Tanah Papua selalu punya cara untuk membuat wisatawan jatuh cinta. Yang luar biasa dari Raja Ampat adalah Danau Karawapop.
Raja Ampat tidak pernah berhenti menunjukkan pesonanya. Julukan sebagai surga kecil di Bumi memang sangat cocok diberikan pada Papua. Bagimana tidak, tidak hanya terkenal akan gugusan pulaunya yang cantik dan indah, bahkan ada pulau yang memiliki bentuk hati di atasnya. Dikenal sebagai danau cinta. Siapa tidak langsung jatuh cinta akan tempat ini.
Danau Cinta atau oleh masyarakat setempat disebut danau Karawapop, karena berada di kawasan geosite Karawapop. Konon katanya spot ini ditemukan oleh orang asing yang sedang menikmati liburannya menjelajahi pulau-pulau yang ada di Misool.
Danau Cinta (Kawarapop) ini memang berada di kepulauan Misool. Sebelah selatan dari Raja Ampat. Untuk bisa tiba di sini, traveler harus naik kapal selama 4 jam dari pelabuhan Sorong. Setelah itu akan tiba di pelabuhan yang terdekat dengan pulau ini, yaitu pelabuhan Yellu.
Biasanya di pelabuhan Yellu inilah traveler akan bisa menemukan speedboat yang menawarkan wisata ke danau cinta. Jika mau lebih mudah traveler dapat mengikuti open trip yang memang sekarang sudah banyak yang membuka destinasi ke Misool.
Singkat cerita setibanya di dermaga yang menjadi pintu masuk ke danau Cinta ini, maka pengunjung akan dikenai biaya masuk sebesar 70.000 ribu rupiah dan 75.000 ribu untuk wisatawan asing.
Selanjutnya kita harus mendaki selama kurang lebih 30 menit untuk menuju puncak. Hal ini membuktikan bahwa untuk menemukan cinta itu memang butuh perjuangan.
Tapi tenang karena sudah ada tangga papan yang dibangun traveler menjadi lebih mudah menuju atas. Sesampainya di puncak, maka kita akan dibuat melongo dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Jadi ada gambar hati yang terbentuk di atas lautannya. Bukan buatan manusia, namun lukisan dari Sang Pencipta.
Di atas sudah terdapat satu spot yang dibangun yang membuat kita bisa menikmati keindahan bentuk cinta alami dari ketinggian. Wah, rasanya takjub dan gak percaya akan pemandangan yang saya lihat. Sungguh indah!
Sepertinya hal ini akan kembali saya rasakan jika memiliki kesempatan mengunjungi negara futuristik Dubai bersama Dream Destination. Menikmati kecanggihan kota Dubai dari ketinggian dengan cara sky diving adalah hal yang sangat saya impikan.
Meskipun saya memang cukup takut akan ketinggian, namun menikmati keindahan dari ketinggian adalah hal yang membuat kita bisa melihat keindahan dari sisi yang tidak biasa. Hemm, semoga impian ini dapat terwujud.
Taman Wisata Anggrek yang Cantik Banget di Mamasa
Pencinta bunga, tentu bakal senang ke tempat yang satu ini. Mamasa di Sulawesi Barat, punya taman anggrek unik nan cantik di tengah sawah.
Tempat wisata di Mamasa, Sulawesi Barat belum banyak dikenal orang. Salah satunya Mamasa Orchid, di desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. Kawasan wisata ini hanya berjarak 1 kilometer dari pusat kota Mamasa, dapat dijangkau baik dengan menggunakan motor atau mobil.
Mamasa Orchid menawarkan keindahan warna-warni bunga anggrek di lokasi pembudidayaan yang terletak di tengah areal persawahan. Tempat ini juga menawarkan keindahan panorama alam khas pedesaan yang memanjakan mata.
Pengunjung yang datang dapat menikmati keindahan warna-warni bunga anggrek. Menariknya lagi, mereka juga bisa belajar langsung bagaimana cara merawat bunga anggrek yang baik dan benar dari para ahlinya.
Bukan hanya itu, pengunjung juga bisa membeli bunga anggrek, dengan harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung dari jenis anggreknya. Tidak mengherankan, jika dalam sebulan sekelompok pemuda yang menjadi pengelola, mampu mengumpulkan pundi-pundi uang hingga belasan juta rupiah.
Apalagi, peminatnya tidak hanya dari kalangan lokal saja, tetapi juga dari luar daerah hingga internasional. Ide agrowisata anggrek ini, berawal dari keisengan saat foto bunga anggrek yang diposting pada media sosial mendapat banyak respon positif dari warganet,
"Sejak saat itu saya berpikir untuk menekuni budidaya bunga anggrek, yang terus berkembang seperti sekarang ini," ujar pengelola Andre Sambokaraeng.
Untuk menarik perhatian wisatawan, Andre dan pemuda lainnya yang terlibat dalam pembudidayaan bunga anggrek ini, membangun sejumlah gazebo termasuk menyiapkan sejumlah spot foto kekinian,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar