Kamis, 13 Februari 2020

Ini Asyiknya Naik MRT Jakarta

MRT Jakarta adalah moda transportasi baru. Begini rasanya naik transportasi yang keren itu!

Di awal tahun 2019 ini, ada moda transportasi baru di wilayah DKI Jakarta, yaitu MRT Jakarta yang merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta. Dengan sarana kereta rel listrik, MRT Jakarta siap menawarkan transportasi cepat. Pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2013 dalam beberapa tahap.

Untuk tahap satu yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Bunderan HI sudah selesai dan sedang diuji coba. MRT Jakarta tahap satu akan melintasi wilayah Bendungan Hilir, Senayan, Blok M dan Fatmawati. Masyarakat diperbolehkan mencoba secara gratis dengan cara mendaftar di http://www.ayocobamrtj.com. PT MRT Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut Uji Coba Publik MRT Jakarta mulai tanggal 12 Maret 2019. Waktu uji cobanya dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB.

Setelah mendaftar, kita bisa datang langsung ke stasiun keberangkatan pada waktu yang sudah dipilih dengan membawa e-tiket. Kita akan menyaksikan stasiun MRT yang terbilang megah, baik yang letaknya atas maupun yang di bawah tanah. Untuk akses pejalan, disediakan tangga manual ataupun eskalator.

Fasilitas lainnya ada toilet, loket informasi, mesin tiket dan lain-lain. Di peron, kita akan melihat tanda antrean di pintu akses ke kereta. Jadi diharapkan para pengguna nantinya bisa lebih tertib. Pintu akses tersebut beroperasi otomatis yang akan terbuka saat kereta datang dan kembali menutup saat kereta berangkat.

Saat uji coba, kereta terjadwal keluar masuk stasiun setiap 10 menit. Interior gerbong kereta MRT Jakarta tidak berbeda jauh dari interior gerbong kereta Commuter Line Jabodetabek. Perbedaannya yang terlihat jelas terletak di pemilihan material bangku dan bagasi barang atas hanya terdapat di tempat duduk prioritas pada gerbong MRT Jakarta.

Masih dengan bangku memanjang dengan handgrip bergelantung di atasnya. Di ujung ruang gerbong juga disediakan tempat duduk prioritas untuk yang lanjut usia, yang sedang cedera dan ibu hamil. Informasi dalam gerbong ditampilkan melalui layar digital. Terdapat juga pengaktif pintu darurat dan interkom darurat.

Ayo kita sama-sama mengurangi kemacetan dengan beralih menggunakan moda transportasi umum dan fasilitasnya jangan dikotori ataupun dirusak.

Ide Satu Hari Keliling London, Ini Berbagai Tempat yang Wajib Dikunjungi

Tempat wisata di Inggris begitu beragam, apalagi di London. Meski hanya sehari, banyak tempat yang bisa didatangi.

Ke London untuk bekerja, tidak membuat saya tak bisa jalan-jalan. Ya, meski waktunya memang sempit banget sih. Kalau dihitung-hitung, saya cuma punya waktu kosong kurang dari sehari karena sorenya, saya sudah harus kembali ke hotel untuk meluncur ke bandara dan terbang ke Jakarta.

Saya ke London dalam rangka meliput London Book Fair 2019. Acara yang wajib saya datangi sangat banyak karena Indonesia memiliki sekitar 100 program di sana. Jamnya pun berbarengan sehingga saya terpaksa memilih-milih acara.

Di hari terakhir, saya sebenarnya sudah tidak ingin jalan-jalan. Kaki saya rasanya sudah capek. Tapi setelah saya pikir-pikir, belum tentu saya kembali ke Inggris lagi dalam waktu dekat. Maka dengan mengumpulkan semangat, saya memutuskan untuk berjalan-jalan.

Jika dihitung-hitung, saya hanya punya waktu lima jam untuk jalan-jalan. Saya pun memulainya dengan mengunjungi Buckingham Palace yang bisa ditempuh dengan kereta dalam waktu kurang dari 15 menit.

Modal saya cuma satu kartu Oyster yang saya beli untuk tujuh hari seharga 42 Poundsterling (Rp 783 ribu). Kalau kamu mau beli yang harian saja juga bisa kok. Harganya cuma sekitar 13 Poundsterling. Kartu itu sudah bisa kamu pakai untuk seluruh transportasi di London di zona 1 - 6.

Saya memulai perjalanan saya sekitar pukul 10.00 waktu setempat dari Stasiun Hammersmith karena hotel saya sangat dekat dari situ. Saya menuju Stasiun Green Park untuk menuju Buckingham Palace. Dari stasiun itu, Buckingham Palace bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar lima menit.

Sepanjang jalan kaki itu, saya menemui sebuah taman dengan pohon-pohon yang sedang meranggas alias tak berdaun. Cukup bagus untuk foto-foto. Tak terasa, kaki saya sudah menginjak pelataran istana yang menjadi salah satu landmark kota London itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar