Jumat, 08 Mei 2020

Kim Jong-un Kirim Pesan ke Presiden China terkait Corona

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mengirim pesan verbal kepada Presiden China Xi Jinping atas keberhasilan melawan virus corona, seperti dilaporkan KCNA.

Seperti dikutip dari AFP, kantor berita Korut itu tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan "pesan verbal," dan tidak jelas apakah Kim dan Xi telah berbicara secara langsung.

Namun KCNA menyebut pesan itu ada kaitannya dengan keberhasilan China dalam perang melawan virus corona. Kim memberikan salam hangat kepada Xi.

Kim baru-baru ini menjadi perhatian dunia setelah hampir tiga pekan menghilang.

Dia kembali tampil di depan publik untuk pertama kali pada Jumat (1/5) setelah sempat dikabarkan dalam kondisi kritis hingga meninggal. Diktator negara terisolasi itu terlihat muncul dalam sejumlah foto dan video yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA.

Kim Jong-un memang sempat diisukan berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi jantung kardiovaskular pada pertengahan April lalu. Rumor itu semakin kuat setelah sekelompok ahli medis China, sekutu terdekat Korea Utara, dikirim ke Pyongyang.

Seorang petugas medis China mengatakan kepada majalah Jepang bahwa Kim Jong-un sempat menderita serangan jantung hingga jatuh pingsan saat berkunjung ke daerah pedesaan awal Mei ini. Seorang dokter yang menemani Kim dikabarkan melakukan CPR dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Meski begitu, tidak ada satu pun rumor yang terkonfirmasi. Intelijen Korea Selatan yang kerap memantau aktivitas pemerintah Korea Utara juga menegaskan Kim Jong-un tidak berada dalam kondisi kritis atau menjalani operasi baru-baru ini.

Spekulasi terkait kondisi Kim Jong-un muncul setelah ketidakhadirannya dalam HUT Kim Il-sung pada 15 April lalu. Padahal, perayaan itu menjadi yang terpenting bagi bangsa Korea Utara.

Ia terakhir kali terlihat di publik pada 11 April lalu saat memimpin rapat polibiro Partai Pekerja Korea Utara

Polisi AS Tangkap Dua Pelaku Penembakan Ahmaud Arbery

Kepolisian Georgia, Amerika Serikat menangkap dua pelaku penembakan pemuda kulit hitam Ahmaud Arbery. Pelaku diketahui mantan polisi Gregory McMichael dan anaknya, Travis. Keduanya kulit putih.

Arbery ditembak dua kali hingga tewas saat sedang jogging di Brunswick, pada 23 Februari lalu.

"Gregory dan Travis McMichael telah ditangkap karena pembunuhan Ahmaud Arbery," kata Biro Investigasi Georgia lewat Twitter seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/5).

Investigasi kasus tersebut sempat mandek setelah jaksa penuntut umum enggan mengajukan tuntutan terhadap Gregory dan Travis.

Gregory dan Travis dianggap melakukan pembelaan diri karena mengklaim sosok Arbery cocok dengan ciri-ciri perampok di wilayah mereka. Namun, desakan agar Gregory dan Travis ditahan serta diadili muncul setelah video penembakan Arbery tersebar luas di media sosial pekan ini.

Menurut pernyataan yang diposting di situs web biro, kedua pria itu didakwa dengan pembunuhan dan penyerangan. Mereka telah dimasukkan ke penjara County Glynn.

Dalam video tersebut terlihat Arbery sedang jogging di dekat rumahnya di Brunswick. Arbery kemudian dicegat Gregory dan Travis yang memegang senjata. Keributan terjadi antara Travis dan Arbery hingga pemuda kulit hitam 25 tahun itu terkena tembakan dan meninggal.

Menurut laporan polisi, Gregory McMichael mengatakan kepada petugas bahwa dia mengira Arbery adalah tersangka dalam serangkaian perampokan. Dia melihat pemuda itu ketika berdiri di halaman depan rumahnya.

McMichael langsung masuk ke dalam rumah untuk mengambil pistol Magnum .357. Sementara putranya membawa senapan, dan mereka langsung memburu Arbery.

Sang ayah mengaku melihat putranya menembak Arbery dua kali dan Arbery jatuh ke tanah.

Gubernur Georgia, Brian Kemp, me-retweet pengumuman penangkapan Biro Investigasi dan menambahkan bahwa "investigasi masih berlangsung."

Di seluruh negeri, tokoh politik, selebritas, dan orang-orang di media sosial mengekspresikan kemarahan dan menyerukan agar kedua pria itu dituntut.

Sejumlah bintang basket NBA angkat bicara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar