Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2019 lalu, Grab berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata menghadirkan terobosan moda transportasi lokal ikonik dengan target wisatawan mancanegara lewat GrabBajay. Ini merupakan layanan bajaj online yang disuguhkan oleh Grab.
Dalam acara peresmian yang berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mencoba memesan GrabBajay melalui aplikasi di ponsel. Namun ia tak sempat menaiki kendaraan klasik tersebut. Arief pun mengenang masa-masa saat terakhir kali naik bajaj.
"Saya terakhir naik bajaj sekitar 30 tahun yang lalu, di Jakarta Timur waktu itu di daerah Kampung Rambutan," kata Arief di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Senin (24/6/2019).
Ia berterima kasih kepada Grab Indonesia karena telah berinisiatif meluncurkan transportasi ikonik di Jakarta. Arief berharap adanya GrabBajay ini bisa memudahkan pendapatan para pengemudi dan menjadi daya tarik wisatawan.
"Wisatawan mancanegara suka sesuatu yang ikonik. Saya yakin katakanlah GrabBajay akan menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan saat mengunjungi Indonesia," ungkapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut yakni Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan, dan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata. Grab juga sempat melakukan konvoi bajaj mengelilingi kawasan Kota Tua. Perjalanan dimulai dari Museum Bank Indonesia lalu melaju ke Toko Merah dan belok kanan kembali ke Stasiun Jakarta Kota dan kembali lagi ke tempat awal.
Sebagai everyday super app, Grab berkomitmen untuk menghadirkan solusi transportasi yang dapat memberikan dampak positif bagi mitra pengemudi dan pengguna.
Oleh karena itu, dengan kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata Indonesia, kehadiran GrabBajay dapat menjadi solusi yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke Indonesia.
Sarat Nuansa Budaya, Menpar Ikut Promosikan Festival Teluk Jailolo
Keseruan Festival Teluk Jailolo 2019 ternyata ikut dipromosikan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dukungan dari menteri lulusan telematika di University of Surrey itu disampaikan dalam akun Instagram resminya pada Minggu (23/6).
"Sobat Wisata yang masih ada di Halmahera, Maluku Utara, rangkaian Festival Teluk Jailolo 2019 masuk dalam Calendar of Events Pariwisata Nasional. Silakan sekalian eksplorasi 5 top kuliner dan destinasi di sana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/6/2019).
Ia menjelaskan, Festival Teluk Jailolo yang digelar di Halmahera Barat pada 24-29 Juni 2019 ini sangat kental dengan nuansa budaya. Festival ini juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal Halmahera Barat dan Maluku Utara.
"Budaya itu semakin dilestarikan, semakin bernilai. Akan semakin tinggi nilai jualnya di mata wisatawan. FestivaI Teluk Jailolo sudah membuktikannya. Ini event tahunan yang sangat terjaga," paparnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, Festival Teluk Jailolo mempunyai banyak sub-event yang bisa diikuti.
"Agenda Festival Teluk Jailolo sangat padat. Ada ritual Sigofi Ngolo, Jailolo Kitchen, gelar seni budaya Halmahera Barat, atau ekspedisi Talaga Rano, ekspedisi Burung Bidadari," ungkapnya.
Kegiatan lain yang bisa diikuti dalam event ini adalah Kirab Budaya Pranata Adat, Ritual Penaikan Atap Sasadu, Fun Dive Teluk Jailolo, dan Ceremony Puncak Festival Teluk Jailolo Sasadu on The Sea yang akan diisi penampilan dari Glenn Fredly.
Ada juga salah satu agenda yang tidak boleh terlewatkan, yakni trip bagi fotografer mancanegara, khususnya untuk hunting berbagai fotografi selama festival ini berlangsung.
Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh. Ricky Fauziyani, Festival Teluk Jailolo menjadi salah satu atraksi terbaik di timur Indonesia.
"Wilayah timur Indonesia mempunyai banyak event yang keren. Event yang bisa membuat seluruh wisatawan berdecak kagum karena mampu memadukan atraksi budaya dengan keindahan alam khas Indonesia Timur. Dan suguhan ini juga yang disajikan di Festival Teluk Jailolo," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar