Sabtu, 08 Februari 2020

Ini Jadinya Kalau Karyawan Disneyland Unjuk Rasa

Ini amat jarang terjadi. Para karyawan taman rekreasi Disneyland di Paris melakukan aksi demo. Tisu-tisu toilet pun bertebaran.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (4/4/2019) baru-baru ini para pengunjung taman rekreasi Disneyland Paris di Paris, Prancis dikejutkan oleh tisu-tisu toilet dan berbagai sampah di depan pintu masuknya. Jumlahnya sangat banyak!

Rupanya, itu merupakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para karyawan Disneyland Paris. Tepatnya, aksi itu dilakukan oleh petugas kebersihan yang merasa gaji mereka terlalu kecil.

Untungnya, pihak taman rekreasi Disneyland Paris langsung bergerak cepat untuk membersihkan tisu-tisu toilet yang bertebaran dan mengarahkan turis. Aksi demonstrasi itu pun ramai dibicarakan di media sosial.

Beberapa netizen menyayangkan hal tersebut. Mereka menilai, aksi yang dilakukan karyawan Disneyland Paris tidak tepat karena dilakukan di kawasan taman rekreasinya dan mengganggu turis.

Lain sisi, tak sedikit juga netizen yang mendukung aksi demonstrasi itu. Mereka menilai, itu merupakan hak asasi setiap orang.

"Mereka adalah pekerja yang memperjuangkan gaji mereka untuk mendapat yang lebih baik," tulis salah satu komentar netizen di Twitter.

Pihak Disneyland Paris meminta maaf kepada turis atas ketidaknyamanan. Kabarnya, demonstrasi tersebut juga sudah diselesaikan dengan baik-baik.

Deep and Extreme 2019, Ada Promo Wisata Selam dan Kampanye Lingkungan

Pameran Deep and Extreme 2019 kembali digelar untuk yang ke-13 kalinya di JCC. Tema yang diusung adalah bersih, nyaman, aman dan nyaman untuk berwisata.

Hal itu pun diungkapkan oleh Presdir Deep and Extreme, Dharmawan Sutanto saat press conference acara di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (4/4/2019).

"Use less plastic, itu tema yang digunakan oleh Putri Selam Indonesia. Tema pameran ini Indonesia yang bersih, aman dan nyaman untuk berwisata," ujar Dharmawan.

Diakui oleh Dharmawan, dewasa ini isu lingkungan dan kebersihan turut menjadi perhatian bagi para pelaku wisata selam dan dunia. Pameran tahun ini pun kembali hadir untuk mengingatkan traveler akan pentingnya menjaga kebersihan demi kelangsungan alam dan laut.

Untuk pertama kalinya selama belasan kali penyelenggaraan, acara Deep and Extreme tahun ini mendapat dukungan dari pihak Kemenkomaritim. Hadir Kosmas Harefa selaku Asdep Budaya Seni dan Olahraga Bahari Kemenkomaritim. Ia pun ikut angkat bicara soal tema sampah dan lingkungan.

"Terkait sampah ada temuan Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar kedua setelah China, itu harus kita sikapi. Persoalan sampah ini tak sesederhana yang kita bayangkan," ujar Kosmas.

Membereskan sampah memang bukan perkara gerakan sadar lingkungan atau kumpul sampah bareng, tapi lebih kompleks dan memerlukan andil semua anggota masyarakat. Tentunya bukan tugas Pemerintah saja.

"Pemerintah tak mungkin berdaya sendiri tanpa keterlibatan semua pihak. Pelibatan daerah juga masyarakat. Kita bersyukur ada banyak komunitas yang bergerak di bidang daur ulang. Masalahnya how to manage," pungkas Kosmas.

Terkait wisata bahari, Kosmas juga mengajak semua pihak terkait untuk mempromosikan indahnya laut Indonesia. Sekiranya potensi wisata di laut Indonesia begitu indah dan tak kalah dengan di negara lain.

"Potensi kelautan kita yang sangat luar biasa belum tereksplore maksimal, baik dari aspek olahraganya. Wisata bahari di dunia kita belum apa-apa. Padahal kita punya stadion luar biasa anugerah Tuhan Yang Maha Esa (laut Indonesia - red). Tak pernah kita manfaatkan semaksimal mungkin. Kita harus bisa menjadikan lautan kita sebagai plasa bagi para pecinta wisata bahari dunia," tutup Kosmas.

Untuk tahun ini, pameran Deep and Extreme 2019 akan berlangsung pada tanggal 4-7 April di JCC. Hadir 174 booth, dan lebih dari 220 perusahaan terkait wisata bahari dan ekstrem. Termasuk di dalamnya 4 pavilion utama dengan tema yang berbeda-beda. Harga tiketnya adalah Rp 40 ribu/pax untuk 1 hari pameran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar