Rabu, 15 April 2020

Catat! Kit Rapid Test Rumahan Tak Akurat untuk Deteksi Corona

Para ilmuwan saat ini mempertanyakan efektivitas alat rapid test rumahan yang dirancang untuk mendeteksi virus Corona COVID-19. Bahkan disebut tidak ada satupun alat tes tersebut yang bekerja dengan baik.
Profesor Sir John Bell, dari Universitas Oxford, mengatakan kit pengujian atau alat rapid test yang telah dia periksa tak ada satupun yang memenuhi kriteria uji yang baik. Sir John mengatakan akan diperlukan setidaknya satu bulan sebelum tes antibodi untuk bisa mengatakan tesnya bekerja dengan baik atau tidak.

"Sedihnya, tes yang kita lihat sampai saat ini belum berkinerja baik. Kami melihat banyak negatif palsu dan kami juga melihat positif palsu," ujarnya dikutip dari CNBC Internasional.

Pandangannya ini senada dengan penuturan Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular dari Amerika Serikat yang menyebut hasil dari rapid test harus divalidasi, karena akan menyesatkan jika hanya menginterpertasi sendiri.

Temuan Inggris hadir selang beberapa hari setelah pemerintah Spanyol mengatakan mengirim kembali kit rapid test yang tidak akurat, yang mereka beli dari perusahaan Eropa yang memesan alatnya dari China.

Berbeda dengan tes swab, rapid test yang digunakan dengan antibodi untuk memeriksa COVID-19 mirip tespek kehamilan, dengan hasil pada serangkaian garis. Hanya perlu 20 menit untuk menyelesaikan tes tersebut sehingga banyak yang melakukannya di rumah.

Secara teori, rapid test bisa memberi tahu apakah orang sudah memiliki virus, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun keefektivitasannya disebut sangat rendah.

Sir John Bell menambahkan bahwa negara-negara lain harus mengirim kembali tes kit yang gagal dan ada kemungkinan bahwa beberapa tes tidak dapat diandalkan dan dapat memiliki hasil positif palsu yang dipicu oleh virus lain yang menghasilkan antibodi serupa dengan COVID-19.

Nol Kasus Baru untuk Pertama Kalinya, Bagaimana Taiwan Hadapi Pandemi Corona?

Pertama kalinya Taiwan melaporkan nol kasus baru virus Corona COVID-19 pada Selasa (14/4/2020). Menteri Kesehatan Chen Shih-ching mengatakan ini adalah pertama kalinya Taiwan tidak memiliki kasus baru dalam 36 hari.
Mengutip harian Taiwan News, hingga kini Taiwan memiliki 393 kasus virus Corona COVID-19, 6 kematian, dan 124 pasien sembuh. 338 di antaranya dilaporkan imported case.

Padahal berdasarkan laporan Anadolu Agency, Taiwan sendiri belum melakukan 'lockdown' dan kehidupan di sana relatif berjalan normal. Sekolah dan bisnis-bisnis berjalan seperti biasanya. Namun protokol kesehatan setempat mengimbau warga agar selalu mengenakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Taiwan dinilai berhasil dalam mengendalikan masa krisis wabah Corona. Presiden Tsai Ing-wen juga dipuji karena kepemimpinannya sangat menentukan selama krisis Corona tersebut.

"Pada Januari lalu, ketika muncul tanda awal munculnya penyakit itu, dia (Presiden Tsai) memperkenalkan 124 langkah untuk menahan penyebaran, tanpa harus menggunakan 'lockdown' yang umumnya dilakukan di negara lain," kata sebuah artikel di Majalah Forbes.

Taiwan pun disebut berhasil menjaga pasokan alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer sehingga tidak langka dan mahal di pasaran. Taiwan belajar dari pengalaman saat menghadapi SARS pada 2003 silam, ia mengambil semua pasokan masker di negara itu saat wabah Corona mulai menyebar di China.

Tak hanya itu, bahkan Taiwan disebut sempat mengingatkan WHO terkait penularan virus Corona dari manusia ke manusia pada 31 Desember lalu, tetapi tak mendapat respons yang diharapkan.

"WHO malah mendukung penolakan China terhadap penularan dari manusia ke manusia sampai 21 Januari. WHO juga terlihat meremehkan ancaman global. Sementara Taiwan tetap melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menahan virus, menguji, melacak kontak, dan menegakkan karantina," kata laporan itu.

Hingga Rabu (15/4/2020), virus Corona telah menginfeksi hampir 2 juta orang di dunia yaitu sebanyak 1.998.111 orang di lebih dari 200 negara. Sebanyak 126.604 kematian dan 478.659 sembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar