Salah satu seni traveling ke Jepang adalah dengan berwisata naik kereta. Di Yokohama, ada stasiun kereta api yang dekat laut. Indah bangeh deh.
Adalah Stasiun Umi-Shibaura di Yokohama, Kanagawa Prefektur, yang digadang-gadang sebagai salah satu stasiun terindah di Jepang. Dilihat detikcom dari situs Japan Rail Pass, Senin (17/6/2019), traveler bisa langsung melihat laut dan Teluk Tokyo dari stasiun tersebut.
Secara teknis, stasiun tersebut memang berlokasi di zona industri milik Perusahaan Toshiba yang terletak persis di samping laut. Stasiun itu pun berdiri di atas lahan privat yang hanya terbuka bagi karyawan dan tamu perusahaan Toshiba.
Atas keunikannya tersebut, traveler pun tak dizinkan keluar dari area stasiun. Namun, traveler tetap diperbolehkan berkeliling di area stasiun yang disebut sebagai 'hidden gem' para pecinta kereta api.
Media lokal Sora News 24 pun berujar, bahwa stasiun kereta Umi-Shibaura tak ada ubahnya dengan adengan di film animasi Spirited Away keluaran Studio Ghibli. Yang pernah menonton filmnya pasti tahu.
Selain bisa melihat laut dan mengagumi Teluk Tokyo, traveler juga bisa mampir ke Taman Umi-Shibaura yang dikelola oleh pihak Toshiba. Hanya saja, area ini terbuka untuk tamu.
Buka dari pukul 09.00-20.30 waktu setempat, taman ini dilengkapi dengan bangku taman hingga toilet umum. Malah konon kabarnya sunset dari spot ini begitu indah dan menawan.
Untuk mencapainya, traveler bisa naik kereta jalur Tsurumi Line dari Tokyo menuju Keihin Industrial Zone. Stasiun Umi-Shibaura pun berada di jalur terakhir.
Keluar Dari Sungai, Kepala Buaya Ini Tertancap Pisau
Aligator merupakan buaya endemik dari Benua Amerika. Tiba-tiba saja ada seekor buaya yang keluar dari sungai dengan sebuah pisau menancap di kepalanya.
Amerika punya aligator sebagai hewan endemik. Bedanya dengan buaya Asia, aligator punya moncong yang lebih pendek.
Kemunculan Aligator di sungai atau rawa di Amerika merupakan hal yang biasa, seperti yang diintip detikcom dari CNN, Senin (17/6/2019). Salah seorang warga, Erin Weaver melihat seekor aligator di Sungai Houston, Texas.
Weaver tak menyangka bahwa aligator yang dilihatnya akan membuatnya terkejut. Begitu si aligator keluar dari permukaan sungai, sebuah pisau terlihat menancap di kepalanya.
Melihat itu, Weaver bukannya takut tapi justru kasihan. Weaver langsung menghubungi agensi margasatwa di Texas.
"Tampaknya seperti pisau steak yang mencuat dari kepalanya," ujar Weaver.
Weaver menambahkan bahwa penyerangan aligator sangatlah jarang. Bahkan Weaver dan tetangganya tidak pernah melihat ada aligator yang bertindak agresif atau menyerang penduduk.
"Aku merasa seseorang sengaja melakukan ini," kata Waever.
Peneliti buaya Frank Mazzotti memberikan keterangan terkait pisau yang menancap di kepala aligator tersebut. Kulit buaya ditutupi oleh osteodermata, atau lempeng bertulang yang mirip dengan kulit kura-kura, yang bertindak sebagai pelindung tubuh.
Bisa dibilang, pisau tersebut hanya akan melukainya tapi tidak membunuhnya. Karena darah reptil mengandung sifat-sifat antibiotik, yang mempercepat proses penyembuhan dan menyebabkan kerusakan substansial seperti luka-luka daging belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar