Lebih dari 100 ribu kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia dengan angka kematian melebihi 3,500 kasus. Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia tengah bekerja untuk menemukan obat bagi pasien.
Sebuah perususahaan asal Jepang, Takeda Pharmaceutical Co, mengatakan para ilmuwan di sana menggunakan plasma darah dari pasien Covid-19 yang sembuh sebagai bagian dari penelitian. Secara teori, obatnya akan bekerja dengan menggunakan protein yang melawan penyakit dari pasien sembuh untuk mengobati yang masih sakit.
Tubuh pasien yang terinfeksi akan diinjeksi dengan antibodi pasien sembuh untuk melawan virus. "Namun obat ini mungkin tidak untuk semua pasien. Ditargetkan untuk mereka yang parah," kata Julie Kim, kepala unit plasma darah Takeda, mengutip The Sun.
Sejauh ini telah lebih 60 ribu orang yang pulih dari Covid-19. Meski belum ada obat dan vaksin, para pasien dirawat dengan mengobati gejalanya.
Sementara itu, ilmuwan lain di seluruh dunia sedang berupaya mengembangkan vaksin untuk menghentikan penyebaran.
Prof Robin Shattock, kepala infeksi mukosa dan imunitas di Imperial College London, mengatakan dia sekarang berada pada tahap untuk mulai menguji vaksin pada hewan dengan penelitian pada manusia
"Pendekatan pembuatan vaksin biasanya memakan waktu hingga tiga tahun. Para peneliti telah memangkas waktu pengembangan menjadi hanya 14 hari," kata Prof Robin.
Saat ini disebutkan tahap pengujian sudah dalam fase tes pada hewan. Uji coba pada manusia disebut dapat dilakukan beberapa bulan ke depan.
Mengharukan, Kakek Berusia 100 Tahun Ini Sembuh dari Virus Corona COVID-19
Virus corona COVID-19 telah menginfeksi banyak orang di dunia, bahkan jumlahnya sudah mencapai 109.453 kasus. Meski penyebarannya sangat cepat, harapan seseorang untuk sembuh dari penyakit ini pun cukup besar.
Hal ini dibuktikan dengan sembuhnya pasien tertua infeksi COVID-19 di China. Pasien ini merupakan seorang kakek berusia 100 tahun dan telah dinyatakan sembuh pada Sabtu (7/3/2020).
Dikutip dari New York Post, kakek itu dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 dan dirawat di Rumah Sakit Bersalin dan Perawatan Kesehatan Anak Hubei pada 24 Februari.
Kakek berusia 100 tahun itu bisa sembuh dari COVID-19, meski memiliki penyakit lain seperti alzheimer, hipertensi dan gagal jantung. Padahal penyakit ini bisa berbahaya jika pengidapnya telah berusia lanjut dan imunitasnya lemah.
Selama masa perawatan ia diberikan antivirus, terapi plasma dan pengobatan tradisional China hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang.
133 Orang Meninggal Dalam Sehari, Kasus Corona di Italia Balap Korsel
Italia jadi negara dengan jumlah kasus dan korban virus corona (COVID-19) tertinggi kedua di dunia menyusul Korea Selatan (Korsel). Jumlah kasus dan kematian di Italia terus bertambah sehingga membuat pemerintah setempat mengambil kebijakan drastis mengkarantina 16 juta orang di 14 provinsi.
Perdana Menteri Giuseppe Conte juga mengumumkan penutupan tempat umum seperti sekolah, pusat kebugaran, museum, klub, dan lainnya.
Italia pada hari Senin (9/3/2020) melaporkan peningkatan sekitar 25% kasus virus corona yang terkonfirmasi dari 5.883 menjadi 7.375. Dalam sehari ada 133 pasien meninggal membuat total korban hingga saat ini mencapai 366 orang.
Sebagai perbandingan Korsel yang juga terdampak parah virus corona melaporkan ada 7.134 kasus yang terkonfirmasi dan 51 kematian.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengapresiasi "pengorbanan" yang dilakukan Italia.
"Pemerintah beserta penduduk Italia mengambil langkah berani untuk memperlambat penyebaran virus corona demi melindungi negaranya dan dunia. Mereka melakukan pengorbanan yang tulus. WHO berdiri dalam solidaritas untuk Italia dan akan terus mendukung Anda," kata Tedros dalam akun Twitter resminya.
https://kamumovie28.com/fate-extra-last-encore-episode-4-subtitle-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar