Seorang wanita asal Inggris mengalami kasus langka saat ia hamil lagi ketika tengah mengandung. Saat usia kandungannya 12 minggu, ia kedatangan janin 'baru' yang tak diduga-duga.
"Saya hamil saat saya sedang mengandung yang benar-benar mengejutkan, karena itu tidak seharusnya terjadi," kata sang ibu, Rebecca Roberts, saat berbincang dengan CNN.
Kondisi ini disebut superfetasi, hamil saat sedang mengandung bayi sangat jarang terjadi sehingga satu studi tahun 2008 menemukan kurang dari 10 kasus yang tercatat di dunia.
Dokter memberi tahu pasangan itu bahwa bayi itu sebenarnya dikandung sekitar tiga minggu, kata Rebecca.
Sebelumnya, Rebecca bercerita menjalani perawatan kesuburan untuk bisa mendapatkan anak dalam beberapa tahun terakhir. Ia sempat khawatir tak bisa hamil karena usianya yang sudah 38 tahun.
Saat pertama kali diperiksa, dokter tak yakin janin 'susulan' ini bisa bertahan karena ada masalah di tali pusar. Namun setelah perjuangan panjang, keduanya akhirnya berhasil terlahir dengan selamat meski sempat menjalani perawatan intensif.
Spesialis ginekolog dari Atlanta, dr Lilian Schapiro mengatakan kasus superfetasi sangat jarang sekali terjadi. Dalam kasus Rebecca, sel telur dibuahi dan ditanamkan selama ovulasi pertama dan entah bagaimana, sel telurnya berovulasi lagi dengan siklus yang sama.
"Telur lain juga dibuahi, menjadi embrio lain, dan pada waktu yang berbeda kedua embrio tersebut ditanamkan ke dalam rahim," kata Schapiro.
https://cinemamovie28.com/movies/the-warrant/
Ini Menu Sehat untuk Lansia yang Berpuasa Menurut Pakar
Pola makan dengan nutrisi seimbang perlu diperhatikan oleh para lansia agar lancar menjalani puasa Ramadhan. dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK seorang physician nutrition specialist mengatakan lansia sebaiknya lebih banyak mengonsumsi protein dan membatasi karbohidrat serta gula selama berpuasa.
Ia menjelaskan seiring dengan bertambahnya usia, metabolisme tubuh menjadi semakin lambat. Penurunan metabolisme ini mengakibatkan kebutuhan energi ikut turun.
dr. Juwalita menyebut kebutuhan kalori rata-rata untuk usia 19 sampai 29 tahun yaitu sekitar 2.650 kkal. Jumlah tersebut perlahan turun menjadi sekitar 2.550 kkal pada tahap usia 30-49 tahun. Kemudian, memasuki usia 50-an, kebutuhan kalori ini terus menurun menjadi hanya 2.150 kkal saja.
"Karena massa otot yang tadi udah mulai menurun maka laju metabolisme tubuh kita juga akan menurun. Laju metabolismenya turun mengakibatkan kebutuhan energi kita tidak sebesar kebutuhan pada dekade usia sebelumnya," ujarnya di acara Webinar Ensure 'Tips Tetap Enerjik dan Stamina Terjaga Saat Berpuasa di Masa Pandemi', Sabtu (17/4/2021).
Sebaliknya, di saat kebutuhan kalori turun, kebutuhan protein justru tidak berubah di setiap tahapan usia. Artinya, dengan semakin bertambah usia, asupan lemak dan karbohidrat harus diatur dan dibatasi.
"Asupan lemak dan karbohidrat sebaiknya lebih diatur, harus bisa dibatasi. Namun, protein harus cukup. Jumlah makanan harus kita atur, tetapi perhatikan kualitas. Makanan kita harus lebih berkualitas," terangnya.
Oleh karena itu, selama puasa di mana waktu makan menjadi terbatas, dia menyarankan agar pengaturan porsi makan untuk lansia lebih diperhatikan dengan mengutamakan makanan yang rendah kalori namun padat nutrisi. Untuk menu sahur bisa menyajikan satu hidangan lengkap dengan komposisi karbohidrat, protein, serat, dan sedikit lemak, serta menu makanan tambahan yang mudah diserap, seperti buah dan susu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar