Kamis, 18 Juni 2020

Tips Supaya Usaha Nggak Anjlok Saat Pandemi Corona

 Gojek sudah berdiri lama dan berhasil menjadi salah satu decacorn yang ada. Mereka pun berbagi cara tetap bertahan selama pandemi COVID-19.
Bahari CK, VP of Creative Labs Gojek Kreatif menjelaskan banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari dari perjalanan panjang Gojek.

"Itu adalah hal panjang untuk diskusi membahas kreativitas, tapi ini hal yang bisa diingat terutama di masa pandemi ini. Karena Gojek tidak cuma menghadapi krisis dari pandemi saja," ujarnya dalam konferensi pers 'Gojek Xcelerate', Rabu (17/5/2020)

Kuncinya adalah adaptasi yang dijabarkan dalam tiga hal untuk mendapatkannya.

"Kita tidak bisa melakukan hal yang biasa kita lakukan, atau kita bisa melakukannya dengan menambahkan hal baru," sambungnya.

Pertama, ialah empati terhadap audiens, di mana kita harus mencari tahu apa yang dibutuhkan mereka. Perlu dicatat, lakukan riset sendiri karena tiap brand atau merk memiliki kebutuhan audiens yang berbeda.

"Kita harus punya empati terhadap audiens. Bagaimana kita mengetahui apa yang mereka butuhkan? Listen to them. Cara terbaik berbicara dengan mereka lewat sosial media, lakukan personally, apalagi di momen pandemi seperti ini," saran Bahari.

Nah, akan tetapi jangan berikan apa yang sudah pasti mereka butuhkan saat pandemi atau hal lainnya yang yang kalian tahu akan dilakukan oleh banyak orang. Jika memang brand yang kamu jalani berada di kategori yang umum dibutuhkan saat pandemi maka langkah terakhir adalah dengan menambahkan value atau nilai.

Bahari memberikan formula untuk membuat kamu bisa menambahkan nilai pada usaha yang kamu jalani. Cukup dengan kalimat sederhana: My brand is more ... than other competitor.

"Kamu bisa menjadi lebih cepat, apakah komunikasi yang cepat. Mungkin lebih aman, karena pandemi orang lebih sering memperhatikan keamanan, hal yang serius. Atau mungkin titik-titik ini bisa diisi dengan 'fun', entah dari produk yang fun atau cara kamu berkomunikasi dengan konsumen di media sosial. Ini hal yang selalu kita lakukan di Creative Labs," tandasnya.

Qlue Wakili Indonesia di Kompetisi Startup Dunia

Startup layanan ekosistem smart city Qlue, menjadi finalis di Extreme Tech Challenge (XTC) 2020. Ini adalah kompetisi startup terbesar di dunia yang bertujuan mengatasi tantangan global.
Dalam keterangan resminya, Qlue merinci bahwa mereka berhasil menjadi finalis untuk dua kategori sekaligus, yaitu kategori smart cities dan inovasi COVID-19.

Untuk diketahui, XTC tahun ini telah memilih 52 finalis yang dipilih dari 2.419 peserta yang berasal dari 87 negara.

Terinspirasi oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), XTC mendukung dan memilih inovator-inovator yang memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mengatasi tantangan terbesar yang dihadapi manusia.

XTC memberikan pengakuan kepada para pendiri yang layak di bidang agrikultur, makanan dan air, teknologi bersih dan energi, pendidikan, teknologi pendukung, fintech, kesehatan, transportasi, dan smart city.

Untuk pertama kalinya di tahun ini, XTC juga akan memberikan penghargaan pada startup yang memiliki terobosan dalam menanggapi pandemi COVID-19, dan founder wanita terbaik, yang inovasinya mendorong solusi untuk tantangan global.

Co-Founder of XTC sekaligus President and Chief Strategy Officer Samsung Electronics Young Sohn mengatakan, XTC adalah tentang upaya kolektif dari para pemimpin industri, pengusaha, dan para ahli yang bergabung untuk membuat kemajuan nyata untuk memecahkan tantangan terberat di dunia.

"Hal itu tidak akan terjadi tanpa para inovator yang brilian dari seluruh dunia. Saya ucapkan selamat kepada para finalis, yang dipilih dari tim-tim terbaik yang mendaftar tahun ini. Kami tidak sabar untuk fase kompetisi berikutnya. Bersama-sama, kita akan mengubah ide menjadi kenyataan, dan membuat inovasi terobosan dalam pelayanan masyarakat," ujarnya.

qlueXTC adalah kompetisi startup terbesar di dunia yang bertujuan mengatasi tantangan global.
Bangga tentu saja dirasakan Founder dan CEO Qlue Rama Raditya. Apalagi startup yang didirikannya terpilih menjadi salah satu finalis yang mewakili Indonesia di XTC 2020 di dua kategori sekaligus.

Disebutkannya, sejak awal didirikan, Qlue selalu berusaha untuk mengakselerasi perubahan positif di dunia melalui teknologi smart city berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan mobile workforce, sehingga dapat memudahkan warga, pemerintah, dan bisnis untuk dapat bekerja lebih efektif.

"Ini merupakan kabar positif untuk Qlue di tengah pandemi. Kami percaya jika startup-startup di Indonesia tidak kalah dengan startup-startup di negara lain," ujarnya.
https://indomovie28.net/star/steven-william/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar