Beberapa waktu lalu viral ajakan untuk menyerbu Area 51 di dunia maya. Merupakan salah satu pusat militer AS, tak sedikit kontroversi yang meliputinya.
Bermula dari sekadar candaan, ajakan untuk mendatangi Area 51 secara massal ternyata mendapatkan sambutan sangat besar. Sejauh ini, sudah ada sejuta netizen yang menyatakan ingin ikut 'menyemarakkan' penggerudukan untuk mencari alien tersebut.
Bertajuk 'Storm Area 51, They Can't Stop All of Us', peminat diminta bersama menyambangi Area 51 pada 20 September 2019 mulai pukul 3 subuh.
"Kita semua akan bertemu di atraksi turis Area 51 Alien Center dan mengkoordinasikan kita masuk," tulis penggagas event tersebut.
Terlepas dari candaan tersebut, Area 51 memang menyimpan rahasia hingga legenda yang dikait-kaitkan dengan UFO. Namun, apakah itu mitos atau fakta?
Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (16/7/2019), media Washington Post pernah memberitakan informasi akan 'program UFO' di Area 51 menurut keterangan Pentagon akhir tahun 2017 silam.
Dijelaskan, program yang diberi nama Advanced Aviation Threat Identification Program tersebut merupakan kelanjutan program investigasi pemerintah akan fenomena UFO yang terjadi beberapa kali di rentang tahun 1950 dan 1960.
Salah satu konspirasi terbesar Area 51 yang paling populer adalah rumor akan keterlibatan pemerintah AS yang menyimpan alien serta pecahan kapalnya saat tahun 1947 silam.
Saat itu, seorang petani bernama William 'Mac' Brazel menemukan kepingan metal di Roswell. Kala itu ia memberitahu sheriff yang memanggil militer, di mana mereka membawa serpihan itu dengan kendaraan baja. Informasi itu pun terdengar ke khalayak dan menimbulkan rasa penasaran publik Amerika.
Fakanya, Area 51 merupakan lokasi ujicoba pesawat milik Amerika Serikat saat Perang Dunia Kedua. Menurut media Reuters, sejumlah aset militer 'rahasia' AS seperti pesawat mata-mata A-12 serta pesawat jet stealth F-117 pernah diuji di sana.
Hanya saja, kenyataan itu agaknya tak pernah bisa memuaskan rasa penasaran netizen akan Area 51. Malah, sampai ada Jalan Raya Alien yang berada dekat Area 51.
Ritual Penyucian Diri Suku Tengger, Probolinggo
Warga Suku Tengger melakukan upacara penyucian diri atau Ritual Melasti sebelum Yadnya Kasada. Harapannya manusia dijauhkan dari bencana.
Jelang Upacara Yadnya Kasada, Umat Hindu Suku Tengger di lereng Gunung Bromo melakukan Ritual Melasti atau Pembejian, di Pura Luhur Poten, Selasa (16/7/2019).
Ritual Melasti dilakukan sebagai bentuk penyucian diri, sebelum melaksanakan Ritual Yadnya Kasada yang merupakan upacara adat Umat Hindu Suku Tenger, yang diselenggarakan setiap tahun hari ke empat belas bulan Kasada.
Melasti di lereng Bromo, tepatnya di Pura Luhur Poten digelar sekitar pukul 10.00 dan selesai pukul 02.00 WIB.
Dalam prosesinya, warga Suku Tengger berjalan dari Pura menuju ke Watu Dukun yang merupakan user-user atau tempat setana anak pertama Joko Segger dan Roro Anteng, dimana merupakan dipercaya leluhur warga setempat.
Sampai di Watu Dukun warga Suku Tengger lantas menggelar ritual keagamaan, dan setelahnya kembali menuju ke Pura Luhur Poten.
Disebutkan Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, dalam Melasti kali ini diharapkan umat manusia diberi kesejahteraan, keselamatan, kedamaian dan dijauhkan dari segala rintangan dan bencana.
Selain itu hubungan serasi manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia.
"Jadi inti Melasti merupakan keharmonisan antara manusia, tuhan, alam dan sesama manusia," terang Bambang.
Disebutkan Bambang, jika dalam Ritual Melasti sendiri diikuti oleh warga dari 4 Kabupaten meliputi Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.
"Jadi rangkaian jelang upacara Yadnya Kasada ini ada 4 tahapan, mulai Mendak Tirta, Melasti, Pawedalan Pura dan puncaknya ritual Kasada," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar