Lapangan Gasibu bukan hanya cocok untuk berolahraga. Di salah satu sudutnya terdapat sebuah perpustakaan yang bisa bikin pengunjungnya betah berlama-lama.
Lapangan Gasibu kini bukan hanya menjadi tempat yang asyik bagi orang-orang yang menyukai olahraga. Di salah satu sudut Lapangan yang berada tepat di seberang Gedung Sate ini terdapat satu perpustakaan kecil yang dapat dikunjungi oleh orang-orang yang suka membaca buku.
Berada di pojok Lapangan Gasibu dekat dengan pertigaan Jalan Surapati dan Jalan Gazebo, bangunan perpustakaan mungil berbentuk setengah lingkaran itu diresmikan oleh Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2016. Untuk pengelolaanya, perpustakaan ini berada di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat.
Sebelum memasuki area perpustakaan ini pengunjung harus mengisi buku tamu dan menyimpan barang bawaan seperti tas, helm, atau jaket kedalam loker. Terdapat sekitar 30 loker yang disediakan di perpustakaan ini. Selain itu jangan lupa untuk melepas sepatu atau sendal dan menyimpannya di rak.
Masuk ke area perpustakaan terdapat meja dan kursi yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin membaca buku. Di sisi lainya terdapat sepuluh unit komputer yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk membaca buku elektronik.
Setelah itu, berderet rak-rak buku yang diisi beragan jenis buku mulai dari buku anak-anak, remaja, umum hingga ensiklopedia. Koleksi bukunya tidak terlalu banyak mengingat ruangan perpustakaan ini yang kecil. Walaupun tempatnya kecil penataan ruangan perpustakaan ini terlihat sangat baik ditambah dengan banyaknya jendela baik itu yang yang menghadap ke Lapangan Gasibu maupun jalan sekitar menjadikan ruang ini tidak terasa sempit.
Menpar Kebut Geopark Kaldera Danau Toba Dapat Stempel UNESCO
Dalam kunjungan ke Danau Toba, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta progress perkembangan UNESCO Global Geopark (UGG) yang ditargetkan tahun 2019 dapat terealisasi. Menurutnya, agar menjadi destinasi kelas dunia, maka perlu stempel yang dari lembaga dunia.
"Pilihan buat Danau Toba adalah status UGG, agar levelnya naik dan diakui dunia," kata Arief, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).
Dalam kunjungannya ke The Kaldera Danau Toba, Kamis (18/7/2019) itu, Arief menjelaskan bahwa untuk menjadi destinasi kelas dunia, maka 3A-nya juga harus standar internasional.
"Khusus Atraksi, Danau Toba harus berkelas dunia. Potensinya sangat kuat, nature-nya kuat, culture-nya ada, event buatan juga sangat kuat. Komitmen Pak Presiden Jokowi untuk pariwisata juga sangat serius, dan sudah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas," ungkapnya.
Selain Danau Toba, lanjut Arief, yang masuk super prioritas sekarang ada 5, yakni Danau Toba Sumatera Utara, Borobudur Joglosemar, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo Komodo NTT dan KEK Likupang Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara.
"Kalau atraksinya sudah kelas dunia, diakui dunia, maka mudah untuk mempromosikan di pasar-pasar utamanya," papar Arief.
Sambil menunggu status UNESCO Global Geopark, Arief minta agar The Kaldera Danau Toba ini segera running. Ajak pihak ketiga untuk mengelola secara professional dan memang sudah punya pengalaman bergerak di sana.
Menurutnya, jika kawasan The Kaldera mulai ramai dikunjungi orang, punya pemandangan instagramable dan banyak spot selfie, maka bisnis pariwisata akan hidup. Setelah itu investor akan semakin tertarik mengembangkan usahanya di The Kaldera juga.
"Kalau kita bisa membayangkannya, maka kita pasti bisa mewujudkannya. Begitu pun prinsip dalam membangun ekosistem pariwisata di sini," tuturnya.
Adapun terkait akses, lanjut Arief, Bandara Silangit sudah internasional, dan sedang diperbesar terminalnya. Panjang runway juga sudah dibangun untuk pesawat berbadan menengah. Tol Kualanamu-Tebing Tinggi sudah beroperasi. Tebing TInggi-Parapat diperlebar, ditambah inner ring road dan outer ring road. Selain itu ada juga empat pasang dermaga di Samosir dan Pulau Sumatera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar