Sabtu, 18 Januari 2020

20 Negara dengan Biaya Hidup Tertinggi di Dunia

Berniat traveling ke suatu negara atau menetap di sana? Ketahui dulu biaya hidupnya. Siap-siap keluar uang banyak kalau pergi ke 20 negara ini.

Media bisnis Ceoworld merilis daftar berbagai negara dengan biaya hidup yang dinilai dengan sejumlah aspek. Setidaknya ada 118 negara yang dinilai dan diurutkan berdasarkan biaya hidup tertinggi hingga terendah.

Seperti dilihat detikcom dari situs resmi Ceoworld Rabu (28/6/2019) ada sejumlah cara dan metode untuk memperoleh data ini. Mereka mengumpulkan indeks harga konsumen, indeks biaya hidup, data nasional hingga laporan media internasional. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan yang dijadikan takaran.

Beberapa kebutuhan yang menjadi patokan adalah akomodasi, pakaian, tarif transportasi, internet, bahan makanan dan hiburan. Pemberian peringkat didasarkan pada lima metrik utama yakni biaya hidup, sewa, bahan makanan, makan di luar dan daya beli.

Data ini kemudian dikompilasi menjadi indeks, dengan menjadikan kota New York di AS yang terkenal mahal sebagai patokan. New York diberi skor indeks 100. Jadi negara dengan skor lebih tinggi dari 100, dinilai lebih mahal dari New York, maka semakin tinggi pula biaya hidupnya.

Ternyata, negara-negara Eropa masih merajai posisi 5 pertama. Hal ini dapat dilihat dari posisi pertama yang dimenangkan oleh Swiss. mendapatkan nilai 121, melebihi patokan 100 dari New York. Namun, kemampuan atau daya belinya mendapatkan nilai 129.

Posisi kedua diduduki oleh Islandia, disusul dengan Norwegia di posisi ke-3. Namun, di tengah Eropa, Bahama di Kepulauan Karibia menduduki posisi ke-4.

Sedangkan, 3 negara di Asia pun juga menduduki posisi 20 pertama. Yakni Jepang (6), Hong Kong (8) dan Korea Selatan (9).

Lalu, apa kabar dengan Indonesia? Tanah Air berada di posisi ke 84. Dari patokan 100, nilai biaya hidup Indonesia mendapat nilai 36,24. Posisi ini berada di bawah Rumania (83) dan di atas Rusia (88) serta Turki (90).

Berikut selengkapnya, 20 negara dengan biaya hidup tertinggi di dunia:


1. Swiss
2. Islandia
3. Norwegia
4. Bahama
5. Luksemburg
6. Jepang
7. Denmark
8. Hong Kong
9. Korea Selatan
10. Irlandia
11. Prancis
12. Belanda
13. Israel
14. Belgia
15. Finlandia
16. Selandia Baru
17. Australia
18. Austria
19. Swedia
20. Amerika Serikat
.
.
.
84. Indonesia.

Dilarang Bawa Mainan ke Pesawat, Anak Autis Sakiti Diri Sendiri

 Sungguh sedih kisah yang dialami anak autis ini. Oleh pihak maskapai, dia dilarang membawa mainan ke pesawat. Akibatnya, dia menyakiti diri sendiri.

Leyton Martin (8), adalah anak penderita autisme yang pergi liburan bersama dengan keluarganya ke Canary Island, Spanyol. Sepulangnya liburan dari Spanyol, Leyton mesti mendapati kenyataan pahit karena dia dilarang membawa tas berisi mainan favoritnya ke dalam pesawat.

Dia pun menangis dan tantrum hingga menggigit-gigit tangannya sendiri. Tangan Leyton pun mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Rabu (26/6/2019), Leyton diketahui naik pesawat Ryanair untuk pulang ke rumahnya di Manchester, Inggris. Saat check in, ibu Leyton bernama Claire sudah membayar sekitar 67 Poundsterling (setara Rp 1,2 juta) ke pihak maskapai untuk kelebihan bagasi.

Meski sudah membayar, tetapi petugas Ryanair menunjuk tas yang dibawa anaknya, Leyton. Kata petugas itu, tas tersebut tidak boleh dibawa masuk ke kabin pesawat karena bukan bagasi prioritas.

Claire pun berusaha menjelaskan kepada si petugas tadi bahwa tas tersebut berisi obat-obatan pribadi dan mainan Leyton, yang memiliki autisme. Tapi si petugas tetap tidak peduli.

Padahal Leyton sangat bergantung pada isi tas tersebut. Mainan-mainan sensorik di dalam tas itu bisa membantu Leyton untuk rileks sejenak dan meredakan rasa stressnya saat naik pesawat.

"Saya berusaha menjelaskan, bahwa anak saya, yang mengenakan kalung disabilitasnya, menyimpan iPad dan mainan-mainan sensorik di tas itu. Kami sangat membutuhkan itu untuk tetap membuatnya terhibur selama 5 jam penerbangan," kata Claire seperti dikutip dari The Sun.

Namun sayang, petugas Ryanair tidak mengizinkan Leyton membawa barang-barang yang ada di tas tersebut. Tas itu pun akhirnya dimasukkan ke dalam bagasi. Leyton pun tantrum dan menggigit tanganya sendiri hingga luka-luka. Sang ibu pun mengajukan komplain ke pihak Ryanair tapi tidak mendapatkan balasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar