Minggu, 12 April 2020

Ssst..Ini Cara Gratis Keliling Kuala Lumpur

 Nanti bila kamu liburan ke Kuala Lumpur, naiklah bus ini. Kamu bisa gratis keliling Kuala Lumpur lho.

Kamu berencana mengunjungi Kuala Lumpur? Negara Malaysia tentunya menjadi pilihan kita orang Indonesia selain harga tiket yang di tawarkan lebih terjangkau budaya, makanan dan dana yang dikeluarkanpun tidak semahal jika kamu berlibur ke wilayah Asia tengah seperti Jepang, Korea serta tidak membutuhkan Visa jadi cukup menghemat waktu kamu untuk mengurus liburanmu.
Yuk! Intip tips hematnya keliling kota Kuala Lumpur seharian di artikel ini

Cara berkeliling Kuala Lumpur dengan hemat selain menggunakan transportasi umum kamu bisa manfaatkan fasilitas yang telah di sediakan oleh pemerintah Malaysia yaitu Bus Go KL, selain gratis di dalamnyapun cukup nyaman, bersih ada fasilitas Wifi di setiap Bus dan melewati beberapa tempat wisata yang cukup populer juga loh seperti Musium Negara, Masjid Negara, KL Tower, Petronas, pusat perbelanjaan Bukit Bintang dan masih banyak lagi.

Bus Go KL dibedakan menjadi 4 warna berbeda yaitu ada Merah (Red), Biru (Blue), Hijau (Green), Ungu (Purple) setiap warna memiliki rute kawasan berbeda dan semuanya gratis! untuk membedakan bus apa yang kamu pakai kamu bisa lihat tulisan di layar depan bus karena semua busnya sama, jadi bukan dilihat dari warna busnya melainkan tulisan yang ada di depannya. Bus ini selalu berhenti di setiap stasiun pemberhentian dan tidak begitu lama menunggu sekitar 5-10 menit jadi cukup mudah dan tidak membuang waktu terlalu banyak.

Lalu, bagaimana jika kita menggunakan Bus Go KL dari KL Central menuju kawasan Bukit Bintang? mudah saja, kamu cukup menaiki Go KL Red dan berhenti di Medan Mara setelah itu kamu transfer ke bus Blue. Guna mempermudah rute yang di lewati setiap bus kamu bisa download mapsnya di https://www.klia2.info/buses/bus-operators/go-kl-city-bus/ atau lihat di setiap stasiun pemberhentian.

Pagi yang Asyik di Tepian Sungai Mahakam

Menikmati pagi di Sungai Makaham harus kamu coba. Setelah lelah, kamu harus nikmati soto di sana. Segar!

Sebelum berangkat ke Samarinda untuk mengikuti Forum Manajemen Indonesia tahun lalu, saya memiliki pemikiran apa yang bisa saya lihat dan nikmati di Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut.

Tentu saja karena waktu saya tidak banyak, maka saya mencari informasi apa yang bisa dilakukan di pagi hari, atau di malam hari. Adakah tempat yang khas di Samarinda, kebetulan acara yang harus saya ikuti adalah di Hotel Bumi Senyiur yang berada di pusat Kota Samarinda.

Ternyata tempat saya menginap tidak jauh dengan Tepian Sungai Mahakam. Pikiran saya langsung beriniat 'esok pagi saya akan jalan-jalan menuju tepian Sungai Mahakam, sekaligus melihat geliat kehidupan pagi di Samarinda.

Pagi hari sekitar pukul 6 pagi, saya mulai berjalan menuju tepian Sungai Mahakan dengan berjalan kaki mengikuti petunjuk google map. Sepanjang jalan saya melihat para pedagang buah, sayur dan toko kelontong mulai menata barang dagangannya, namun banyak juga agaknya pedagang yang masih tutup.

Sesampai di tepian Sungai Mahakam saya melihat para pedagang sayur dan buah di tepi Sungai dan beberapa warung yang didirikan di tepi sungai yang sebagian bangunannya berada di atas air (jasa jadi ingat tepian sungai Barito Banjarmasin). Sebenarnya kawasan ini bisa lho dijadikan tempat wisata yang dikelola dengan baik.

Saya berkenalan dengan Bapak tukang perahu, mereka sambil menawarkan jasa untuk menyeberang sungai Mahakam dengan tarif Rp 100 ribu pergi-pulang. Namun demikian karena saya memiliki agenda yang lain maka saat itu saya tidak menggunakan jasa beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar