Pemerintah melaporkan penambahan 5.414 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Selasa (16/3/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.430.458 kasus COVID-19.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 1.617, disusul dengan DKI Jakarta dengan 835 kasus, dan Jawa Tengah sebanyak 560 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Selasa (16/3/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 5.414 menjadi 1.430.458
Pasien sembuh bertambah 7.716 menjadi 1.257.663
Pasien meninggal bertambah 180 menjadi 38.753.
Tercatat sebanyak 75.626 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 60.415.
Sebaran 5.414 kasus baru Corona di Indonesia pada Selasa (16/3/2021), sebagai berikut:
Jawa Barat: 1.617 kasus
DKI Jakarta: 835 kasus
Jawa Tengah: 560 kasus
Jawa Timur: 291 kasus
Banten: 247 kasus
Kalimantan Timur: 244 kasus
Nusa Tenggara Timur: 193 kasus
Kalimantan Selatan: 191 kasus
DI Yogyakarta: 170 kasus
Riau: 117 kasus
Sulawesi Selatan: 117 kasus
Bangka Belitung: 91 kasus
Kalimantan Tengah: 83 kasus
Kalimantan Barat: 82 kasus
Sumatera Utara: 79 kasus
Bali: 77 kasus
Papua: 70 kasus
Sumatera Barat: 55 kasus
Sumatera Selatan: 55 kasus
Lampung: 43 kasus
Kalimantan Utara: 37 kasus
Jambi: 36 kasus
Maluku Utara: 27 kasus
Papua Barat: 27 kasus
Sulawesi Tengah: 24 kasus
Bengkulu: 15 kasus
Aceh: 10 kasus
Sulawesi Tenggara: 7 kasus
Maluku: 6 kasus
Gorontalo: 3 kasus
Kepulauan Riau: 2 kasus
Sulawesi Barat: 2 kasus
Nusa Tenggara Barat: 1 kasus.
https://cinemamovie28.com/movies/ambu/
Googlenya China Bangun Bisnis Semikonduktor AI Rp 28 T
Layanan pencarian seperti Google berasal dari China, Baidu mengumpulkan uang untuk membangun bisnis semikonduktor kecerdasan buatan (AI) senilai US$ 2 miliar setara Rp 28,8 T pada putaran pembiayaan pertama.
"Bisnis chip bernama Kunlun, milik Baidu baru-baru ini menyelesaikan putaran pembiayaan. Kami akan merilis lebih banyak informasi pada waktunya, "kata juru bicara Baidu, mengutip dari CNBC, Selasa (16/3/2021).
Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, putaran pendanaan dipimpin oleh CPE, manajemen aset China dan perusahaan ekuitas swasta. Selain itu, perusahaan modal ventura IDG dan Legend Capital juga terlibat. Lalu, perusahaan investasi Cina Oriza Holdings juga berpartisipasi dalam putaran tersebut.
Tidak jelas berapa banyak uang yang dikumpulkan Baidu, tetapi sumber itu mengatakan penilaian bisnis chip setelah pendanaan adalah US$ 2 miliar. Adapun rencana Baidu yang ingin mengumpulkan uang demi membangun perusahaan chip AI sendiri telah dilaporkan sejak bulan lalu.
Sekarang bisnis Kunlun telah mengumpulkan uang dan itu bisa membuka jalan bagi unit untuk dipisah-pisahkan, tetapi belum ada keputusan akhir yang dibuat.
Chip Ai sendiri dirancang untuk memproses data dalam jumlah besar yang dapat digunakan dalam aplikasi kecerdasan buatan. Suntikan uang tunai untuk bisnis Baidu dapat membantu perusahaan mengkomersilkan teknologinya.
Selain itu, bisnis itu bisa mendorong bisnis Baidu lainnya termasuk usaha mendirikan kendaraan listrik mandiri dengan Geely dan mengumpulkan uang untuk bisnis bioteknologi. Hingga kini Baidu yang paling dikenal sebagai raksasa pencarian China, masih sangat bergantung pada pendapatan iklan.
Sebagai informasi, semikonduktor dan AI adalah dua teknologi utama yang diharapkan China dapat meningkatkan keahlian dan kekuatan negara itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar