Liburan musim dingin memang jadi impian wisatawan Indonesia, salah satu negaranya adalah Turki. Punya banyak destinasi menarik, inilah keindahan Turki.
Turki sudah lama menjadi tujuan liburan dan telah lama diagendakan, karena memang selain dana untuk pengeluaran disana banyak hal lain yang harus disiapkan.
Mata uang lyra harus saya siapkan sebelum berangkat ke sana, selain itu banyak perlengkapan seperti jaket, long john, kaos kaki, sepatu, tutup kepala dan juga sarung tangan.
Semua itu saya siapkan karena saat kesana Turki sedang mengalami musim dingin. Biasanya di bulan Desember, Januari dan Februari Suhunya bisa mencapai 0-19 derajat.
Benar saja setelah 11 jam perjalanan akhirnya saya tiba di Turki dengan disambut suhu yang sangat dingin akhirnya perlengkapanpun langsung saya kenakan.
Selama saya berada di sana saya berkunjung ke beberapa tempat di Turki di antaranya Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Masjid ini dikenal sebagai masjid biru karena interiornya berwarna biru.
Hagia Sophia atau Aya Sofya yaitu bangunan bekas gereja kemudian jadi masjid dan sekarang menjadi museum. Saya sangat terpana dengan keindahannya.
Saya juga sempat mengunjungi Topkapi Palace, yaitu istana di Istanbul yang saat ini menjadi museum.
Selama di Turki saya sempat mencoba makanan seperti donut agak besar dan agak alot untuk saya. Saat liburan ke sini kamu juga mesti mencicipi kebab dan teh khas Turki.
Liburan tidak lengkap kalau tidak membeli oleh-oleh, akhirnya mata pun kalap dengan membeli Turkish Blue Eyes (Nazar Bonjuk). Blue eyes adalah simbol yang paling populer di Turki. Simbol ini dipercaya sebagai penolak bala bagi kebudayaan Turki setempat.
Turkish Delight , membuat saya lupa diri yaitu oleh-oleh khas Turki yang bisa Anda pilih, yaitu cemilan manis yang terbuat dari gula dan tepung. Banyak rasa yang bisa di pilih ada buah, kacang pistachio.
Yang terakhir yang saya beli Teh Apel, teh khas di Turki yang merupakan salah satu yang populer di Turki. Teh ini memiliki aroma yang kuat dan rasa asam segar dari apel.
Teh ini sangat enak di sajikan panas atau dingin, dan sangat cocok untuk oleh oleh. Selamat mencoba.
Fenomena Alam di Kebumen: Lantai Dasar Samudera Purba
Kebumen ternyata punya saksi bisu fenomena alam yang menarik. Bahkan, disebut-sebut sebagai Lantai Dasar Samudera Purba.
Geopark Karang Sambung - Karang Bolong merupakan kawasan wisata alam dan pengetahuan di Kebumen Jawa Tengah. Situs bebatuan berumur lebih dari 100 juta tahun itu kini sedang dikembangkan agar menjadi kawasan geopark internasional.
Kawasan geopark tersebut terletak sekitar 30 km ke arah utara dari kota Kebumen. Jika ingin menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kendaraan pribadi atau pun angkutan umum jurusan Kebumen - Karang Sambung, setelah sampai di terminal Karang Sambung maka kita harus ganti angkot jurusan Sadang.
Sebelum menuju geopark, alangkah baiknya kita mampir dulu di Balai Peneliti dan Informasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indinesia (LIPI) Kebumen untuk mendapatkan informasi terkait kawasan geopark. Peneliti Utama LIPI, Chusni Ansori yang ditemui detikTravel di kantor menjelaskan sejarah kawasan tersebut. Beruntung, Chusni juga berkenan menemani detikTravel untuk menjelajahi geosite itu.
Sesuai dengan namanya, Karangsambung memiliki makna karang raksasa yang bersambung. Jika kita mencoba melihat lokasinya secara langsung, maka lokasi ini diyakini oleh para ahli sebagai lantai samudra purba yang muncul ke permukaan akibat adanya proses pergerakan lempeng bumi.
"Ya, kami menyebutnya sebagai lantai dasar samudera purba. Kawasan tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti geologi asal Belanda RDM Verbeek dan R Fennema pada sekitar tahun 1881," kata Chusni Ansori kepada detikTravel, beberapa waktu lalu.
Himpunan batuan beraneka ragam, jenis dan ukuran ditemukan di lokasi geosite ini. Ukurannya pun mulai dari yang kecil hingga batuan yang berukuran raksasa sebesar bukit tersebar di beberapa lokasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar