Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta tambahan anggaran penanganan wabah COVID-19 tahun ini sebesar Rp 5,2 triliun. Selain itu BNPB juga meminta tambahan untuk Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 2 triliun.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, usulan tambahan anggaran penanganan COVID-19 dalam rangka untuk percepatan penanganan pandemi. Dirinya pun sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait usulan tersebut.
"Dalam rangka penanganan COVID-19 kami juga telah menyampaikan usulan anggaran tambahan sebesar Rp 5,2 triliun kepada Menteri Keuangan melalui surat Kepala BNPB nomor B76/KA BNPB/ PR.04.02/03/2021 tanggal 4 Maret 2021 yang akan digunakan antara lain untuk percepatan penanganan pandemi COVID-19," ucapnya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (16/3/2021).
Tambahan anggaran sebesar itu juga kata Doni akan digunakan untuk pembiayaan tracing, testing dan penyediaan alat kesehatan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
Sementara untuk DSP, Doni mengusulan untuk tambahan dana sebesar Rp 2 triliun. DSP sendiri digunakan untuk penanganan berbagai bencana.
"Usulan tambahan DSP itu belum termasuk kebutuhan untuk tunggakan pembiayaan penanganan karhutla tahun lalu 2020 sebesar Rp 1,3 triliun yang masih dalam proses review di BPKP," ucapnya.
Anggaran DSP sendiri pada 2021 ditetapkan di awal sebesar Rp 250 miliar. Hingga saat ini sudah disalurkan sebesar Rp 178,5 miliar yang digunakan untuk penanganan bencana banjir, tanah longsor, puting beliung di berbagai tempat serta kegiatan operasional.
"Masih terdapat estimasi kekurangan dana untuk penuhi kebutuhan mendesak penangan bencana sebesar Rp 209 miliar," tutupnya.
https://cinemamovie28.com/movies/a-letter-from-death-row/
Google Jajaki Kemungkinan Produksi Pixel di India
Google berencana untuk memboyong lebih banyak perangkat Pixel ke India dalam waktu dekat, juga tengah menjajaki kemungkinan untuk memproduksi perangkat tersebut di sana.
Seorang eksekutif Google menyebut mereka akan menghadirkan penerus Pixel 4a dalam jumlah banyak di India, tentunya setelah perangkat tersebut diluncurkan -- kemungkinan pada Juni 2021.
Selain itu, Google juga disebut tengah menjajaki kemungkinan produksi Pixel di India. Produksi tersebut ditujukan untuk penjualan di India serta juga untuk diekspor, demikian dikutip detikINET dari GSM Arena, Sabtu (13/3/2021).
Tahun 2020 lalu Google meningkatkan jumlah stok Pixel 4a-nya di India, yang disebut laris manis karena harganya yang 'agresif'. Mereka menyadari kalau Pixel 4a dijual di kelas harga yang pasarnya sangat besar, yaitu di antara USD 412 sampai USD 550.
Karena itu juga Google tak meluncurkan Pixel 4a 5G dan Pixel 5 di India, dan sebelumnya juga tak merilis Pixel 4 dan Pixel 4 XL, meski alasannya berbeda. Duo Pixel 4 itu tak dirilis karena fitur Motion Sense yang tak bisa dipakai di negara tersebut.
"Buat apa kami merilis ponsel yang mahal saat warga India tak bisa menggunakan 5G. Biaya hardware (yang tinggi) membuat varian 5G tak diluncurkan di India," ujar eksekutif tersebut.
Nah, untuk 2021 Google berencana untuk meningkatkan pangsa pasarnya secara global lewat pasar India. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan penerus Pixel 4a dalam jumlah besar di India.
"Ambisi kami adalah untuk bisa tersedia di lebih banyak segmen harga di pasar ponsel India. Kami juga ingin memainkan nilai brand di segmen ponsel. Kesadaran akan Pixel sudah mulai ada di pasar saat ini," tambahnya.
Untuk 2021 ini ada sejumlah rumor mengenai Pixel baru yang akan dirilis. Salah satunya adalah ponsel Pixel dengan layar lipat, yang kabarnya akan memakai layar OLED berukuran 7,6 inch dan dipesan dari Samsung Display.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar