Batu Payung sudah ambruk beberapa waktu. Pemda Lombok Tengah berencana untuk melakukan pemugaran kembali.
Destinasi wisata ikonik Batu Payung yang berada di kawasan Mandalika itu ambruk, karena adanya faktor yang bersifat alamiah, seperti faktor terjangangan ombak dan pengikisan yang berlangsung terus-menerus.
Di lain sisi, banyak juga yang menyayangkan ambruknya Batu Payung terutama bagi traveler yang memiliki kenangan indah akan keberadaan batu alam nan cantik itu. Bentuknya yang unik menjadi latar untuk berswafoto.
Wakil Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri pada hari Rabu (3/4) kemarin terjun langsung ke lokasi melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi rubuhnya Batu Payung.
"Beliau (Wabup) ke sana mengecek secara langsung kondisi di lapangan," ucap Kabag Humas Setda Lombok Tengah HL Herdan kepada detikcom (5/4/2019).
Hal itu dilakukan karena banyaknya warga yang mengeluhkan Batu Payung yang runtuh. Pihak pemda pun juga sempat menggelar rapat untuk membahas kemungkinan akan dilakukan pemugaran ulang.
"Maksudnya bukan rapat resmi. Kadis Pariwisata lapor ke beliau (Wabup) dan ada wacana bagaimana kalau dibangun atau direkonstruksi lagi," tutur Herdan.
Karena masih sebatas wacana, jelas Herdan pihak Pemda Lombok Tengah pun terlebih dahulu akan melakukan kajian tentang kemungkinan kebijakan yang akan diambil nantinya.
Pemda Lombok Tengah juga akan membicarakan terkait rencana pemugaran itu dengan pihak PT ITDC sebagai pengelola kawasan destinasi wisata yang ada di Mandalika Desa Kuta, Kecamatan Pujut itu.
"Dikaji dulu kemungkinannya. Perlu perencanaan yang matang serta penyiapan anggaran tentunya. Ada beberapa proses yang harus dilalui," jelasnya.
Hukum Mati LGBT, Instagram Brunei Tourism Diserang
Per 3 April 2019, Brunei Darussalam menetapkan hukuman mati bagi pelaku LGBT. Brunei mendapat sorotan, sampai Instagram Brunei Tourism diserang.
Brunei akhirnya menetapkan hukuman rajam atau hukum mati bagi para pelaku LGBT. Sudah direncanakan sejak lama, kini pemerintah Brunei dalam hal ini Sultan Hassanal Bolkiah tetap pada ketegasannya.
Ada banyak yang mendukung Brunei, tapi ada juga yang mengecamnya. Tentu saja, para pelaku LGBT dan aktivis-aktivis kemanusiaan. Bahkan, beberapa selebriti dunia ikut menyuarakan untuk memboikot hotel-hotel mewah milik Sultan Hassanal Bolkiah di berbagai negara.
Tampaknya, pariwisata Brunei juga kena imbasnya. Setelah iklan pariwisata Brunei di London dicopot, kali ini Instagram @brunei.tourism, diserang netizen.
Dilihat detikcom, Jumat (5/4/2019) dua postingan terakhir Instagram-nya dibanjiri ratusan komentar. Dua postingan tersebut di-upload pada tanggal 26 dan 27 Maret, menampilkan foto petualangan di Ulu Temburong National Park dan main ATV di pantai.
Kebanyakan komentar di dua postingan itu menghujat Brunei gara-gara penetapan hukuman mati bagi para pelaku LGBT. "STAY AWAY FROM BRUNEI! HORRIFYING ANTI-GLBT POLICIES!" tulis salah satu komentar.
"My god. I will gladly stay away from Brunei. Horrifying !!!!!" tulis komentar lainnya.
"I had plan a travel to your country in 6 month but i cancelled it now. I will never come To a barbar and not tolerant country," hujat netizen lainnya.
Meski begitu, tampaknya Instagram Brunei tidak mersepon bahkan tidak menutup kolom komentar. Malah, ada salah satu netizen yang meminta untuk ditutup saja kolom komentarnya karena banyak hujatan yang kasar.
"Admin @brunei.tourism tutup je ruang komen ni, saya tak boleh baca komen2 hinaan org luar yang biadap pada negara jiran saya," tulis komentar salah satu netizen.
Sejauh ini, diberitakan Fox News, seorang sumber dari pemerintahan Brunei menyebut Sultan Hassanal Bolkiah tidak terganggu dengan kehebohan yang ada. Pun pariwisata di Brunei, tampaknya akan tetap baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar