Senin, 22 Juni 2020

Deretan Negara Asia yang Berisiko Hadapi Gelombang Kedua Corona Termasuk RI

Lonjakan kasus baru Corona di China membuat kekhawatiran terkait gelombang kedua virus Corona COVID-19. Wabah kedua di China yang berpusat di Beijing melaporkan 184 kasus baru sejak pekan lalu dan pemerintah setempat membatalkan sejumlah penerbangan domestik, melarang perjalanan keluar, dan memberlakukan lockdown di beberapa wilayah.
Paul Ananth Tambyah, presiden Asia-Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection mengatakan negara dan komunitas yang paling berisiko terkena gelombang kedua adalah mereka yang mengalami kasus penularan lokal berkelanjutan. Artinya, penambahan kasus Corona harian disebut Tambyah mencapai ratusan bahkan ribuan.

"Meskipun dapat dikatakan bahwa ini masih merupakan ujung dari gelombang pertama, kemungkinan ada banyak rantai transmisi di negara-negara yang belum terputus," kata Tambyah, dikutip dari South China Morning Post, Senin (22/6/2020).

Negara Asia mana saja yang disebut berisiko alami gelombang kedua virus Corona?

1. India
Negara-negara dengan infeksi tinggi yang disinggung Tambyah termasuk India, yang pada hari Jumat mencatat lonjakan satu hari tertinggi dari 13.586 kasus virus Corona, dengan total menjadi 380.532, tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brazil, dan Rusia. Korban tewasnya mencapai 12.573.

Sementara itu, mengutip worldometers pada Senin (22/6/2020) total kasus Corona di India telah mencapai 426,910 kasus. Sementara yang sembuh sebanyak 237.252 kasus, dan total meninggal ada 13,703 kasus.

2. Pakistan
Negara lain yang disoroti adalah Pakistan, 136 kematian dilaporkan pada hari Jumat, sehingga totalnya menjadi 3.229 kasus. Total infeksi keseluruhan menjadi 165.062.

Saat ini Pakistan melaporkan penambahan kasus kematian sebanyak 89 kasus sehingga total menjadi 71.458. Sementara total kasus sebanyak 181.088 kasus dengan total pasien sembuh 71.458 kasus.

3. Indonesia
Indonesia juga disoroti Tambyah sebagai negara Asia dengan laporan infeksi tinggi ketika target uji spesimen Presiden Joko Widodo mencapai 20 ribu. Indonesia melaporkan 1.331 infeksi virus Corona baru pada hari Kamis, peningkatan dalam satu hari terbesar sejak wabah Corona lokal merebak, sehingga jumlah total kasus menjadi 42.762.

Hingga saat ini Indonesia telah memiliki 45.891 kasus yang terkonfirmasi positif Corona. Angka sembuh jauh lebih tinggi daripada angka kematian yaitu 18.404 kasus. Sementara total kematian dilaporkan sebanyak 2.465 kasus.

410 Kabupaten dan Kota di RI Alami Infeksi Ganda, Corona dan DBD

 Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut saat ini sudah lebih dari 65 ribu kasus demam berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Sebagian di antaranya terjadi di provinsi dengan penularan virus Corona tertinggi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik di Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, mengatakan beberapa provinsi yang terdapat kasus DBD dan COVID-19 tertinggi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.

"Agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kita melihat sampai saat ini kita masih menemukan kasus antara 100-500 kasus perhari," kata dr Nadia, sapaan akrabnya, dalam siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Senin (22/6/2020).

"Ada 68 ribu kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, tentunya kita melihat kembali lagi provinsi yang ada, itu adalah provinsi-provinsi dengan kasus COVID tertinggi, yang juga dengan kasus demam berdarah tertinggi," lanjutnya.

dr Nadia juga menjelaskan hampir seluruh kabupaten/kota yang melaporkan kasus demam berdarah di Indonesia juga memiliki kasus penularan COVID-19.

"Dari 460 kabupaten/kota yang melaporkan kasus demam berdarah, sebanyak 410 itu adalah kabupaten/kota yang juga melaporkan adanya COVID, jadi ada infeksi ganda," jelasnya.

Meski begitu, ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Mulya Rahma Karyanti, mengatakan pelayanan pasien demam berdarah dengue atau penyakit lain tidak akan terganggu oleh tingginya kasus COVID-19.

"Untuk pelayanan tidak terganggu, karena akan disaring ditriase di depan, semua rumah sakit akan memiliki triase yang memilah mana yang pasien COVID sama non COVID," pungkas dr Mulya di siaran langsung BNPB melalui kanal YouTube, Senin (22/6/2020).
https://nonton08.com/detektif-conan-episode-953/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar