Senin, 12 April 2021

COVID-19 Ngegas Pol-polan, India Larang Ekspor Antivirus Remdesivir

  India mengumumkan pelarangan ekspor remdesivir, obat antivirus untuk perawatan virus Corona COVID-19. Larangan ini diterapkan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di negara tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, India mengalami lonjakan tajam virus Corona COVID-19. Pada Minggu (11/4/2021), terjadi penambahan 152.000 kasus sehingga totalnya mencapai 13,3 juta kasus.


Kementerian Kesehatan menyebut, lonjakan kasus ini juga memicu lonjakan kebutuhan antivirus yang tiba-tiba.


"Ada potensi peningkatan lebih lanjut terkait kebutuhan ini dalam beberapa hari ke depan," kata kementerian dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa larangan ekspor remdesivir akan berlaku hingga situasi membaik, dikutip dari AFP, Senin (12/4/2021).


Remdesivir merupakan antivirus buatan perusahaan Amerika Serikat Gilead. Dalam beberapa penelitian, remdesivirdisebut sebagai salah satu obat yang menjanjikan dalam mempercepat pemulihan pasien COVID-19.


Meski demikian, riset yang didukung organisasi kesehatan dunia WHO menyebut bahwa obat ini hanya memiliki efek yang kecil atau bahkan tidak ada sama sekali terhadap risiko kematian.


Gilead pada tahun lalu memberikan lisensi kepada perusahaan obat generik di India, Pakistan, dan Mesir. Perusahaan-perusahaan ini diizinkan untk membuat remdesivir dan mendistribusikannya ke 127 negara, sebagian besar berpendapatan rendah dan menengah bawah.

https://maymovie98.com/movies/erotic-ghost-story-ii/


Wanita Ini Memiliki 1 Payudara Besar dan 1 Payudara Kecil, Kok Bisa?


Rebecca tak jarang menjadi bahan olok teman-teman sepermainannya lantaran memiliki payudara 'besar', namun hanya 1 buah. Selama bertahun-tahun, ia hidup pertanyaan mengapa 1 buah payudaranya tak kunjung tumbuh?

"Saya pergi ke dokter pada usia 15 atau 16 tahun, dokter bilang kondisi saya normal, tidak perlu khawatir. Saya hanya mengalami keterlambatan pertumbuhan, saya belum benar-benar pubertas. Saya pikir saya akan bangun suatu hari dan secara ajaib memiliki 2 payudara," ujar Rebecca, dikutip dari Metro UK, Senin (12/4/2021).


Kini, wanita asal Inggris ini berusia 23 tahun. 1 payudara yang tumbuh berukuran cup D, sementara 1 yang lain berukuran cup A.


Berangkat dari pertanyaannya yang tak kunjung terjawab oleh dokter, Rebecca iseng 'Googling' soal kondisi payudara hanya tumbuh 1. Tak diduga, ia menemukan istilah Poland syndrome, kondisi di mana payudara hanya tumbuh 1 buah.


Poland syndrome adalah kondisi cacat lahir yang ditandai gangguan perkembangan otot dada. Memang seringkali, kelainan ini tak terdiagnosa oleh dokter.


Seorang dokter ahli bedah payudara menyarankan Rebecca untuk menjalani operasi penambahan payudara. Akan tetapi, Rebecca menolak. Menurutnya, kondisinya bukanlah suatu kerusakan yang perlu diatasi dengan perbaikan.


"Saya tidak menginginkan bedah payudara. Saya tidak ingin operasi. Saya ingin tahu lebih jelas mengapa saya mengalami kondisi ini. Saya tidak ingin mengubahnya. Saya ingin paham bagaimana saya bisa menjalani hidup dengan kondisi ini," imbuh Rebecca.


Setelah bertahun-tahun hidup dengan pertanyaan, ia memutuskan untuk belajar 'hidup' dengan 1 payudaranya.


Rebecca menyadari, ia pasti bukan satu-satunya wanita dengan kondisi ini di dunia. Maka itu, ia membuat sebuah akun YouTube sebagai tempatnya bercerita soal pengalamannya hidup dengan Poland syndrome.


"Jika saya membicarakannya, mereka akan tahu bahwa mereka bukan satu-satunya. Saya membuat video YouTube karena saya tidak ingin wanita-wanita lain merasa sendirian menjalaninya," ujarnya.

https://maymovie98.com/movies/who-killed-lamb/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar