Senin, 15 Maret 2021

WHO Tekankan Tak Ada Alasan untuk Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

 Beberapa negara Eropa seperti Denmark, Norwegia, dan Islandia menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca setelah muncul laporan pembentukan gumpalan darah pada beberapa orang yang telah menerima vaksin tersebut.

Bulgaria, menangguhkan penyuntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada 12 Maret, menjadi negara terbaru yang melakukannya.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menekankan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti memberikan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca kepada orang-orang. Reaksi WHO muncul setelah beberapa negara Eropa menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.


Menurut WHO, saat ini komite penasihat vaksin sedang memeriksa data keamanan yang masuk. Organisasi itu menekankan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin dan pembekuan darah.


"Ya, kita harus terus menggunakan vaksin AstraZeneca. Tidak ada indikasi untuk tidak menggunakannya," kata juru bicara WHO Margaret Harris, dikutip dari AFP.


"AstraZeneca adalah vaksin yang sangat baik, seperti juga vaksin lain yang sedang digunakan," lanjutnya.


Selain WHO, European Medicines Agency (EMA) juga mendukung penggunaan vaksin COVID-19 milik AstraZeneca. Pada hari Kamis, (18/3/2021), badan tersebut mengatakan bahwa manfaat mengambil vaksin COVID-19 lebih besar daripada risikonya.


AstraZeneca dalam pernyataannya mengatakan belum menemukan bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam dalam data keamanannya yang terdiri lebih dari 10 juta catatan.

https://kamumovie28.com/movies/love-nest/


Ilmuwan Mau Kirim 6,7 Juta Sampel Sperma dan Sel Telur Ke Bulan, Untuk Apa?


Para ilmuwan mulai menyusun rencana untuk membuat populasi baru. Rencana itu dimulai dengan membangun bank sperma dan sel telur, di Bulan.

Bank sperma tersebut akan menjadi gudang sel reproduksi, yang mereka sebut 'polis asuransi global modern', berisi sperma dan sel telur dari 6,7 juta spesies di Bumi, termasuk manusia. Gudang tersebut nantinya akan dibangun di bawah permukaan Bulan.


Para ilmuwan menyebut tujuan dari pembuatan bank sel reproduksi ini adalah untuk persiapan manusia dalam menghadapi krisis di Bumi seperti bencana alam, kekeringan, asteroid, dan potensi perang nuklir. Mereka mengatakan manusia harus bisa melestarikan kehidupan di tempat lain selain Bumi.


"Bumi adalah tempat yang mudah berubah. Karena ketidakstabilannya, penyimpanan di Bumi akan membuat spesimen rentan," kata Jekan Thanga, penulis penelitian 'Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark', dikutip dari NYPost.


Dalam pertemuan di Institute of Electrical and Electronics Engineers Aerospace Conference, Jekan Thanga dan rekan-rekannya dari Universitas Arizona, mengusulkan untuk memulai semacam eksodus planet dengan mendirikan gudang benih manusia di Bulan sesegera mungkin.


'Ark', atau 'bahtera' di Bulan disebut menjadi tempat yang sangat baik untuk menyimpan sel reproduksi makhluk hidup. Memiliki kedalaman 80-100 meter, tempat tersebut bisa menahan perubahan suhu drastis dan ancaman meteor juga radiasi.


"Kita masih bisa menyelamatkan manusia sampai kemajuan teknologi selanjutnya bisa memperkenalkan kembali spesies ini, dengan kata lain, simpan mereka untuk hari lai


Thanga mengatakan, ada banyak tumbuhan dan hewan yang kini terancam punah. Ia lalu menyebut letusan Gunung Toba di Indonesia 75.000 tahun lalu, sebagai alasannya. Peristiwa itu, kata dia menyebabkan periode pendinginan 1.000 tahun dan sejalan dengan penurunan keragaman manusia.


Thanga menambahkan bahwa dia 'terkejut' dengan betapa 'hemat biaya' misi tersebut. Untuk mengangkut 50 sampel dari setiap spesies (target 6,7 juta) dibutuhkan 250 peluncuran roket.


Sebagai perbandingan, 40 peluncuran diperlukan untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang berada di orbit rendah Bumi, yang berjarak jauh lebih dekat daripada Bulan.


"Ini tidak terlalu besar. Kami sedikit terkejut tentang itu," ungkapnya.

https://kamumovie28.com/movies/hangman-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar