Australia Barat punya banyak atraksi menarik yang wajib dikunjungi. Meskipun bukan negara mayoritas penganut Islam, nyatanya banyak fasilitas ramah Muslim di sini.
Australia Barat atau Western Australia adalah sebuah negara bagian dengan 43 wilayah. Ibukota dari negara bagian ini adalah Perth.
Di Australia Barat sendiri, ada 270 bahasa dan 100 agama serta kepercayaan yang dianut penduduk. Artinya, wilayah ini memang sangat terbuka untuk semua orang, salah satunya adalah wisatawan Muslim.
Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Tourism Western Australia, Rabu (20/3/2019) lebih dari 40 ribu Muslim bermukim di Perth. Tentunya, banyak tempat wisata dengan fasilitas penunjang keagamaan juga lho.
Makanan Halal
Di Perth, banyak restoran yang memiliki sertifikat Halal. Misalnya saja Chee Tayeb, bistro otektik modern ala Lebanon. Selain itu, dekat Victoria Park juga bisa mencoba restoran Sahara, dengan aneka sajian khas Timur Tengah.
Salah satu yang khas di Perth adalah aneka seafood lezat. Traveler bisa ke Kailis Fish Market Cafe, restoran makanan laut yang letaknya di Fremantle's Fishing Boat Harbour. Atau rindu hidangan Indonesia? Cobalah ke Tasik Indonesian Restaurant yang otentik dan lezat.
Masjid
Ada sejumlah Masjid yang bisa digunakan untuk beribadah di Australia Barat. Misalnya saja Masjid Perth, Masjid tertua yang sudah ada sejak tahun 1905.
Selain itu, ada juga Masjid Mirabooka, Masjid Beechboro dan Masjid Hepburn yang bisa digunakan umat Muslim. Di Southern River Perth, wisatawan dapat menemukan Masjid Ibrahim,
yang tidak hanya menawarkan fasilitas salat dan wudu, tetapi uga menyelenggarakan berbagai kelas pendidikan, mulai dari Tajwid dan Fiqih hingga Hadits dan sejarah Islam.
Destinasi Wisata
Tentunya, ada sejumlah atraksi dan destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari pusat kota (CBD) sampai daerah pesisirnya.
Di Perth, banyak tempat yang memiliki hiasan street art unik. Beberapa restoran, kafe-kafe modern pun juga bisa dinikmati. Traveler bisa ke Elizabeth Uay, Yagan Square atau Sungai Swan yang populer.
Jika mau ke taman, cobalah Kings Park dan Botanic Garden, ruang terbuka di kota terbesar di dunia. Beberapa koleksinya juga unik, seperti Pohon Boab yang berusia 750 tahun dan 3.000 tanaman lainnya. Traveler juga bisa ke Pantai Scarborough, dengan suasana tentram dan laut biru yang indah.
Melihat binatang asli Australia? Cobalah ke Rottnest Island, traveler bisa menikmati alam sekaligus melihat hewan Quokka.
Di berbagai destinasi atau tempat umum, traveler juga dapat menemukan fasilitas penunjang ibadah. Seperti musala yang dapat diakses di seluruh Perth selama perjalanan, seperti di London Court, arena perbelanjaan populer di CBD Perth, Musala Kota Perth atau dikenal sebagai Musala Murray Street yang terbuka untuk salat Zuhur dan Asar.
Belajar Sejarah Perang Sipil China di Chiang Kai-shek Memorial Hall
Taiwan, sebuah negara pulau di Tenggara Tiongkok ini punya sejarah panjang. Tempat yang dulunya bernama Formosa ini sebelumnya adalah tanah milik Dinasti Qing, sebelum kemudian jadi jajahan Jepang dari tahun 1895 sampai berakhirnya Perang Dunia II.
Taiwan punya kaitan erat dengan China Mainland, ini karena pulau ini dijadikan basis tentara Nasionalis setelah kalah perang dengan pasukan Komunis China. Jika ingin belajar perjalanan sejarah Taiwan, ada baiknya wisatawan berkunjung ke Chiang Kai-shek Memorial Hall berlokasi di jantung kota Taipei.
Sesuai namanya, tempat ini sengaja dibangun untuk mengenang Presiden Republik Tiongkok Chiang Kai-shek yang merupakan penerus Sun Yat Sen, presiden pertama Republik China. Dibangun di atas lahan seluas lebih dari 25 hektar dengan dikelilingi taman luas, tempat ini menyimpan sejarah panjang Taiwan sejak perang sipil di China Daratan.
Pada tahun 1949, ratusan ribu pasukan dan pendukung Partai Kuomintang (KMT) yang berhaluan nasionalis terpaksa mundur ke Taiwan setelah mereka kalah dalam perang saudara menghadapi Partai Komunis China (PKC) pimpinan Mao Zedong. Usai menguasai daratan Tiongkok, Mao belakangan membentuk pemerintahan Republik Rakyat China (RRC) yang memerintah daratan utama hingga saat ini.
Di sisi lain, meski tak lagi memerintah China Mainland, Chiang masih menganggap pemerintah Republik China adalah pemerintah yang masih sah memimpin seluruh Tiongkok. Chiang sendiri memimpin pemerintahan republik di pulau tersebut sampai kematiannya tahun 1975.
Hubungan kedua pemerintahan yang hanya dibatasi Selat Taiwan ini relatif pasang surut. RRC sendiri menawarkan solusi unifikasi lewat satu negara dua sistem sebagaimana yang sudah dilakukan di Hong Kong dan Macau. Namun di luar, hubungan ekonomi maupun masyarakat kedua negara relatif tak terganggu relasi ketegangan politiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar