Pangsa pasar ekspor senjata global Amerika Serikat (AS) naik menjadi 37% selama lima tahun terakhir. Tidak hanya AS, negara lain seperti Prancis dan Jerman juga mengalami peningkatan.
Dikutip dari BBC, Selasa (16/3/2021), pertumbuhan impor senjata terbesar terlihat di Timur Tengah. Hampir setengah atau 47% dari ekspor senjata AS pergi ke Timur Tengah, dengan Arab Saudi saja menyumbang 24% dari total ekspor senjata AS.
AS sekarang memasok senjata ke 96 negara bagian sambil meningkatkan pangsa penjualan senjata globalnya selama periode lima tahun. Prancis sendiri meningkatkan ekspor senjata utamanya sebesar 44%, sementara Jerman memperluas ekspornya sebesar 21%.
Sejauh ini, penjualan senjata internasional tetap stabil antara 2016 dan 2020 dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Ekspor Israel dan Korea Selatan sama-sama meningkat secara signifikan, meskipun keduanya tetap menjadi pemain yang relatif kecil dalam ekspor senjata.
"Pada puncak pandemi pada tahun 2020, beberapa negara menandatangani kontrak besar untuk senjata utama," kata peneliti senior Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (Sipri), Pieter Wezeman.
Timur Tengah adalah pasar senjata dengan pertumbuhan tercepat, mengimpor 25% lebih banyak pada 2016-20 dibandingkan dengan periode lima tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar datang dari Arab Saudi (61%), Mesir (136%) dan Qatar (361%).
Asia dan Oseania adalah kawasan pengimpor senjata utama terbesar, menerima 42% dari transfer senjata global. India, Australia, China, Korea Selatan dan Pakistan adalah importir terbesar di kawasannya.
Rusia dan China sama-sama mengalami penurunan ekspor senjata, meskipun kedua negara tetap menjadi pemasok utama ke negara-negara di sub-Sahara Afrika. Ekspor senjata oleh Rusia turun 22%, sebagian besar disebabkan oleh penurunan ekspor senjata ke India sebesar 53%.
"Meskipun Rusia baru-baru ini menandatangani kesepakatan senjata besar baru dengan beberapa negara dan ekspornya mungkin akan meningkat lagi secara bertahap di tahun-tahun mendatang, Rusia menghadapi persaingan yang kuat dari AS di sebagian besar kawasan," kata peneliti Sipri Alexandra Kuimova.
Sementara, ekspor senjata dari China turun 7,8%. Pakistan, Bangladesh, dan Aljazair adalah penerima senjata China terbesar.
https://cinemamovie28.com/movies/letter-from-the-dead/
BNPB Surati Sri Mulyani Minta Tambahan Anggaran COVID-19 Rp 5,2 T
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta tambahan anggaran penanganan wabah COVID-19 tahun ini sebesar Rp 5,2 triliun. Selain itu BNPB juga meminta tambahan untuk Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp 2 triliun.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, usulan tambahan anggaran penanganan COVID-19 dalam rangka untuk percepatan penanganan pandemi. Dirinya pun sudah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait usulan tersebut.
"Dalam rangka penanganan COVID-19 kami juga telah menyampaikan usulan anggaran tambahan sebesar Rp 5,2 triliun kepada Menteri Keuangan melalui surat Kepala BNPB nomor B76/KA BNPB/ PR.04.02/03/2021 tanggal 4 Maret 2021 yang akan digunakan antara lain untuk percepatan penanganan pandemi COVID-19," ucapnya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (16/3/2021).
Tambahan anggaran sebesar itu juga kata Doni akan digunakan untuk pembiayaan tracing, testing dan penyediaan alat kesehatan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.
Sementara untuk DSP, Doni mengusulan untuk tambahan dana sebesar Rp 2 triliun. DSP sendiri digunakan untuk penanganan berbagai bencana.
"Usulan tambahan DSP itu belum termasuk kebutuhan untuk tunggakan pembiayaan penanganan karhutla tahun lalu 2020 sebesar Rp 1,3 triliun yang masih dalam proses review di BPKP," ucapnya.
Anggaran DSP sendiri pada 2021 ditetapkan di awal sebesar Rp 250 miliar. Hingga saat ini sudah disalurkan sebesar Rp 178,5 miliar yang digunakan untuk penanganan bencana banjir, tanah longsor, puting beliung di berbagai tempat serta kegiatan operasional.
"Masih terdapat estimasi kekurangan dana untuk penuhi kebutuhan mendesak penangan bencana sebesar Rp 209 miliar," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar