Selasa, 09 Februari 2021

PPKM Dinilai Gagal Tekan Kasus COVID-19, Ini Kata Satgas

 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dilaksanakan pada 9-22 Februari 2021. Padahal, dari PPKM 1 dan 2 yang telah berlangsung, angka kasus COVID-19 di Indonesia masih terus meningkat.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, kebijakan PPKM memang membutuhkan waktu untuk bisa menekan kasus COVID-19.


Pasalnya, kebijakan tidak bisa berdampak dalam hitungan hari pada masyarakat. Bahkan mungkin baru bisa berdampak secara signifikan dalam hitungan minggu.


"Untuk kebijakan memiliki dampak memang perlu waktu. Apalagi yang kita bicarakan bukan sekedar kebijakan, tapi yang kita tangani adalah virus yang menular. Butuh waktu untuk efeknya (dirasakan), tidak bisa dijalankan hari ini besok efeknya terasa," ujar Prof Wiku dalam talkshow "Evaluasi Pelaksanaan PPKM Tahap 2 di Provinsi Jawa dan Bali", Senin (8/2/2021).


Pada perpanjangan PPKM sebelumnya yang berlangsung pada 16 Januari hingga 8 Februari 2021, pembatasan diutamakan untuk mal, restoran, perkantoran, fasilitas umum, dan layanan transportasi.


Kini lewat PPKM mikro, pembatasan diutamakan pada tingkat desa dan kelurahan, termasuk skala RT dan keluarga.


Menurut Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr Safrizal ZA, tingkat kepatuhan pada protokol kesehatan di perkantoran, restoran, mal, bandara, dan terminal sebenarnya sudah tinggi. Namun, penyebaran COVID-19 justru dipicu komunitas yang lebih kecil seperti RT dan keluarga.


Akibatnya, pembatasan mobilitas di kota besar tak efektif menekan angka kasus COVID-19.


"Padahal dari evaluasi yang kita lakukan, beberapa tempat tadi menunjukan bahwa kepatuhan pada protokolnya tinggi. Kita membatasi itu sementara penyebarannya justru di level komunitas," terangnya.


Dalam PPKM mikro, RT zona kuning dengan 1-5 rumah kasus positif COVID-19 diwajibkan melakukan pelacakan kontak erat. RT zona oranye dengan 6-10 rumah kasus positif selama 7 hari terakhir wajib menutup tempat ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lain kecuali sektor esensial.


Pada RT zona merah dengan lebih dari 10 rumah kasus positif, warga wajib melakukan isolasi mandiri, dilarang berkerumun lebih dari 3 orang, dan menutup akses keluar-masuk maksimal pukul 20.00 waktu setempat.

https://kamumovie28.com/movies/the-secret-scripture/


Ingin Mr P Terlihat Lebih Besar? 3 Cara Ini Bisa Dicoba


Kebanyakan pria pasti sangat ingin memuaskan pasangannya dengan ukuran Mr P yang besar. Tak jarang mereka memilih cara instan seperti mengkonsumsi obat hingga operasi.

Beberapa jenis makanan juga diyakini bisa membuat ukuran Mr P jadi lebih besar. Salah satunya dengan mengkonsumsi tiram.


Dikutip dari Daily Star, tiram diketahui mengandung afrodisiak yang disebut bisa menaikkan gairah seksual, meningkatkan fungsi prostat, dan produksi sperma. Sementara itu, kandungan zinc dalam tiram diyakini bisa memperbesar ukuran Mr P.


Nah daripada nggak yakin makan ini-itu, situs resmi National Health Service (NHS) lebih menyarankan tiga cara sederhana ini jika ingin Mr P terlihat lebih besar.


1. Mencukur rambut kemaluan

Agar penis terlihat lebih besar, kamu bisa mencukur bagian rambut kemaluan. Banyaknya rambut kemaluan bisa membuat penis terlihat lebih kecil dari ukuran sebenarnya.


2. Menurunkan berat badan

Perut yang buncit bisa membuat penis terlihat lebih kecil. Untuk mengatasinya, kamu perlu menurunkan berat badan agar penis tampak lebih besar.


3. Olahraga

Olahraga juga bisa menjadi satu cara untuk membuat ukuran penis terlihat lebih besar. Meskipun tidak bisa membesarkan atau memperpanjang ukuran, jika tubuh ideal akan membuat pasangan lebih tertarik padamu dan akan berpengaruh pada kehidupan seks keduanya.

https://kamumovie28.com/movies/secret/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar