Per 3 April 2019, Brunei Darussalam menetapkan hukuman mati bagi pelaku LGBT. Brunei mendapat sorotan, sampai Instagram Brunei Tourism diserang.
Brunei akhirnya menetapkan hukuman rajam atau hukum mati bagi para pelaku LGBT. Sudah direncanakan sejak lama, kini pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.
Ada banyak yang mendukung Brunei, tapi ada juga yang mengecamnya. Tentu saja, para pelaku LGBT dan aktivis-aktivis kemanusiaan. Bahkan, beberapa selebriti dunia ikut menyuarakan untuk memboikot hotel-hotel mewah milik Sultan Hassanal Bolkiah di berbagai negara.
Tampaknya, pariwisata Brunei juga kena imbasnya. Setelah iklan pariwisata Brunei di London dicopot, kali ini Instagram @brunei.tourism, diserang netizen.
Dilihat detikcom, Jumat (5/4/2019) dua postingan terakhir Instagram-nya dibanjiri ratusan komentar. Dua postingan tersebut di-upload pada tanggal 26 dan 27 Maret, menampilkan foto petualangan di Ulu Temburong National Park dan main ATV di pantai.
Kebanyakan komentar di dua postingan itu menghujat Brunei gara-gara penetapan hukuman mati bagi para pelaku LGBT. "STAY AWAY FROM BRUNEI! HORRIFYING ANTI-GLBT POLICIES!" tulis salah satu komentar.
"My god. I will gladly stay away from Brunei. Horrifying !!!!!" tulis komentar lainnya.
"I had plan a travel to your country in 6 month but i cancelled it now. I will never come To a barbar and not tolerant country," hujat netizen lainnya.
Meski begitu, tampaknya Instagram Brunei tidak mersepon bahkan tidak menutup kolom komentar. Malah, ada salah satu netizen yang meminta untuk ditutup saja kolom komentarnya karena banyak hujatan yang kasar.
"Admin @brunei.tourism tutup je ruang komen ni, saya tak boleh baca komen2 hinaan org luar yang biadap pada negara jiran saya," tulis komentar salah satu netizen.
Sejauh ini, diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja.
Trans Studio Themepark Cibubur Targetkan 1,5 Juta Pengunjung Setahun
Dalam 2 bulan ke depan, Trans Studio Themepark akan buka di Cibubur. Indoor themepark ini ditargetkan bisa menarik 1,5 juta pengunjung di tahun pertamanya buka.
Tak hanya Trans Studio Mall, komplek wisata terpadu Transpark Cibubur juga akan diisi oleh kehadiran Trans Studio Themepark Cibubur. Indoor themepark terbaik di Tanah Air ini akan hadir dengan 18 wahana dengan teknologi terkini. Taman rekreasi ini pun ditarget meraup 1,5 juta orang pengunjung di tahun pertamanya buka.
"Target pengunjung kita harapkan tentu kurang lebih 1,5 juta sampai 2 juta orang dalam setahun, lokal maupun internasional," ungkap Dony Oskaria, CEO Hospitality and Entertainment Group CT Corps di Trans Studio Mall Cibubur, Jumat (4/4/2019).
Trans Studio Themepark Cibubur ini nantinya akan memiliki 18 wahana. Semuanya jadi unggulan untuk dicoba oleh para pengunjung. Salah satunya adalah wahana Boomerang Rollercoaster, Pacific Rim, hingga Air Flight yang kabarnya hanya dimiliki oleh beberapa negara saja di dunia.
"Kita punya Pacific Rim, ada Jurrasic Islands ada Superman, Wonder Woman, dan beragam lagi mainan luar biasa. Ini termasuk Boomerang Rollercoaster, Airflight, Airflight ini kita merasakan sensasi terbang, cuma ada di beberapa negara saja, salah satunya ada di Indonesia. Hampir semuanya unggulan," jelas Dony.
Hadirnya Trans Studio Themepark Cibubur ini diharapkan bisa jadi magnet baru agar wisatawan tidak melulu liburan ke luar negeri, melainkan cukup liburan di dalam negeri saja.
"Harapan utamanya tentu ini akan memberikan kesenangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga kita tidak perlu berwisata ke luar negeri, cukup di Indonesia saja, semua fasilitasnya jauh lebih baik daripada yang ada di luar sana," pungkas Dony.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar