Rabu, 17 Maret 2021

Deretan Negara yang Tunda Vs Lanjutkan Vaksin AstraZeneca

 Laporan kasus pembekuan darah usai vaksinasi memicu langkah kehati-hatian dengan menunda pemakaian vaksin AstraZeneca. Meski organisasi kesehatan dunia (WHO) memastikan aman dan minta untuk dilanjutkan, beberapa negara terutama di Eropa memilih wait and see.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meyakinkan bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang berkaitan antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah. Meski begitu, WHO akan terus meninjau data keamanan dari vaksin tersebut.


Selain itu, European Medicine Agency (EMA) atau regulator obat di Eropa akan melakukan pertemuan pada Kamis (18/3/2021) mendatang untuk membahas isu tersebut. Mereka juga akan mengumpulkan informasi-informasi yang ada untuk memastikan apakah vaksin tersebut menjadi penyebab peristiwa tromboemboli ini.


Ada juga beberapa negara yang memilih tetap melanjutkan pamakaian vaksin COVID-19 AstraZeneca ini. Ini dilakukan setelah dibuktikan tidak adanya kaitannya antara vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah:


Beberapa negara yang melanjutkan vaksin AstraZeneca adalah sebagai berikut:


1. Australia

Australia memutuskan untuk melanjutkan program vaksinasi dengan vaksin COVID-19 AstraZeneca, meskipun banyak negara di Eropa yang menangguhkan penggunaannya di tengah isu pembekuan darah.


Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, pemerintah setempat dengan jelas, tegas, serta sangat mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca ini. Alasannya karena vaksin tersebut bisa membantu menyelamatkan nyawa.

https://kamumovie28.com/movies/p-s-i-love-you/


"Alasannya sangat sederhana, karena ini membantu menyelamatkan nyawa dan melindungi nyawa serta hal itu dilakukan atas dasar anjuran medis," kata Hunt.


"Hari ini, pemerintah telah memperbarui anjuran yang mendukung program vaksinasi tersebut dari Kepala Petugas Medis Australia (Paul Kelly), dari Administrasi Barang Terapeutik (TGA) Australia dan dari Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk imunisasi," lanjutnya.


Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly menyebut bahwa isu pembekuan darah ini tidak ada hubungannya dengan vaksin AstraZeneca.


2. Thailand

Thailand juga sempat menangguhkan pemberian vaksin AstraZeneca. Namun, negara tersebut kembali melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca pada masyarakat, dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menjadi yang pertama menerimanya pada Selasa (16/3/2021).


Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan dengan menjadi orang yang pertama disuntik vaksin AstraZeneca ini, ia berharap bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat umum terkait keamanan vaksin.


3. Indonesia

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan menunggu konfirmasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca.


"Agar konservatif, BPOM menunda implementasi AstraZeneca, karena menunggu konfirmasi dari WHO," ujarnya.


Selain itu, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, meluruskan bahwa penundaan distribusi ini bukan semata-mata karena adanya isu pembekuan darah usai disuntikkan vaksin AstraZeneca di Eropa.


"Kita tahu ada beberapa negara yang menunda sementara bukan membatalkan pemberian vaksin. Mengapa kemudian Kemenkes menunda dulu pendistribusiannya, ini dikarenakan kehati-hatian," katanya dalam konferensi pers daring, Selasa (16/3/2021).

https://kamumovie28.com/movies/to-all-the-boys-p-s-i-still-love-you/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar