Minggu, 11 April 2021

Pakar Medsos soal Akun Setneg Cuit Pernikahan Atta-Aurel: Gak Salah!

 Di tengah banjir kritikan terhadap akun Kementerian Sekretariat Negara yang mencuit tentang pernikahan YouTuber Atta Halilintar dan penyanyi Aurel Hermansyah, pengamat media sosial punya pandangan lain.

Enda Nasution melihat tidak ada yang salah dengan tweet tersebut. Menurutnya tweet itu humanis dan berbeda dengan tweet-tweet lainnya yang biasa diposting akun @KemensetnegRI, sehingga menarik perhatian. Tapi di sisi lain, hal ini masih bisa diperdebatkan.


"Biasanya kan berupa kegiatan resmi Presiden, lingkungan istana, dan Kementerian Setneg-nya. Saya tidak melihat ada sebuah kesalahan besar karena pertama, bisa dianggap sebagai sebuah variasi daripada tweet lainnya yang biasanya resmi, yang sifatnya kenegaraan. Ini juga menampilkan sisi humanis dari Presiden," ujarnya saat dihubungi detikINET, Senin (5/4/2021).


Dari sisi medsosnya sendiri, Enda berpendapat hal tersebut bisa diperdebatkan. Jika dibandingkan dengan tweet lain yang diposting Kementerian Setneg, tweet tentang pernikahan Atta-Aurel ini ramai direspons netizen.


"Yang biasanya responsnya tidak sampai ratusan tweet, yang (tweet tentang) Presiden menghadiri pernikahan Atta-Aurel bisa dibilang viral karena jumlahnya sampai ribuan. Jadi ada lesson learned juga yang bisa diambil dari case study ini," paparnya.


Pelajaran apa yang bisa diambil dari hal ini? Enda menjelaskan, akun-akun medsos terkadang perlu agak kontroversial agar menjadi perdebatan. Dengan demikian, publik jadi memperhatikan akun tersebut.


"Saya memang gak ada datanya. Tapi taruhan, follower-nya akun Setneg pasti nambah sebelum dan sesudah tweet itu. Karena sebelumnya orang yang tadinya gak memperhatikan, sekarang jadi memperhatikan," komentarnya.


"Jadi tweet itu bisa diperdebatkan dari sudut pandang politis, etika, persepsi publik dan lain-lain ya. Tapi yang pasti tidak melanggar hukum, dan dari sudut pandang pengelolaan medsos sih positif karena mendapat respons tinggi, enggagement rate pun tinggi," tutupnya.

https://tendabiru21.net/movies/dirty-dancing/


Ini Developer Game Terbesar Dunia, Penghasilannya Rp 5,3 T


Orang dalam perusahaan TiMi Studios membocorkan bahwa mereka telah menghasilkan USD 10 miliar (sekitar 5,3 triliun rupiah) pada tahun 2020. Jumlah tersebut membuat mereka menjadi developer game terbesar di dunia.

TiMi Studios merupakan anak perusahaan Tencent Games yang menelurkan judul game tenar seperti Honor of Kings dan Call of Duty Mobile. Mereka memanfaatkan momentum selama pandemi 2020 secara maksimal dan telah memperoleh keuntungan besar.


Menurut laporan eksklusif oleh Reuters, orang dalam dari studio tersebut membocorkan bahwa TiMi Studios telah meraup USD 10 miliar (sekitar 5,3 triliun rupiah) pada tahun 2020. Jika informasi yang bocor terbukti benar, maka menjadikan TiMi Studios sebagai developer video game terbesar, dikutip detikINET dari Gamerant, Senin (5/4/2021).


TiMi Studios sendiri menyumbang sekitar 40% dari total keuntungan Tencent. Bila melihat dari semua studio miliknya, Tencent telah menghasilkan 156,1 miliar yuan (sekitar 345,3 triliun rupiah), yang mana USD 23 miliar berasal dari penjualan game online pada tahun 2020. Untuk semua studios milik Tencent, mereka bertindak secara independen dan bahkan bersaing satu sama lain.


Besarnya penghasilan TiMi Studios, dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi mereka untuk melampaui game mobile dengan mengembangkan game AAA di konsol dan PC. Pihaknya pun memang telah berencana untuk membuat game AAA yang terinspirasi dari film berjudul Ready Player One. Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan perusahaan besar lainnya di Jepang, Korea, Eropa dan Amerika Serikat.


Kesuksesan Tencent ini memang tidak mengherankan bagi orang-orang yang telah mengetahui sepak terjangnya. Bahkan banyak studio besar beralih ke Tencent agar mendapatkan bantuan dalam mengembangkan game PC dan konsol ke arah platform seluler.


Tencent juga berencana membangun lebih banyak studio game di luar negeri, untuk tujuan membuat konten orisinil yang memiliki daya tarik di pasar global. Hal ini tidak hanya berlaku untuk TiMi Studios, tetapi juga Lightspeed dan Quantum Studios, yang mana lokasi utamanya di Los Angeles.


Menurut Reuters, ekspansi ini menargetkan setengah pendapatan Tencent nantinya berasal dari studio mereka di luar negeri, yang pada tahun 2019 lalu hanya berkisar 23%. Tencent kemungkinan akan memanfaatkan momentum ini untuk terus berkembang menjadi lebih besar.

https://tendabiru21.net/movies/the-evil-dead/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar