Sabtu, 18 Januari 2020

Gara-gara Siput, Jaringan Shinkansen Jepang Kacau

Seekor siput diduga jadi penyebab jaringan kereta berkecepatan tinggi atau Shinkansen Jepang kacau. Kok bisa?

Seperti dilansir CNN, Rabu (26/6/2019), seekor siput kecil disalahkan atas masalah daya secara besar. Itu yang bikin sebagian dari jaringan rel Shinkansen Jepang terhenti bulan lalu.

Diperkirakan ada penundaan bagi 12.000 penumpang pada 30 Mei. Aliran listrik yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api JR Kitakyushu, di wilayah Kyushu selatan negara itu terputus.

Pemadaman terjadi selama waktu puncak perjalanan, yakni pukul 09.40. Hal itu memaksa perusahaan untuk membatalkan pengoperasian kereta sebanyak 26 kereta.

Jepang terkenal dengan jaringan Shinkansennya yang besar juga efisien. Transportasi ini beroperasi di seluruh Negeri Sakura dan mengangkut ribuan penumpang setiap hari.

Diketahui, bahwa selama pemeriksaan atas peralatan jaringan listrik, para insinyur perusahaan menemukan siput yang mati. Ukurannya hanya sekitar 2 hingga 3 centimeter.

Menurut juru bicara perusahaan, siput itu terbakar sampai mati setelah menyentuh kabel listrik yang menyebabkan kegagalan daya massal. Meski ditemukan pada 30 Mei, tak lama setelah pemadaman, alasan gangguan tidak terungkap selama lebih dari tiga minggu.

Media lokal pertama kali melaporkan penyebab tidak biasa dari kekacauan transportasi pada 22 Juni itu. Seorang juru bicara JR Kyushu mengatakan pada CNN bahwa siput itu masuk melalui celah di kotak listrik.

"Kami belum pernah mendengar pemadaman listrik yang disebabkan oleh siput dalam beberapa tahun terakhir," kata seorang juru bicara Shinkansen.

"Jika kami menemukan celah seperti itu saat memeriksa peralatan (di masa depan), kami akan memperbaikinya," pungkas dia.

Menyusun Pedoman Wisata Halal di Indonesia

Kemenpar (Kementerian Pariwisata) segera menyusun dan menyiapkan pedoman wisata halal. Itu akan jadi panduan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat menjadi pembicara dalam Pra Konvensi Nasional Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Indonesia di Hotel Hermitage Jakarta, Selasa, (25/6) kemarin mengatakan pihaknya optimistis panduan yang akan disusun tersebut akan berperan dalam mempercepat pertumbuhan wisata halal di Indonesia.

Pedoman wisata halal sendiri akan meliputi empat bidang yaitu destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan. Dalam penyusunan panduan, Kemenpar mengacu pada standar terbaik wisata dunia.

"Kita harus mengikuti strategi umum seperti pelayanan dan harga terbaik dan berlaku di dunia," ujar Arief seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut mengenai standar layanan pariwisata, Menpar menjelaskan pentingnya sertifikasi pariwisata halal bagi pelaku dan produk pariwisata. Sertifikasi dapat dijadikan sebagai jaminan halal bagi produk pariwisata yang diproduksi oleh para pengusaha.

"Untuk langkah awal ada empat bidang usaha yang akan disertifikasi yakni kuliner, hotel, biro perjalanan, dan spa. Sebaiknya para pelaku usaha tidak ragu untuk melakukan sertifikasi bagi bidang usahanya karena dengan demikian ada jaminan produknya halal dan sesuai dengan standar," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar