Sabtu, 07 Maret 2020

Ssst, Ini Kolam Renang Paling Fenomenal di Jepang

Di mata orang awam, kolam renang yang terletak di Jepang ini tampak biasa saja. Namun, maknanya berbeda bagi para traveler pria dewasa.

Bukan rahasia umum, kalau Negeri Sakura Jepang dikenal akan industri film dewasa atau yang populer disebut JAV. Terlepas dari itu, ada satu kolam renang legendaris yang sering jadi langganan lokasi pembuatan film dewasa. Boleh dikatakan, bahwa kolam renang ini telah banyak menemani traveler dewasa di masa mudanya.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (22/1/2019), ternyata kolam renang itu ada di salah satu gedung apartemen di bilangan Shinjuku, Tokyo seperti diberitakan media Jepang Kotaku.

Sekilas, kolam renang itu tampak biasa saja. Namun, di kalangan publik Jepang kolam renang itu kerap dijuluki 'that pool' hingga 'the usual pool' akibat terlalu sering jadi latar di film dewasa!

Berlokasi di dalam bangunan dengan salah satu sisinya yang dilapisi oleh dinding kaca menghadap ke arah luar, kolam renang berbentuk persegi panjang itu identik dengan warna biru. Desainnya pun begitu minimalis dan sangat khas Jepang.

Lebih lanjut, kolam renang itu diketahui sebagai properti dari pihak P-Studio yang menyewakan apartemen beserta fasilitas tersebut. Termasuk untuk pemotretan dan syuting film.

Ditelusuri lebih lanjut, kamar atau flat tersebut memiliki nama Hanazono Room. Siapa pun diperbolehkan untuk menyewa ruangan tersebut sesuai dengan durasi yang diinginkan. Bervariasi dari 1 jam, 3 jam, 6 jam hingga 12 jam.

Hanya mungkin karena sudah populer, harga sewanya pun boleh terbilang cukup mahal. Untuk 1 jam, harga sewanya adalah 22.000 Yen atau setara dengan Rp 2,8 juta. Yang paling mahal adalah paket 12 jam senilai 206.000 Yen atau setara dengan Rp 26,7 juta! Harga yang tak murah.

Itulah sedikit info akan keberadaan kolam renang legendaris di Jepang. Mungkin ada traveler yang tengah liburan di Jepang dan ingin menginap di apartemen dengan kolam renang tersebut? 

Rencana TN Komodo Mau Ditutup, Sudah Bikin Wisatawan Heboh

Rencana penutupan Taman Nasional (TN) Komodo di NTT ternyata sudah bikin wisatawan bertanya-tanya. Pelaku wisata pun bingung menjawabnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat rencananya akan menutup Taman Nasional Komodo selama 1 tahun. Didasari oleh kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

Muhammad Taher, seorang pelaku wisata dari Vidi Liveaboard di Labuan Bajo mengungkapkan, pemberitaan rencana penutupan TN Komodo sudah heboh di Labuan Bajo. Wisatawan sudah bertanya-tanya.

"Saya dengar sudah heboh beritanya. Tamu (wisatawan-red) pun sudah tanya-tanya," kata Taher kepada detikTravel, Selasa (22/1/2019).

Taher pun menerangkan kepada tamunya, itu masih sebatas wacana. Menurutnya, segala kebijakan regulasi taman nasional adalah kewenangan dari pemerintah pusat.

"Pemerintah harus memikirkan lagi kalau mau menutup Taman Nasional Komodo karena menyangkut hidup banyak orang di Labuan Bajo dan di Pulau Komodo," terang pria asli Pulau Komodo ini.

Hingga kini, aktivitas wisata di Labuan Bajo menurut Taher masih normal seperti biasa. Dia menjelaskan, tiap tahun kunjungan wisatawan terus meningkat termasuk turis mancanegara.

"Pelaku-pelaku wisata di Labuan Bajo bisa rugi kalau Taman Nasional Komodo ditutup. Masyarakat di sini pun mau makan apa?" pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar