Jumat, 14 Februari 2020

Jawa Barat Kembali Tampil di Festival Wonderful Indonesia 2019 Swedia

Promosi Indonesia terus dilakukan di luar negeri. Rencananya, Jawa Barat akan kembali unjuk gigi dalam Festival Wonderful Indonesia 2019 di Swedia.

Jawa Barat akan mengirimkan wakil-wakil seni dan budaya terbaiknya dalam Festival Wonderful Indonesia yang akan diadakan di Kungstradsgarden, Stockholm, Swedia, 2019.

"Kami akan menampilkan yang terbaik, sehingga masyarakat Swedia tidak hanya dapat menikmati tapi juga terpesona dengan seni dan budaya Jawa Barat," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam pertemuannya dengan Dubes Bagas di Bandung, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Bagas meminta agar Jawa Barat dapat berpartisipasi dalam event tahunan yang kali ini akan diadakan tanggal 26-27 Juli 2019 di Kungstradgarden, Stockholm, Swedia.

"Saya merasa gembira dengan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Festival Wonderful Indonesia tahun ini. Event ini merupakan kegiatan terbaik untuk menunjukkan keberagaman dan keeksotisan budaya Indonesia dalam bentuk tari, musik, dan penampilan kesenian tradisional lainnya," ujar Dubes Bagas.

Dalam kesempatan terpisah, Dubes Bagas juga bertemu dengan Saung Angklung Udjo untuk meminta partisipasi mereka pada Festival Wonderful Indonesia 2019.

Angklung adalah alat musik yang dibuat dengan cara menyatukan pipa-pipa bambu dalam sebuah kerangka bambu. Angklung dimainkan dengan cara digetarkan.

Saung Angklung Udjo terkenal dengan penampilan permainan angklung yang non-konvensional, bahkan menggabungkan dengan penampilan alat musik modern seperti drum dan gitar listrik.

Bapak Taufik Maulana, salah satu anggota penampil di Saung Angklung Udjo menyampaikan kebanggaannya bahwa angklung telah dikenal oleh berbagai negara di dunia dan mereka siap untuk menyebarkan keunikan langsung lebih jauh lagi.

Festival Wonderful Indonesia di Kungstradsgarden, Stockholm, telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Pada tahun 2018, festival tersebut menyedot perhatian lebih dari 25.000 pengunjung dari Swedia dan turis-turis internasional.

Tahun lalu festival tersebut menampilkan Saung Angklung Udjo, demonstrasi memasak oleh William Wongso, pameran foto tempat-tempat wisata di Indonesia dan penampilan kesenian tradisional lainnya.

Ini Kata Pengunjung Tentang PIM Muara Baru

Begitu diresmikan, Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru sontak jadi perhatian. Jadi pusat wisata kuliner, ini kata traveler.

Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru menjadi pusat penjualan ikan terbesar di Jakarta. Baru Rabu pekan lalu (13/3) di resmikan oleh Presiden Joko Widodo, pasar ini disebut Tsukiji dari Indonesia.

Selain jadi pusat penjualan ikan segar, pasar ini juga punya pusat wisat kuliner yang disebut food court. Belum semua kedai beroperasi, ini kata traveler.

"Iya, ke sini sama keluarga ingin tahu, kemarin kan baru diresmikan," ujar Abdul.

Selain keluarga, ada pula pasangan yang datang untuk mencicipi food court di PIM Muara Baru.

"Iya penasaran jadi ke sini," ujar Riska.

Selain wisatawan, food court juga jadi tempat makan pada pedagang yang berjualan di area pasar.

"Ya, makan di sini soalnya kan dagang sampai tengah malam di bawah," ujar Arif.

Menurut pedagang yang berjualan di food court, sebagian pengunjungnya adalah para pekerja di lantai 1. Mereka biasa membawa dagangan mereka untuk dimasak di food court.

"Ini ramainya juga ya pedagang-pedagang dari bawah. Biasanya mereka bawa sendiri ikannya terus dimasak di sini" ujar Narto, pedagang di food court.

Narto juga menambahkan bahwa gerai-gerai yang belum beroperasi akan mulai buka sebentar lagi.

"Ya kan masih baru, jadi masih sedikit yang buka. Paling ramai itu sehari setelah diresmikan oleh presiden ada 300 pengunjung, setelah itu ya sepi cuma sekitar 30-an" ungkap Narto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar