Untuk warga Jakarta dan sekitarnya, ada kegiatan menarik untuk liburan sekolah anak. Yaitu ada program edukatif seru kemping di bawah laut. Mau ikutan?
Waktu liburan sekolah sudah sebentar lagi. Masa liburan merupakan waktu yang berharga untuk mengisi dengan kegiatan yang menarik dan memberikan pengalaman seru untuk anak-anak.
Salah satu destinasi yang bisa kamu kunjungi untuk liburan sekolah di Jakarta adalah Taman Impian Jaya Ancol. Ada program kemping di bawah laut yang seru untuk kamu yang masih sekolah.
Dari rilis yang diterima detikcom, Senin (24/6/2019) Camping Under The Sea merupakan program terbaru dari Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra yang akan dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 6 dan 7 Juli 2019. Program ini menggabungkan rekreasi, edukasi dan konservasi dalam satu rangkaian kegiatan yang menyenangkan.
Ini sebabnya disebut Camping Under The Sea karena peserta berkesempatan menginap di dalam Sea World Ancol, di antara akuarium-akuarium ikan laut. Selama 2 hari 1 malam peserta akan menjelajahi Sea World, Ocean Dream Samudra dan Ancol Taman Impian.
Anak-anak dengan usia 6-12 tahun bisa mengikuti program ini sebagai peserta dan akan melibatkan volunteer dari mahasiswa untuk bergabung bersama menjadi New Explorer.
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah pengalaman bermalam di Sea World Ancol, barbeque, mengikuti program cinta lingkungan dengan konservasi kerang hijau di pantai Ancol, serta berbagai kegiatan dan games yang edukatif dan seru.
"Program ini bertujuan untuk menanamkan nilai konservasi dan pentingnya untuk mencintai dan menjaga lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ungkap Rika Sudranto selaku VP Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra.
Tiket program khusus liburan sekolah anak ini bisa dibeli di website www.ancol.com seharga Rp 700 ribu per anak. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk kawasan Ancol Taman Impian, Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra untuk peserta serta peralatan kemping dan konsumsi selama acara.
Peserta cukup membawa baju ganti serta obat-obatan pribadi apabila dibutuhkan. Perlu menjadi catatan bahwa peserta program ini akan didampingi oleh kakak-kakak volunteer sehingga tidak perlu didampingi lagi oleh orangtua ataupun keluarga.
Berhubung kuotanya terbatas, keluarga yang tertarik bisa segera daftar. Nikmati liburan sekolah dengan kegiatan edukatif yang seru.
Pramugari: Penumpang Lebih Berbahaya Dibanding Turbulensi
Turbulensi pada pesawat adalah momen yang cukup mengejutkan. Namun bagi pramugari, yang berbahaya bukanlah turbulensi, melainkan para penumpang pesawat.
Pada saat pesawat mengalami turbulensi, pasti para penumpang akan kaget apalagi jika pesawat bergoyang cukup lama. Mungkin momen turbulensi adalah momen yang menakutkan bagi penumpang dan awak pesawat. Namun fakta lain diungkapkan oleh awak pesawat.
Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Senin (24/6/2019) seorang mantan manager kru pesawat Virgin Airlines, Ally Murphy mengatakan dengan lugas bahwa turbulensi bukanlah momen yang menyulitkan bagi mereka. Melainkan kelakuan para penumpang yang membuat mereka 'kesulitan' alias merasa terancam.
Para awak pesawat sering menerima perlakukan tidak pantas dari para penumpang. Mulai dari perlakukan kasar sesama penumpang, kekerasan verbal hingga kekerasan fisik.
Awak kapal seringkali berhadapan dengan permasalahan penumpang yang sangat sulit mengikuti aturan. Namun para awak kapal telah dilatih untuk berhadapan dengan beragam suasana.
Murphy menceritakan bagaimana pengalamannya dahulu tatkala berhadapan dengan seorang lelaki yang terbang bersama istrinya. Lelaki ini mencampur wine dengan obat tidur dan dia membawanya ke dalam pesawat.
Tentu saja setelah minum wine ini dia mabuk berat. Benar saja, dia mulai berkeliling mencuri semua sepatu penumpang dan mencobanya. Setelah itu dia duduk kembali dan tidak lagi mengenal istrinya yang duduk di sebelahnya.
Lelaki mabuk ini semakin bertingkah dengan mencoba membuka pintu pesawat. Tanpa pikir panjang para awak pesawat pun melompat dan menahannya. Lelaki ini pingsan, dan para kru pun memberikan pertolongan pertama.
Selain itu Murphy juga menceritakan bahwa banyak dari teman-temannya diserang oleh penumpang. Permasalahannya sepele, salah satunya karena penumpang kesal dengan pesawat yang delay.
Ceritanya pada saat itu pesawat mengalami keterlambatan karena ada salah satu awak pesawat yang memberikan pertolongan CPR pada seorang pria. Penumpang ini tidak terima dan mengucapkan sumpah serapah kepada awak pesawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar