Jumat, 08 Mei 2020

Israel Isolasi Antibodi Virus Corona untuk Dikembangkan

Lembaga penelitian Israel, Biological Research Institute menyatakan telah mengisolasi antibodi virus corona yang bisa digunakan untuk pengobatan Covid-19.

Peneliti masih menguji coba antibodi corona di dalam cawan Petri di laboratorium yang dikelola Kementerian Pertahanan Israel. Isolasi berarti telah memisahkan antibodi dan siap dikembangkan untuk tahap berikutnya.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengumumkan bahwa lembaga tersebut sudah mengisolasi antibodi corona pada Senin (4/5) malam. Temuan awal ini diklaim sebagai yang terbaik di dunia, meski hasil akhir berupa obat-obatan masih membutuhkan waktu berbulan-bulan lagi.

"Pada tahap berikutnya, para peneliti akan mendekati perusahaan internasional untuk memproduksi antibodi pada skala komersial," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan dikutip dari Times of Israel.

Lembaga ini menyatakan, antibodi tersebut merupakan yang pertama di dunia yang mampu mencapai tiga parameter. Pertama, antibodi yang menghancurkan virus. Kedua, menargetkan virus corona secara khusus dan ketiga bersifat monoklonal atau mampu mengikat satu epitop saja. Epitop merupakan area tertentu pada molekul antigenik yang mengikat antibodi.

"Sejauh yang kami ketahui, menurut publikasi ilmiah komprehensif dari seluruh dunia, Biological Research Institute adalah yang pertama di dunia yang mencapai terobosan ini dalam tiga parameter secara bersamaan," bunyi pernyataan resmi dari lembaga itu.

Lembaga ini kini tengah berupaya mengajukan paten untuk antibodi corona. Setelah mendapatkan paten dan persetujuan, penelitian akan dilanjutkan hingga mendapatkan obat untuk virus corona. Penelitian ini hanya fokus pada obat dan tidak menggunakan antibodi tersebut untuk mengembangkan vaksin.

Bantuan teknologi bakal digunakan untuk mempersingkat penemuan obat. "Terobosan teknologi siap digunakan untuk mempersingkat proses, yang akan berlangsung selama beberapa bulan," kata lembaga itu.

Israel tak jadi satu-satunya negara yang menguji antibodi. Tercatat terdapat sekitar 100 penelitian pengembangan obat dan vaksin corona di seluruh dunia. Kendati demikian, hingga saat ini, masih belum diketahui pasti hasil pasti dari berbagai uji coba tersebut. 

Studi: Obat Malaria Tak Berefek untuk Pasien Corona

Sebuah penelitian yang dilakukan di sebuah rumah sakit di New York tak menemukan adanya manfaat ataupun bahaya dari pemberian obat malaria hydroxychloroquine kepada pasien virus corona yang sakit parah.

"Risiko intubasi atau kematian tidak secara signifikan lebih tinggi atau lebih rendah di antara pasien yang menerima hydroxychloroquine dibandingkan di antara mereka yang tidak," kata para penulis penelitian, dikutip dari AFP.

Penelitian ini diterbitkan pada Kamis (7/5) dalam The New England Journal of Medicine.


Studi pengamatan dilakukan di antara pasien ruang gawat darurat di New York-Presbyterian Hospital dan Columbia University Irving Medical Center dan didanai oleh National Institutes of Health.

Untuk penelitian ini, 811 pasien menerima dua dosis 600 mg hydroxychloroquine pada hari pertama dan 400 mg setiap hari selama empat hari.

565 pasien lainnya tidak menerima obat.

"Namun, temuan kami tidak mendukung penggunaan hydroxychloroquine saat ini, di luar uji klinis acak yang menguji kemanjurannya," kata mereka.

"Tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan hydroxychloroquine dan intubasi atau kematian."

Penelitian sebelumnya menyebut pada ratusan pasien di pusat kesehatan Veterans Health Administration, Amerika Serikat menemukan pasien Covid-19 yang menggunakan hydroxychloroquine memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan pasien yang tidak menggunakan obat itu.

Berdasarkan hasil riset terbaru ini, peneliti menyimpulkan bahwa obat tersebut tak berpengaruh pada pasien Covid-19, tak menyembuhkan atau menyebabkan  kematian. 

Health Canada, European Medicines Agency, dan FDA AS telah memperingatkan penggunaan obat malaria itu untuk mengobati COVID-19 di luar uji klinis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar