Selasa, 14 April 2020

Dua Ibu Hamil di Peru Positif Corona Lahirkan Bayi dalam Kondisi Sehat

Dua wanita yang tengah hamil di Paru dilaporkan positif virus Corona COVID-19. Sempat ada kekhawatiran bahwa bayi bisa tertular virus Corona COVID-19 dari ibunya.
Meski begitu, pasca persalinan tim medis setempat memeriksa kedua bayi tersebut. Hasilnya, kedua bayi ini dinyatakan negatif Corona.

Mengutip Reuters, kabar baik ini disampaikan oleh Rumah Sakit Rebagliati, di Peru pada Selasa (7/4/2020). Bayi pertama lahir pada 27 Maret sedangkan bayi kedua lahir pada 31 Maret.

Kedua bayi tersebut diketahui lahir melewati operasi caesar. Hal ini berdasarkan saran dokter untuk menghindari komplikasi.

"Untungnya, belum ada penularan vertikal, itu berarti tidak ada penularan dari ibu ke bayi baru lahir," ujar Carlos Albretch, dokter di bagian unit keluarga RS Rebagliati.

Sementara sang ibu dikabarkan dalam kondisi sehat meski dinyatakan positif Corona. Keduanya pun masih menerima pengobatan untuk virus Corona COVID-19 yang mereka idap.

Kisah Para Pasien yang Tak Kena Corona Tapi Ikut Rasakan Dampak Pandemi

 Wabah virus Corona COVID-19 membebani layanan kesehatan di Indonesia akibat terus bertambahnya kasus infeksi. Para pasien dengan berbagai kondisi yang biasanya harus kontrol rutin ke fasilitas kesehatan turut merasakan dampaknya.

Sebagai contoh seorang ibu hamil, Eva Aprilia (24), mengaku kini hanya bisa datang sendiri untuk periksa kehamilan di klinik dekat rumahnya daerah Cipayung, Jakarta Timur. Sang suami yang biasa menemani harus menunggu di luar karena klinik hanya mengizinkan pasien masuk.

"Ada susternya gitu jaga di depan pintu. Pas baru dateng di meja depan udah disiapin hand sanitizer terus disuruh pakai sebelum masuk, abis itu dicek suhu. Yang boleh masuk yang sakit aja, yang nganter disuruh tunggu di luar," kata Eva pada detikcom, Kamis (9/4/2020)

"Khusus untuk ibu hamil yang boleh periksa usia kandungannya harus di atas 30 minggu. Di bawah itu gak boleh check-up," lanjutnya.

Sementara itu pasien kanker Radian Nyi Sukmasari (28) bercerita rumah sakit tempatnya biasa kontrol mulai mempersingkat waktu kunjungan. Wanita yang akrab disapa Dian ini masih menjalani terapi untuk kanker payudara yang metastasis ke tulang belakang.

"Waktu berobat lebih terbatas dan pendek. Selebihnya sama aja," ungkap Dian.

Glenn Fredly dan Deretan Artis yang Juga Didiagnosis Meningitis

 Glenn Fredly meninggal dunia. Pelantun Sedih Tak Berujung ini meninggal di usia 44 tahun di rumah sakit Setia Mitra Fatmawati akibat meningitis yang diidapnya.
Meningitis adalah radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Beberapa jenis meningitis bisa menimbulkan kefatalan jika tidak ditangani segera.

Selain Glenn Fredly, beberapa artis juga pernah didiagnosis penyakit yang sama. Berikut di antaranya.

1. Olga Syahputra
Mendiang komedian Olga Syahputra meninggal dunia pada Maret 2015 silam. Sejak menghilang dari hadapan publik pada Mei 2013, Olga diketahui telah menjalani berbagai perawatan untuk menyembuhkan meningitis yang diidapnya.

Sebelum wafat, setahun lebih Olga dirawat secara intensif di RS Mount Elizabeth Singapura. Kelelahan bekerja diduga menjadi salah satu faktor kesehatan Olga menurun drastis.

2. Juwita Bahar
Penyanyi dangdut Juwita Bahar seasa kecil pernah didiagnosa mengidap meningitis. Putri dari Annisa Bahar ini dikabarkan sempat koma dua minggu lantaran meningitis saat usianya baru 10 tahun.

Setelah menjalani pengobatan yang cukup lama, Juwita dinyatakan sembuh.

3. Ashanty
Sebelum didiagnosis mengidap autoimun, penyanyi Ashanty sempat mengalami meningitis pada 2013 silam. Saat ini, Ashanty dinyatakan berhasil sembuh dari penyakit meningitis yang diidapnya. Saat ini ia tengah menjalani perawatan untuk penyakit autoimun.

"Aku mungkin harus belajar lebih sayang sama diri sendiri. Apapun yang terjadi, pasti kan karena Allah sayang," ucap Ashanty.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar