Hingga Kamis (16/4/2020) tercatat 39.706 spesimen virus Corona COVID-19 telah diperiksa di seluruh Indonesia. Didapatkan hasil positif sebanyak 5.516 dan hasil negatif sebanyak 29.459.
"Spesimen yang sudah kita periksa sudah kita periksa hampir 40 ribu," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (16/4/2020).
Berikut data lengkap pemeriksaan virus Corona COVID-19 pada Kamis (16/4/2020).
UJI PCR
Jumlah lab: 32 lab
Jumlah spesimen diperiksa: 39.706 spesimen
Jumlah kasus yang diperiksa spesimen: 34.975 pasien
Hasil positif: 5.516 orang
Hasil negatif: 29.459 orang
PASIEN
ODP (Orang dalam Pemantauan): 169.446 orang
PDP (Pasien dalam Pengawasan): 11.873 orang
Konfirmasi COVID-19: 5.516 orang
Kasus sembuh: 548 orang
Kasus meninggal: 496 orang
Provinsi terdampak: 34 provinsi
Kabupaten/kota terdampak: 202 kab/kota.
Calm Office, Bikin Bekerja di Rumah Terasa Seperti di Kantor
Saat pandemi corona seperti ini, tak semua orang bisa bekerja dari rumah sebaik mereka bekerja di kantor, salah satunya penyebabnya mungkin adalah suasana bekerja di kantor yang lebih ramai ketimbang di rumah.
Jika itu yang menjadi masalah, mungkin anda bisa menjajal Calm Office, sebuah situs generator noise background interaktif. Situs tersebut menyediakan bermacam jenis suara yang lazim terdengar di perkantoran.
Contohnya adalah mesin fotokopi, printer, pendingin ruangan, suara keyboard, dan lain sebagainya. Suara ini pun masing-masing bisa diatur volumenya sesuai selera pengguna. Misalnya anda ingin mendengar suara keyboard yang lebih kencang namun tak ingin mendengar suara pendingin ruangan.
Lalu ada juga kombinasi preset kombinasi suara, seperti untuk waktu istirahat, lembur, dan lain sebagainya, demikian dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (17/4/2020).
Generator suara tersebut bisa diakses di situs MyNoise.net, ataupun lewat aplikasi MyNoise di Android maupun di iOS. Perbendaharaan suaranya pun tak cuma berisi suara perkantoran, melainkan ada juga suara hujan, petir, ombak, dan berbagai suara-suara lainnya.
Banyak orang menginginkan suara perkantoran yang terbuka dengan bermacam suara yang tak intrusif dan merdu, bukan menghasilkan suara perkantoran yang terbuka. Kini saya mengerti mengapa banyak orang menyukai suara semacam ini," ujar Stephane Pigeon, pencipta MyNoise yang juga seorang sound designer dan engineer asal Belgia.
Pigeon mengaku banyak testimoni di situsnya itu yang menyebut suara yang dihasilkan dari MyNoise membuat pekerja merasa nyaman bekerja dari rumah.
"Ini sangat membuat nyaman, terutama di waktu isolasi seperti ini. Saya rindu suasana sibuk dari rekan kerja di sekitar saya, dan energi dari orang-orang yang sedang bekerja. Semoga semuanya segera kembali normal," tulis seseorang dalam testimoninya.
Tertarik mencobanya? Calm Office bisa diakses di sini.
Teori-teori yang Dipercaya Jadi Penyebab Merebaknya Virus Corona
Ada beragam teori yang muncul ketika kita mencari tahu asal muasal merebaknya virus Corona. Muara COVID-19 ini pun menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat umum.
Berikut ini adalah teori yang paling banyak tersebar dan didukung oleh sejumlah orang:
1. Kebocoran dari lab di China
Teori ini bermula dari dua lab di China. Para ilmuwan melakukan eksperimen dengan virus kelelawar yang saat itu diduga sebagai sumber virus Corona.
Praktik mengumpulkan virus dari kelelawar ini kemudian bocor ke publik pada minggu-minggu awal wabah ketika Shi Zhengli, seorang ilmuwan terkemuka di Wuhan Institute of Virology, membantah serangkaian tuduhan online baik di dalam maupun luar negeri bahwa virus penyebab COVID-19 ini kemungkinan bocor dari lembaganya.
Laboratoriumnya sendiri disertifikasi sebagai BSL-4, level tertinggi untuk penanganan patogen berbahaya, dan dibuka sejak tiga tahun lalu sebagaimana dikutip dari Aljazeera.
Pemimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesu menuturkan hal itu adalah kabar bohong alias hoax. Sementara itu, sejumlah ilmuwan justru terbuka atas kemungkinan tersebut
"Tidak ada 'kebohongan' tentang kecelakaan di lab. Juga, tidak ada 'konspirasi' tentang kecelakaan laboratorium," kata Richard Ebright, Molecular Biologist and Director at the Waksman Institute of Microbiology at Rutgers University di New Jersey, Amerika Serikat.
Bahkan, Presiden Amerikat Serikat Donald Trump secara terang-terangan sedang menyelidiki kemungkinan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar