Senin, 13 Januari 2020

Pecinta Anggrek Wajib Datang ke Sini: Orchid Forest Lembang

Berwisata ke Lembang, jangan lupa ke taman anggrek yang satu ini. Dijamin, tersihir dengan keindahannya!
Tidak hanya memiliki berbagai spot foto yang instagramable, Orchid forest Cikole merupakan salah satu pusat konservasi tanaman langka di Indonesia.dam memiliki berbagai macam koleksi anggrek dari dalam dan luar negeri.

Koleksi anggrek langka di Orchid forest bisa ditemukan di dalam semacam green house bernama Orchid House. Untuk memasuki tempat ini, tidak dikenakan tambahan biaya lagi. Selain anggrek yang cantik dan langka, terdapat spot foto menarik yang tidak boleh dilewatkan di dalam orchid house ini.Di dalam Orchid house, kita bisa menemukan berbagai macam jenis anggrek, mulai dari anggrek yang biasa kita temui, sampai anggrek-anggrek langka dari Indonesia maupun negara lain.

Untuk anggrek langka ditempatkan dalam sebuah kotak pelindung khusus yang transparan, sehingga kita masih bisa mengagumi keindahan anggrek yang tersimpan di dalamnya.Saya cukup terkesima saat mengagumi anggrek di tempat ini, sebab banyak anggrek yang baru kali ini saya temui dan memiliki berbagai bentuk yang unik, seperti anggrek selop yang menyerupai sebuah selop atau sepatu yang merupakan tanaman endemic Jawa Timur, dan Jade Slipper Orchid yang biasa ditemukan di Vietnam Utara dan China, yang bunganya memiliki wangi raspberry.

Tidak hanya orchid forest yang memiliki koleksi bunga yang cantik dan indah, impian saya, suatu hari nanti ingin rasanya bisa berkunjung ke Dubai, karena sebagaimana Orchid forest yang memiliki berbagai koleksi anggrek, di Dubai terdapat Miracle Garden, yang dulunya merupakan hamparan padang pasir, namun disulap menjadi taman dengan berbagai jenis bunga yang sangat indah dan mempesona.Dubai Miracle Garden merupakan taman bunga seluas 72.000 meter persegi dan memiliki 50 juta bunga yang tersebar di seluruh kawasannya. Terdapat berbagai instalasi taman yang cantik dan menarik, dan tidak hanya bunga, ada juga butterfly garden yang menampung lebih dari 35.000 spesies kupu-kupu.

Pulau Padar, Keindahan Alam TN Komodo yang Ikonik

Berwisata ke TN Komodo, tidak lengkap rasanya tanpa ke Pulau Padar. Nah, apalagi di saat tumbuhan sedang hijau-hijaunya.
Taman Nasional Komodo merupakan salah satu situs yang masuk kedalam 7 (tujuh) keajaiban dunia. Taman Nasional Komodo ini merupakan kepulauan yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu, Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau kecil lainnya. Nah, Pulau Padar sendiri memiliki luas sebesar 14,09 kilo meter persegi, yang merupakan padang savana di daerah perbukitan. Bukit-bukit yang menjulang dan membentuk semenajung serta dibaluti oleh savana ini, jika dilihat dari ketinggian pulau padar ini terlihat sangat menawan, terdapat tiga semenajung pantai yang diapit oleh beberapa bukit yang indah.

Pulau Padar yang letaknya tidak begitu jauh dari pulau komodo, merupakan salah satu destinasi andalan di Labuan Bajo, betuknya yang menawan berupa beberapa semenajung yang membentuk garis pantai dan diapit oleh beberapa bukit yang indah, nah savanna yang tumbuh di pulau padar ini bisa berubah warna loh, warna coklat jika musim kemarau tiba dan warna hijau jika musim hujan. Waktu saya berkunjung pada bulan Maret 2019 lalu, di Labuan Bajo sedang musim hujan jadi saat berkunjung ke Pulau Padar rumput disana berwarna hijau.

Labuan Bajo merupakan sebuah destinasi yang mungkin ada di list beberapa Traveller, contohnya saya yang menjadikan Labuan Bajo sebuah destinasi yang mesti dikunjungi, mungkin mesti pintar memilih jadwal keberangkatan dilihat dari waktu kunjungan minimal harus lima hari di Labuan Bajo, belum lagi tiket pesawat yang agak tinggi, jadi mesti pintar memilih waktu kunjungan dan mempersiapkan budget yang tidak sedikit.

Pertama, ketika saya berkunjung ke Labuan Bajo khususnya ke Taman Nasional Komodo, yang dibenak saya adalah berkunjung ke Pulau Padar. Saat tiba di Bandara Internasional Komodo, cuaca kurang bersahabat mungkin karna masih dalam musim hujan kali ya, jadi pas mendarat disambut engan rintikan hujan. Waktu itu menunjukan pukul empat sore, yang semula saya berencana melihat sunset di dermaga ternyata gagal, jadi memutuskan untuk beristirahat di hotel sampai besok pagi.

Saat pagi tiba, saya dan teman saya berkumpul didermaga untuk mulai sailing (istilah untuk menjelajah pulau-pulau di Taman Nasional Komodo), setelah menjelajah di Pulau Komodo, sekitar jam sebelas siang saya langsung mengunjungi Pulau Padar, Pantai yang luas dan dermaga yang terbuat dari kayu, secara bergantian perahu yang membawa penumpang berhenti disana, sebelum saya tracking menuju puncak di pulau padar, saya dan teman-teman lainnya diberi arahan dan peraturan yang mesti ditaati di pulau ini, seperti sampah pelastik atau botol minum pelastik diharap untuk dapat dibawa kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar