Kamis, 16 April 2020

Bisakah Virus Corona Bertahan di Dalam Kulkas?

 Ahli virologi, dr Warner Greene, di San Fransisco menyarankan untuk mendisinfeksi semua barang belanjaan sebelum ditaruh di kulkas. Hal ini untuk mengantisipasi barang belanjaan tersebut aman dari virus Corona COVID-19.
Namun benarkah virus Corona COVID-19 dapat bertahan di kulkas?

Mengutip NBCbayarea, sebuah studi tahun 2010, American Society for Microbiology, meneliti efek suhu dan kelembaban pada virus corona SARS yang terkait erat dengan virus Corona COVID-19 (SARS-CoV-2). Dalam penelitian tersebut para ilmuwan menemukan bahwa virus dapat bertahan dalam suhu di bawah 4,4 derajat celcius.

Greene, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa itu adalah alasan mengapa ia perlu merekomendasikan semua orang untuk mendisinfeksi barang belanjaannya sebelum ditaruh di kulkas. "Intinya adalah, Anda tidak akan pernah memasukkan apa pun ke lemari es Anda tanpa didekontaminasi terlebih dahulu," katanya.

Greene mengatakan ada beberapa langkah yang bisa memastikan makananmu aman sebelum ditaruh di kulkas seperti berikut.

- Siapkan mangkuk yang sudah berisi disinfektan berbahan dasar alkohol. "Ada dua hal yang dapat melarutkan membran coronavirus. Anda dapat menggunakan alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air," ujarnya.

- Cara lain adalah dengan menambahkan sabun ke dalam air hangat. Lalu rendam handuk dalam larutan pembersih dan peras. Gunakan handuk basah untuk menyeka permukaan setiap wadah makanan secara menyeluruh. Pastikan kamu melakukannya di permukaan yang bersih seperti meja yang sudah didisinfeksi.

- Dekontaminasi wadah makanan sebelum dimasukkan ke kulkas.

Meski belum ada penelitian pasti terkait virus Corona COVID-19 dapat bertahan hidup pada suhu tertentu, dr Greene menyarankan hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan risiko penyebaran.
Maskot BPJS Kesehatan Bang Jakes Ingatkan Jarak Aman Antre Layanan

Maskot BPJS Kesehatan yang sering dipanggil Bang Jakes akronim dari Abang Jaminan Kesehatan nampak sibuk mengingatkan masyarakat agar menjaga jarak aman saat mengantre. Ia juga juga menjadi alat BPJS Kesehatan dalam mengedukasi warga saat physical distancing.
"Ya, hari ini memang kita libatkan Bang Jakes untuk membantu pelayanan terutama kaitannya dengan menjaga jarak aman saat antre pelayanan di tengah Pandemi COVID-19. Hasilnya cukup efektif dan warga Padang termasuk kooperatif memahami perlunya menjaga jarak," ujar Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Padang Debi Mersah Putra dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

BPJS Kesehatan Cabang Padang sendiri per Maret kemarin sudah menerapkan pelayanan terbatas kepada masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 melalui kontak langsung. Hanya beberapa layanan yang bisa diakomodir oleh petugas frontliner. Selain untuk keperluan yang tertera, masyarakat diarahkan untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN atau menghubungi Care Center 1500400.

"Ada juga yang harus tetap tatap muka, itu yang kita awasi ketat melalui security dan melibatkan Bang Jakes. Jika harus tatap muka kami akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, skrining apakah ada riwayat berkontak dengan ODP dan PDP serta apakah 14 hari lalu ada melakukan perjalanan dari zona merah atau luar negeri," imbuh Debi.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menerapkan jarak aman ketika duduk di kursi tunggu dan jarak aman antara petugas dengan peserta ketika sedang diberi pelayanan. Tak cukup sampai di situ, masyarakat yang memasuki ruang pelayanan pun diwajibkan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang akan dibantu oleh security.

Sherly Ananda, salah seorang peserta JKN-KIS yang datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Padang untuk ubah faskes mengaku cukup terhibur dengan keberadaan Bang Jakes. Ia berharap Bang Jakes bisa lebih atraktif setelah masa pandemi berakhir nanti.
https://cinemamovie28.com/category/war/

"Kata security bisa dari aplikasi, ternyata benar. Saya baru tahu, hehehe," ucapnya.

Sebagai informasi, Aplikasi Mobile JKN merupakan layanan self service peserta JKN-KIS yang bisa diakses melalui telepon pintar. Selain ubah faskes, Mobile JKN juga berfungsi untuk antrian online di klinik, puskesmas, dokter praktik perorangan bahkan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tidak cukup sampai disitu, aplikasi ini bisa juga memantau ketersediaan kamar rawat rumah sakit mitra BPJS Kesehatan.

"Maka dari itu, saya imbau kepada seluruh masyarakat untuk men-download aplikasi Mobile JKN untuk menyukseskan social distancing yang sedang digalakkan pemerintah," pungkas Debi.

Korea Selatan Pertimbangkan Gelang Listrik untuk Pasien Isolasi Diri

Dalam mengontrol orang-orang yang sedang dalam masa isolasi diri, Korea Selatan sedang mempertimbangkan penggunaan gelang listrik. Ini digunakan untuk mencegah mereka pergi ke luar selama masa isolasi yang terkait dengan virus Corona COVID-19.
Pejabat Senior Kementerian Kesehatan setempat, Yoon Tae-hoo, mengatakan ini dilakukan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap orang-orang yang melanggar aturan ini. Menurut Yoon, gelang ini adalah pilihan yang sangat potensial.

"Jika aturan isolasi diri ini tidak dijaga, ini membuat pemerintah harus mempertimbangkan berbagai cara seperti itu," ujar Yoon yang dikutip dari Yonhap News.

Tetapi, Yoon juga mengaku memiliki pandangan negatif terkait benda itu. Menurut Yoon, fokusnya di sini adalah menemukan cara yang efektif yang sesuai dengan pedoman karantina.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat karena pasien isolasi diri yang bepergian ke mana-mana. Langkah ini diambil agar mencegah terjadinya penularan virus Corona ini.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah menjalankan kebijakan menggunakan aplikasi smartphone untuk memantau pasien yang sedang menjalankan masa isolasi diri. Tapi, banyak dari mereka yang mengakalinya dengan meninggalkan ponsel mereka di rumah atau mematikan fungsi GPS-nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar