Selasa, 14 April 2020

Kisah Haru Pria yang Bantu Wanita Penyandang Disabilitas Saat Pandemi Corona

Pandemi Corona membuat beberapa negara memberlakukan kebijakan lockdown. Saalah satunya di Malaysia, namun kebijakan ini nampaknya tak mudah bagi sebagian kalangan.
Mengutip World of Buzz, seorang wanita penyandang disabilitas harus menjalani hari-harinya seorang diri di tengah pandemi ini. Untungnya ada pria yang berbaik hati membantu wanita tersebut.

Pria yang diketahui bernama Khairul Zulkefli, membagikan cerita ini dalam laman Facebooknya. Ia menggambarkan betapa prihatinnya kondisi wanita tersebut.

Dalam laman Facebooknya, terlihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda listrik akan melakukan perjalanan ke supermarket. Namun ia tidak menggunakan masker.

Lantas pria yang diketahui sebagai tentara, saat itu langsung memberi dan membantunya mengenakan masker bedah dan sarung tangan.

Dalam caption postingannya tersebut ia menulis, "Bibi ini disabilitas, dia ingin pergi ke supermarket, tapi dia tidak punya masker. Jadi kami memberinya masker dan sarung tangan. Dia pergi sendirian untuk membeli bahan makanan, dia tidak punya siapa pun untuk membantu. Dia juga hanya membeli bahan makanan karena dia baru saja menerima pembayaran bantuan keuangan. Semoga beban hariannya berkurang," tulisnya.

Wanita ini diketahui hidup sendirian dengan kucing kesayangannya. Dia tidak memiliki anak atau anggota keluarga untuk membantu kebutuhannya sehari-hari.

Dalam video yang beredar terdengar wanita itu menjawab Khairul yang bertanya bertanya apakah dia bersama orang lain di rumah.

"Aku punya kucing," jawabnya.

4 Fakta Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Sebelum Meninggal

Tanah air kembali berduka. Musisi berbakat Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) di usia 44 tahun karena mengidap meningitis.
Meningitis adalah radang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya. Tidak hanya pada orang dewasa, meningitis juga bisa menyerang bayi dan segala usia.

Berikut fakta mengenai meningitis dikutip dari berbagai sumber.

1. Tipe meningitis
Ada 4 jenis meningitis, meski infeksi virus dan bakteri adalah penyebab paling umum. Contoh lainnya adalah cryptococcal, atau meningitis jamur dan meningitis parasit yang disebabkan oleh parasit yang ditemukan di tanah, tinja, dan beberapa hewan seperti siput, ikan mentah, atau unggas.

2. Ada vaksinnya
Terdapat vaksin untuk beberapa jenis meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Meningitis meningokokus yang disebabkan oleh Neisseria meningitidis, adalah salah satu jenis yang memiliki vaksin. Meski infeksi virus penyebab meningitis lebih umum, meningitis bakteri bisa lebih berbahaya jika tidak didianosis dan ditangani dengan cepat.

Untuk alasan itu, dua vaksin utama meningitis ditujukan untuk penyebab bakteri. Jenisnya adalah vaksin konjugat meningokokus dan vaksin MenB. Efek samping dari vaksin meningitis termasuk kemerahan dan rasa terbakar di tempat suntikan. Menggigil, sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan juga mungkin terjadi.

3. Cara pengobatannya
Pengobatan meningitis ditentukan dari penyebabnya. Meningitis bakteri membutuhkan rawat inap segera. Diagnosis dini dan perawatan akan mencegah kerusakan otak dan kematian. Meningitis bakteri diobati dengan antibiotik intravena.

Meningitis jamur bisa diobati dengan antijamur. Meningitis parasit dapat melibatkan satu atau lebih pengobatan untuk menangani infeksinya.

Meningitis virus dapat sembuh sendiri. Meski demikian dalam beberapa kasus, meningitis virus juga diobati dengan antivirus intravena.

4. Beberapa jenis meningitis menular
Meningitis virus dapat menular melalui kontak langsung misal dari droplet orang yang sakit saat bersin atau batuk. Meningitis bakteri juga dapat menular terutama jika penyebabnya meningitis meningokokus. Sekolah, pusat penitipan anak, barak militer, rumah sakit, dan asrama perguruan tinggi adalah lokasi penyebaran meningitis yang paling sering.

Selain itu, meningitis jamur, parasit dan non-infeksi tidak menular.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar