Maskot BPJS Kesehatan yang sering dipanggil Bang Jakes akronim dari Abang Jaminan Kesehatan nampak sibuk mengingatkan masyarakat agar menjaga jarak aman saat mengantre. Ia juga juga menjadi alat BPJS Kesehatan dalam mengedukasi warga saat physical distancing.
"Ya, hari ini memang kita libatkan Bang Jakes untuk membantu pelayanan terutama kaitannya dengan menjaga jarak aman saat antre pelayanan di tengah Pandemi COVID-19. Hasilnya cukup efektif dan warga Padang termasuk kooperatif memahami perlunya menjaga jarak," ujar Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Padang Debi Mersah Putra dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).
BPJS Kesehatan Cabang Padang sendiri per Maret kemarin sudah menerapkan pelayanan terbatas kepada masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 melalui kontak langsung. Hanya beberapa layanan yang bisa diakomodir oleh petugas frontliner. Selain untuk keperluan yang tertera, masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN atau menghubungi Care Center 1500400.
"Ada juga yang harus tetap tatap muka, itu yang kita awasi ketat melalui security dan melibatkan Bang Jakes. Jika harus tatap muka kami akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, skrining apakah ada riwayat berkontak dengan ODP dan PDP serta apakah 14 hari lalu ada melakukan perjalanan dari zona merah atau luar negeri," imbuh Debi.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menerapkan jarak aman ketika duduk di kursi tunggu dan jarak aman antara petugas dengan peserta ketika sedang diberi pelayanan. Tak cukup sampai di situ, masyarakat yang memasuki ruang pelayanan pun diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang akan dibantu oleh security.
Sherly Ananda, salah seorang peserta JKN-KIS yang datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang untuk ubah faskes mengaku cukup terhibur dengan keberadaan Bang Jakes. Ia berharap Bang Jakes bisa lebih atraktif setelah masa pandemi berakhir nanti.
"Kata security bisa dari aplikasi, ternyata benar. Saya baru tahu, hehehe," ucapnya.
Sebagai informasi, Aplikasi Mobile JKN merupakan layanan self service peserta JKN-KIS yang bisa diakses melalui telepon pintar. Selain ubah faskes, Mobile JKN juga berfungsi untuk antrian online di klinik, puskesmas, dokter praktik perorangan bahkan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tidak cukup sampai disitu, aplikasi ini bisa juga memantau ketersediaan kamar rawat rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.
"Maka dari itu, saya imbau kepada seluruh masyarakat untuk men-download aplikasi Mobile JKN untuk menyukseskan social distancing yang sedang digalakkan pemerintah," pungkas Debi.
Korea Selatan Pertimbangkan Gelang Listrik untuk Pasien Isolasi Diri
Dalam mengontrol orang-orang yang sedang dalam masa isolasi diri, Korea Selatan sedang mempertimbangkan penggunaan gelang listrik. Ini digunakan untuk mencegah mereka pergi ke luar selama masa isolasi yang terkait dengan virus Corona COVID-19.
Pejabat Senior Kementerian Kesehatan setempat, Yoon Tae-hoo, mengatakan ini dilakukan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap orang-orang yang melanggar aturan ini. Menurut Yoon, gelang ini adalah pilihan yang sangat potensial.
"Jika aturan isolasi diri ini tidak dijaga, ini membuat pemerintah harus mempertimbangkan berbagai cara seperti itu," ujar Yoon yang dikutip dari Yonhap News.
Tetapi, Yoon juga mengaku memiliki pandangan negatif terkait benda itu. Menurut Yoon, fokusnya di sini adalah menemukan cara yang efektif yang sesuai dengan pedoman karantina.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat karena pasien isolasi diri yang bepergian ke mana-mana. Langkah ini diambil agar mencegah terjadinya penularan virus Corona ini.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah menjalankan kebijakan menggunakan aplikasi smartphone untuk memantau pasien yang sedang menjalankan masa isolasi diri. Tapi, banyak dari mereka yang mengakalinya dengan meninggalkan ponsel mereka di rumah atau mematikan fungsi GPS-nya.
Wanita Ini Tertular Corona dari Anaknya yang Tak Jalani Karantina Rumah
Beberapa negara di dunia termasuk Indonesia menerapkan aturan 'karantina rumah' bagi mereka yang baru saja kembali dari tempat yang terinfeksi virus Corona COVID-19. Bahkan pemerintah Indonesia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik guna menekan tingkat penyebaran virus Corona COVID-19.
Mengutip Nation Thailand, sebuah kasus di Thailand membuktikan betapa pentingnya menjalani karantina rumah sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Seorang wanita Thailand diketahui menyebarkan virus Corona COVID-19 pada ibunya setelah menolak untuk melakukan karantina rumah padahal ia baru saja kembali dari luar negeri.
dr Opass Putcharoen, Kepala Emerging Infectious Diseases Clinical Center Chulalongkorn University menyampaikan informasi ini melalui Facebook pada Selasa (7/4/2020). Ia mengatakan sebagian besar orang yang datang dari luar negeri tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda infeksi awal. Karenanya perlu untuk melakukan karantina rumah.
Sementara itu beberapa kasus bahkan diketahui terkait seseorang yang masih bisa menularkan virus Corona COVID-19 tanpa menunjukkan gejala apa pun. Begitu juga yang terjadi pada wanita ini, ia tidak menunjukkan gejala virus Corona Covid-19 dan merasa baik-baik saja.
Sehingga ia memilih untuk tidak mengisolasi dirinya sendiri. Dia pulang ke rumah, melakukan kontak dekat dengan dengan ibunya, dan tanpa sadar menularkan virus Corona COVID-19 pada ibunya.
"Wanita ini baru mulai menunjukkan gejalanya saat ibunya terinfeksi virus Corona COVID-19. Sang ibu mengidap flu selama enam hari meskipun hasil rontgen paru-parunya tampak normal," kata dr Opass.
Namun, ia mengalami kesulitan bernapas beberapa hari kemudian dan harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU). dr Opass kemudian menekankan pentingnya karantina sendiri dan mendesak semua orang untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar