Momen 'panic buying' yang terjadi di Jepang kali ini berujung kencan. Datang dari kisah seorang wanita dan pria yang sama-sama sedang memburu tisu toilet, salah satu barang yang juga banyak diburu di tengah wabah virus corona COVID-19. Kisah ini dibagikan melalui akun Twitter wanita yang diajak kencan @shihon029.
Kejadian ini awalnya terjadi di sebuah toko obat di Jepang. Saat semua orang sedang 'panic buying' membeli tisu toilet, masker, dan antiseptik, sayangnya seorang pria tak mendapatkan apa pun karena stoknya sudah habis semua.
Melihat hal ini, salah satu wanita yang juga pembeli di toko tersebut merasa iba. Ia akhirnya menawarkan untuk membagikan stok tisu toiletnya kepada pria tersebut.
Tak disangka ternyata kejadian ini lah yang membawa mereka ke kisah romantis. Karena merasa sangat terbantu, si pria pun berterima kasih pada wanita ini dan menawarkan untuk berbagi kontak. Lalu setelahnya mereka mulai berkirim pesan.
"Terimakasih atas kemurahan hatinya. Anda benar-benar menyelamatkan saya. Saya ingin menunjukkan rasa terima kasih saya dengan benar, jadi apakah Anda bersedia untuk pergi makan malam bersama? Jika Anda bersedia, saya akan merasa senang," ucap pria tersebut seperti dikutip dari World Of Buzz, Senin (9/3/2020).
Ilmuwan Gunakan Darah Pasien yang Sembuh untuk Atasi COVID-19
Lebih dari 100 ribu kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia dengan angka kematian melebihi 3,500 kasus. Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia tengah bekerja untuk menemukan obat bagi pasien.
Sebuah perususahaan asal Jepang, Takeda Pharmaceutical Co, mengatakan para ilmuwan di sana menggunakan plasma darah dari pasien Covid-19 yang sembuh sebagai bagian dari penelitian. Secara teori, obatnya akan bekerja dengan menggunakan protein yang melawan penyakit dari pasien sembuh untuk mengobati yang masih sakit.
Tubuh pasien yang terinfeksi akan diinjeksi dengan antibodi pasien sembuh untuk melawan virus. "Namun obat ini mungkin tidak untuk semua pasien. Ditargetkan untuk mereka yang parah," kata Julie Kim, kepala unit plasma darah Takeda, mengutip The Sun.
Sejauh ini telah lebih 60 ribu orang yang pulih dari Covid-19. Meski belum ada obat dan vaksin, para pasien dirawat dengan mengobati gejalanya.
Sementara itu, ilmuwan lain di seluruh dunia sedang berupaya mengembangkan vaksin untuk menghentikan penyebaran.
Prof Robin Shattock, kepala infeksi mukosa dan imunitas di Imperial College London, mengatakan dia sekarang berada pada tahap untuk mulai menguji vaksin pada hewan dengan penelitian pada manusia
"Pendekatan pembuatan vaksin biasanya memakan waktu hingga tiga tahun. Para peneliti telah memangkas waktu pengembangan menjadi hanya 14 hari," kata Prof Robin.
Saat ini disebutkan tahap pengujian sudah dalam fase tes pada hewan. Uji coba pada manusia disebut dapat dilakukan beberapa bulan ke depan.
Mengharukan, Kakek Berusia 100 Tahun Ini Sembuh dari Virus Corona COVID-19
Virus corona COVID-19 telah menginfeksi banyak orang di dunia, bahkan jumlahnya sudah mencapai 109.453 kasus. Meski penyebarannya sangat cepat, harapan seseorang untuk sembuh dari penyakit ini pun cukup besar.
Hal ini dibuktikan dengan sembuhnya pasien tertua infeksi COVID-19 di China. Pasien ini merupakan seorang kakek berusia 100 tahun dan telah dinyatakan sembuh pada Sabtu (7/3/2020).
Dikutip dari New York Post, kakek itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit Bersalin dan Perawatan Kesehatan Anak Hubei pada 24 Februari.
Kakek berusia 100 tahun itu bisa sembuh dari COVID-19, meski memiliki penyakit lain seperti alzheimer, hipertensi dan gagal jantung. Padahal penyakit ini bisa berbahaya jika pengidapnya telah berusia lanjut dan imunitasnya lemah.
Selama masa perawatan ia diberikan antivirus, terapi plasma dan pengobatan tradisional China hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.
https://kamumovie28.com/fate-extra-last-encore-episode-2-subtitle-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar