Tips untuk yang ingin mencoba ke Fujikyu Highland, berangkatlah naik bus arah Fujikyuu yang paling pagi dan pulang naik bus di jadwal terakhir. Karena jika ingin menaiki wahana yang terkenal, harus mengantre hingga dua jam karena memang serame itu. Jadi kalau tidak dari pagi sekali, tidak akan bisa menikmati semua wahananya.
Tetapi ada juga tiket terusan yang langsung masuk tanpa antri. Bisa dibilang tiket terusan VIP. Tapi harganya berkali lipat lebih mahal bahkan untuk orang Jepang. Mereka lebih banyak yang memilih tiket terusan biasa, karena aku hanya melihat satu dua orang yang menggunakan tiket terusan VIP.
Disamping tentang wisatanya, banyak hal yang menarik tentang Jepang. Seperti toilet yang hanya dapat ditemukan di Jepang. Toilet super canggih dengan banyak tombol, dan toilet canggih itu tersebar hampir diseluruh Jepang hingga Apato (kosan) temanku yang biasa saja, toiletnya sudah canggih.
Saat pertama kali menemukannya di Bandara Haneda, aku sampai berlama-lama di toilet hanya untuk mencari tahu fungsi dari masing-masing tombol. Ada tombol yang mengeluarkan suara tiruan bunyi alam seperti suara burung hingga air mengalir untuk menyamarkan suara buang air. Tekanan air dan posisi yang diinginkan untuk disemprot pun bisa diatur. Yang paling membuatku terjengkang dari kursi toilet adalah ada tombol yang dapat menyemprotkan angin. Fungsinya untuk mengeringkan (maaf) pantat. Rasanya sangat aneh, seperti telanjang lalu terkena angin dari kipas. Susah untuk menjelasakannya kalau tidak dicoba sendiri.
Menariknya saat aku ke Jepang awal bulan Maret adalah, aku bisa merasakan dua musim berbeda di dua tempat. Saat berada di Fujikyuu Highland aku bisa merasakan salju. Tetapi saat di Tokyo, aku bisa menemukan bunga Sakura yang mulai mekar. Aku dan sahabatku melakukan tantangan berburu bunga Sakura. Karena masih peralihan dari musim dingin ke mesim semi, maka di beberapa tempat seperti Tokyo sudah lebih dulu menyambut musim semi. Dari beberapa taman yang ada di Tokyo, kita memilih Taman Ueno, yang merupakan salah satu taman terbesar di Tokyo.
Kami berkeliling di berbagai sudut Taman Ueno sampai pegal. Tapi akhirnya membuahkan hasil. Kami bisa menemukan beberapa pohon Sakura yang mulai mekar. Memang tidak sebanyak jika sudah benar-benar masuk musim semi, tetapi merupakan kebanggaan tersendiri bahwa kita bisa menyaksikan mekar pertamanya.
Karena menurut orang Jepang, bisa menyaksikan yang 'pertama' merupakan sebuah berkah seperti merasakan salju turun pertama atau melihat sakura mekar pertama. Karena pada dasarnya orang Jepang menghargai hal-hal seperti itu dan memang beberapa hari sebelumnya masih belum ada yang tumbuh.
Pada bulan Maret aku ke Jepang bertepatan dengan musim kelulusan sekolah. Kebetulan teman dari sahabatku ada yang diwisuda dari akademi bahasa di Fujinomiya sehingga aku ikut ke sana menyaksikan acara kelulusan murid-murid internasional.
Itu adalah ruang paling internasional yang pernah aku datangi selain bandara karena banyak sekali murid internasionalnya sampai aku tidak bisa menebak lagi mereka dari mana. Ini merupakan pengalaman berharga bisa ikut mengenal teman-teman dari berbagai negara asia bahkan eropa. Bahkan kita juga diundang di pesta kelulusan mereka. Seru sekali bisa ikut merayakan pesta ter-internasional-ku seumur hidup.
Tentu saja ada yang menarik perhatianku saat pesta. Dia adalah lelaki korea selatan yang cute. Aku melihat gelagat teman-teman baruku itu mendekatkan kami. Hmm yah, dia lumayan.
Tetapi dia tidak bisa bahasa inggris dan aku kurang lancar berbahasa Jepang. Jadinya kita berkomunikasi dengan bahasa Jepang campur Inggris campur bahasa tubuh. Kalau diingat-ingat itu pengalaman yang lucu saat ingin menyampaikan 'permisi mau buang air besar di toilet' dengan bahasa tubuh. Dan harapan romantisme petualang perempuan ala drama-drama korea, pupus sampai disitu.
Walau aku tidak ikut tour trip bersama rombongan, aku ditemani sahabatku juga mendatangi sendiri beberapa tempat ikonik untuk mengabadikan momen, seperti Akihabara, Shinjuku, Harajuku, Meiji Jingu, dan Kaminorimon Sensoji yang terkenal dengan lentera merahnya yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar