Sebagai negeri dengan kepulauan terbanyak, Indonesia kerap kali disebut sebagai surganya wisata bawah laut. Banyak pemandangan indah dan menakjubkan di bawah laut Indonesia. Seperti yang baru-baru ini disuguhkan di Kota Batam.
Kepri Coral namanya, destinasi wisata baru yang sedang hangat di bahas para wisatawan asing dan lokal ini menawarkan berbagai pengalaman bawah laut yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati pemandangan indah bawah laut tanpa harus berenang.
Dalam agenda Famtrip Pasar Filipina yang digelar Kemenpar dan KBRI Manila, Kepri Coral berhasil membuat takjub 11 agen perjalanan wisata Filipina. Semua wisatawan aktif memainkan gadget untuk mendapatkan spot foto instagramable.
Melodia Tan Sellers asal Filipina misalnya, ia mengungkapkan ketertarikannya dengan keindahan yang ditawarkan oleh Kepri Coral. Menurutnya, Kepri Coral menjadi tempat yang baik untuk berwisata bagi warga Fiilipina.
"Sangat bagus. Ini pas untuk market Filipina," tutur Melodia Tan, dalam keterangannya Minggu (25/6/2019).
Sama dengan Melodia, Elassim Tagana seller Filipina ini juga merasa Kepri Coral memiliki banyak tempat yang bagus untuk diabadikan di media sosial. Ia menilai untuk tempat tersebut sangat tepat untuk kalangan milenial yang ingin berwisata.
"Banyak spot bagus. Pas dengan selera milenial. Cocok untuk diposting di media sosial," kata Elassim
Kepri Coral memang tergolong destinasi baru. Soft launching baru dilakukan pada Januari 2019. Meski demikian untuk urusan pesona, destinasi baru ini tergolong memiliki penunjang yang baik mulai dari restoran apung, kolam renang sampai akuarium bawah laut yang memiliki keindahan tersendiri di dalamnya.
Dari pemandangan bawah laut pengunjung bisa melihat ikan warna warni dan beragam terumbu karang. Bagi yang menyukai water sport terdapat berbagai pilihan yang bisa dicoba, seperti jet ski, perahu canno, dan sepeda air yang bisa dimainkan di pantai.
Menurut Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, destinasi wisata Kepri Coral akan terus dikembangkan untuk memberikan kesan yang baik sehingga bisa menjadi pilihan wisata.
"Destinasinya terus dikembangkan. Sekarang tamu juga bisa menginap di beberapa kamar unik, bentuknya seperti rumah dome Teletubbies, sehingga bisa memberikan experience baru," ujarnya
Menteri Pariwisata Arief Yahya tak ragu mengundang para penghobi menyelam dari Filipina untuk menyaksikan keindahan bawah laut di Kepri Coral.
"Yang punya sertifikat menyelam silakan datang. Yang hobi fotografi bawah laut juga boleh liburan di Kepri. Ada banyak objek menarik di underwater Kepri Coral," kata Arief
"Semua potensi underwater di Kepri Coral sudah world class. Silakan datang dan buktikan sendiri," tutup Arief.
Tren Traveling di Masa Depan: Teknologi yang Personal
Majunya teknologi kian memudahkan dan mengubah perilaku traveler. Teknologi dan traveling menjadi tak terpisahkan. Mau tahu seperti apa di masa depan?
Hal itu pun diungkapkan dalam riset terbaru Amadeus, satu dari 10 besar perusahaan teknologi yang bergerak dalam sistem distribusi global (Global Distribution System) dalam perbincangan dengan sejumlah rekan media di kantornya, UOB Building, Jakarta, Senin (24/6/2019).
Menurut GM Amadeus untuk Indonesia, Andy Yeow dalam paparannya, traveler dunia tak terkecuali Indonesia akan mengalami perubahan tren traveling. Dari yang dahulu masih konvensional, mulai bergeser ke online dengan bantuan teknologi walau tak sepenuhnya.
"Traveler tidak lagi hanya online atau offline, tapi disatukan oleh keduanya," ujar Andy membuka presentasinya.
Apabila di masa lalu traveler cenderung menentukan pilihan traveling lewat retail seperti pemandu wisata dan travel agent, kini mulai berubah dengan hadirnya Online Travel Agency (OTA) yang bisa diakses dari ponsel di genggaman tangan.
Namun, pergeseran tren traveling dari yang tadinya tradisional ke online tak serta merta terjadi begitu saja. Dijelaskan oleh Andy, baik retail atau pun OTA perlu bersinergi untuk menawarkan pengalaman traveling terbaik bagi pelanggannya.
"Pemandu wisata (retail) masih penting bagi traveler dan belum tergantikan oleh teknologi online. Retail harus bisa meningkatkan kualitas pemandu wisata," ujar Andy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar