama 1 tahun," kata Sunarso dalam siaran pers seperti ditulis Minggu (19/4/2020).
Dia menyebut, untuk mempermudah nasabah BRI menyediakan formulir online. Kemudian, bank akan melakukan penilaian.
"Nanti nasabah mengisi dan mengajukan dengan mencantumkan penurunan omzet dan cocok di skema ke berapa. Selanjutnya menyerahkan kepada bank untuk melakukan penilaian terhadap kondisi usaha dan menetapkan skema yang cocok," jelas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar