Jumat, 17 Januari 2020

Menggapai Mimpi Liburan ke Jepang dengan Biaya Pas-pasan (4)

Sebenarnya aku ingin sekali bisa masuk ke Tokyo Sky Tree, tetapi karena tiket masuknya sangat mahal, aku membatalkan niat masuk ke sana. Sebagai gantinya, kita pergi ke Jembatan Asakusa. Disana bisa mendapatkan pemandangan Tokyo Sky Tree dengan jelas dan bangunan unik yang di atas gedungnya terdapat bentuk seperti gumpalan awan.  Jembatan Asakusa itu sendiri sudah indah dengan lampu-lampu merah yang menghiasi bawah jembatannya. Jika ingin mendapatkan pemandangan Tokyo yang indah dengan lampu-lampunya, lebih baik berangkat saat malam hari.

Dengan biaya yang terbatas, aku tetap bisa membawakan keluarga dan teman oleh-oleh. Untuk pakaian, tas, dan aksesoris lainnya, aku berburu di toko second hand, sedangkan untuk barang-barang unik dan camilan murah aku membelinya di Daisho, toko yang menjual semua barang seharga 200 yen. Tinggal seberapa pintarnya kita memilih harga dan kuantitas.

Perjalanan ini memang tidak mewah, namun ini merupakan perjalanan luar biasa yang tak akan kulupakan seumur hidupku. Bagaimana cara memilih lokasi wisata yang murah, mencari transportasi yang murah, bisa mendapatkan teman-teman baru dan pengalaman baru.

Sangat menyenangkan bisa memaksimalkan kunjungan wisata walau dana terbatas, terutama berkat campur tangan sahabatku yang berperan penting dalam merencanakan perjalanan ini. Karena traveling memang merupakan passion dalam diriku yang tidak bisa hilang. Walau sekarang sudah berkeluarga, namun jika ada kesempatan aku tidak akan melewatkan momen agar dapat traveling kembali.

Seperti saat aku sedang membaca berita-berita di detik.com, aku melihat artikel tentang sayembara traveling ke Dubai oleh Detik.com yang disponsori oleh Dubai Tourism Board. Jiwa ingin jalan-jalanku langsung muncul kembali.

Apalagi Dubai merupakan destinasi wisata yang banyak diincar para traveler karena Dubai memiliki pesona yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Terutama aku ingin sekali berada di lantai teratas Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di Dunia, dan menguji adrenalin dengan bersafari di Dessert Safari Dubai.

Aku sudah membayangkan betapa serunya menaiki unta dan mengendarai mobil 4 wheel di gurun pasir, dan yang pasti menikmati panorama gurun yang sangat indah. Lalu mengenal lebih dalam sisi lain Dubai di Bastaqia Quarter dengan bangunan-bangunan tuanya yang khas arab kuno, mengunjungi museum dan menikmati kopi khas arab. Tak lupa juga berfoto di Miracle Garden yang menakjubkan.

Membayangkannya saja sudah membuat adrenalinku membuncah, dan ingin segera bisa membagi pengalaman itu dengan orang-orang di sekitar.

Karena menurut orang Jepang, bisa menyaksikan yang 'pertama' merupakan sebuah berkah seperti merasakan salju turun pertama atau melihat sakura mekar pertama. Karena pada dasarnya orang Jepang menghargai hal-hal seperti itu dan memang beberapa hari sebelumnya masih belum ada yang tumbuh.

Pada bulan Maret aku ke Jepang bertepatan dengan musim kelulusan sekolah. Kebetulan teman dari sahabatku ada yang diwisuda dari akademi bahasa di Fujinomiya sehingga aku ikut ke sana menyaksikan acara kelulusan murid-murid internasional.

Itu adalah ruang paling internasional yang pernah aku datangi selain bandara karena banyak sekali murid internasionalnya sampai aku tidak bisa menebak lagi mereka dari mana. Ini merupakan pengalaman berharga bisa ikut mengenal teman-teman dari berbagai negara asia bahkan eropa. Bahkan kita juga diundang di pesta kelulusan mereka. Seru sekali bisa ikut merayakan pesta ter-internasional-ku seumur hidup.

Tentu saja ada yang menarik perhatianku saat pesta. Dia adalah lelaki korea selatan yang cute. Aku melihat gelagat teman-teman baruku itu mendekatkan kami. Hmm yah, dia lumayan.

Tetapi dia tidak bisa bahasa inggris dan aku kurang lancar berbahasa Jepang. Jadinya kita berkomunikasi dengan bahasa Jepang campur Inggris campur bahasa tubuh. Kalau diingat-ingat itu pengalaman yang lucu saat ingin menyampaikan 'permisi mau buang air besar di toilet' dengan bahasa tubuh. Dan harapan romantisme petualang perempuan ala drama-drama korea, pupus sampai disitu.

Walau aku tidak ikut tour trip bersama rombongan, aku ditemani sahabatku juga mendatangi sendiri beberapa tempat ikonik untuk mengabadikan momen, seperti Akihabara, Shinjuku, Harajuku, Meiji Jingu, dan Kaminorimon Sensoji yang terkenal dengan lentera merahnya yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar