Seorang bocah berusia lima tahun di Amerika Serikat dihentikan kepolisian Utah karena nekat mengemudikan kendaraan milik orang tuanya menuju California.
Dilansir CNN, Rabu (6/5), ketika dihentikan anggota patroli jalan bebas hambatan kepolisian Utah, bocah tersebut mengatakan nekat membawa kabur kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV), setelah marah kepada ibunya karena tidak dibelikan mobil mewah Lamborghini.
Menurut polisi, mereka curiga karena kendaraan tersebut berjalan dengan kecepatan sekitar 21 kilometer per jam di jalan bebas hambatan antarnegara bagian (Interstate Highway) 15.
Ketika menghentikan kendaraan tersebut, mereka menduga pengemudinya adalah seorang difabel. Namun, identitasnya baru terungkap setelah ditanyai polisi.
"Usia kamu berapa? Umur kamu lima tahun?," kata opsir Rick Morgan sembari terheran seperti terekam dalam kamera.
"Wow. Di mana kamu belajar mengemudi?," ujar Rick.
Utah Highway Patrol
✔
@UTHighwayPatrol
One of our Troopers in Weber Co. initiated a traffic stop on what he thought was an impaired driver. Turns out it was this young man, age 5, somehow made his way up onto the freeway in his parents' car. Made it from 17th and Lincoln in Ogden down to the 25th St off-ramp SB I-15.
View image on Twitter
3,747
2:00 AM - May 5, 2020
Twitter Ads info and privacy
2,286 people are talking about this
Rick bahkan membantu bocah tersebut mengarahkan kendaraan itu ke sebuah taman.
"Dia duduk di ujung kursi depan supaya bisa kakinya bisa mencapai pedal rem supaya mobil itu tetap berhenti ketika saya berdiri di sana," ujar Rick.
Rick mengatakan anak itu hendak menuju California untuk membeli Lamborghini. Namun, di sakunya hanya ada uang US$3.
Padahal harga satu unit Lamborghini mencapai US$200 ribu.
Rick mengatakan tidak ada yang celaka dalam kejadian tersebut. Namun, dia menyerahkan kelanjutan kasus itu kepada kejaksaan setempat apakah akan menuntut orang tua anak itu karena dinilai menelantarkan dengan meninggalkannya bersama sepupu ketika mereka pergi.
AS Kini Sebut Corona Tak Pasti Berasal dari China
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengubah pernyataannya soal virus corona (Covid-19) berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China. Kini, dia mengatakan pemerintah AS masih belum memiliki kepastian.
Mengutip AFP, Pompeo mengatakan bahwa ada bukti kuat virus corona berasal dari laboratorium. Namun, dia tidak menyebut Wuhan atau China secara gamblang.
"Kami tidak memiliki kepastian dan ada bukti signifikan bahwa ini berasal dari laboratorium. Dua hal itu bisa saja benar," kata Pompeo seperti diberitakan AFP, Rabu (6/5).
Berasal dari laboratorium atau tidak, lanjut mantan Kepala CIA Itu, rakyat Amerika Serikat tetap berada kondisi berbahaya akibat virus corona yang merebak luas.
Dia tidak lagi menyebut Wuhan atau China secara tersurat mengenai sumber virus corona. Pompeo hanya mengatakan bahwa kunci untuk mengungkap itu semua adalah dengan transparansi.
"Ada cara mudah untuk mengetahui jawabannya, tranparansi, keterbukaan, hal yang perlu dilakukan suatu negara jika benar-benar ingin menjadi bagian dalam penyelesaian pandemi global," kata Pompeo.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut virus corona berasal dari salah satu laboratorium di Wuhan, China. Dia mengklaim punya bukti mengenai hal itu. Namun, belum ia paparkan.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan hal serupa pada Senin (4/5). Dia bersikukuh memiliki bukti kuat bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China.
Tudingan Trump ditampik pemerintah China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menganggap Pemerintah Amerika Serikat cenderung spekulatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar