Minggu, 11 April 2021

Dihantam Xiaomi Cs, Ponsel LG Babak Belur Hingga Tutup

  Keputusan LG yang menutup bisnis ponselnya tak bisa dibilang kabar mengejutkan, karena sejak bertahun lalu, bisnis ponselnya memang sudah babak belur.

Selama bertahun-tahun, tepatnya dari Q2 2015, bisnis ponsel mereka memang selalu merugi. Terakhir, pada 2020, bisnis ponsel LG mencatatkan kerugian sebesar USD 715 juta.


Nasib LG ini berbanding terbalik dengan rival senegaranya, yaitu Samsung, yang masih bisa menguasai pasar ponsel selama beberapa tahun, dan kalaupun tertendang dari posisi teratas, mereka tetap ada di tiga -- atau setidaknya -- lima besar.


Pangsa pasar LG secara global saat ini hanya 1%, kalah jauh dari berbagai pabrikan lain. Termasuk jajaran perusahaan asal China yang menguasai pasar ponsel, seperti Oppo, Vivo, Realme, dan Xiaomi. Kemunculan mereka pula yang membuat ponsel LG semakin kalah bersaing karena berani jual murah dengan spek tinggi.


Terakhir kali ponsel LG terjual dengan jumlah yang lumayan dan masuk ke jajaran ponsel terlaris adalah pada 2014, yaitu lewat LG G3 yang terjual sebanyak 10 juta unit, dan pada 2013, saat LG G2 terjual sebanyak 3 juta unit. Praktis setelah itu, tak ada ponsel buatan LG yang masuk ke daftar ponsel terlaris, hanya menjadi bayang-bayang ponsel buatan Apple, Samsung, Huawei, dan pabrikan lainnya. Salah satu pencapaian terbesar LG adalah pada Q3 2013, saat mereka masuk tiga besar market share ponsel di Amerika Serikat.


Bisnis ponsel memang keras. Sudah banyak perusahaan yang menjadi korbannya. Sebut saja BlackBerry dan Nokia, meski memang membandingkan LG dengan kedua perusahaan itu rasanya kurang tepat.


Pasalnya Nokia dan BlackBerry setidaknya sudah pernah mencicipi manisnya bisnis ponsel, alias pernah berjaya pada zamannya. Nokia misalnya, sebelum kehadiran ponsel pintar mereka adalah penguasa pasar. Sayangnya mereka salah langkah saat Google merilis sistem operasi Android.


Saat itu Nokia ngotot menggunakan Symbian dan menolak memakai Android. Kemudian saat sadar langkahnya itu tak tepat, bukannya mulai mengadopsi Android, mereka malah memilih Windows Phone, yang kemudian juga mati karena tak berkembang.


Akhirnya bisnis ponsel Nokia diobral ke Microsoft, dan kemudian berada di tangan HMD Global.


Begitu juga dengan BlackBerry, yang punya masa keemasan pada 2008. Ponsel buatannya banyak dipakai orang. Mereka pun sempat meremehkan kehadiran iPhone yang pertama dirilis pada 2007, yang dianggap oleh Mike Lazaridis dan Jim Balsillie, mantan co CEO BlackBerry, sebagai ponsel mainan.


Namun kemudian BlackBerry juga mati, dan pasarnya diambil oleh perangkat iOS dan Android.

https://tendabiru21.net/movies/fletch-lives/


Pengguna First Media Keluhkan Internet Lemot, Ada Apa?


Sebagian pengguna internet di jaringan First Media mengeluhkan telah terjadi gangguan. Sebagian besar mengaku lemot dalam mengakses dunia maya sehingga cukup menghambat kegiatan. Pihak First Media melalui media sosial menjelaskan memang sedang terjadi gangguan.

"@FirstMediaCares, saya di Wilayah Serpong, internet sejak tadi pagi hingga siang inii tidak terkoneksi, tlp CS pun sibuk terus. Boleh tolong dibantu untuk cek?? Sampai kapan begini ya," keluh seorang netizen.


"@FirstMediaCares coba cek ini kenapa jadi down banget koneksinya?" demikian keluhan yang lain. "Bisa bisanya lagi banyak kerjaan @FirstMediaCares error jaringannya lemot banget," tulis yang lain.


"Siang min, apakah ada masalah internet firstmedia untuk beberapa aplikasi? saya download file di LINE sangat lambat dan akses Google Drive juga sangat lambat," adalah keluhan yang lain.


Pihak First Media pun membalas beberapa keluhan itu. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan segera membereskan masalah ini.


"Selamat Siang First People. Mhn maaf atas ktdknyamanannya. Sdg terjadi gangguan service internet Link Internasional. Memaksimalkan proses perbaikan tersebut. Thanks," sebut First Media.


"Selamat siang First People. Mhn maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini terjadi problem internet slow jaringan link internasional ya. Sudah dalam pengecekan dan penanganan tim jaringan kami, kami upayakan agar bisa segera normal kembali ya. Terima kasih," demikian pernyataan senada mereka ke pengguna yang lain.


Tapi gangguan ini tidak melanda semua pengguna First Media. Tunisa, seorang pegawai swasta yang bermukim di wilayah Bogor, mengaku jaringan First Media di rumahnya sejauh ini berjalan lancar. "Internet First Media saat ini lancar tanpa halangan," katanya.

https://tendabiru21.net/movies/patient-seven/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar