Sabtu, 13 Juni 2020

Terima Dana Hibah, Fakultas Kedokteran UI Teliti COVID-19

 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ajukan 20 proposal penelitian terkait COVID-19. Penelitian tersebut dilakukan setelah mendapatkan pendanaan Konsorsium Riset dan Inovasi tahap pertama dari Kemenristek/BRIN sebesar Rp 6,95 Miliar.
Secara total, ada 24 proposal penelitian yang berasal dari UI yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN dengan nilai Rp 8,1 Milyar. Disebutkan bahwa jumlah tersebut merupakan hibah proposal terbanyak dan sebagian besar hibah ini diterima oleh FKUI.

Proposal penelitian berjudul "Penggunaan Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell sebagai terapi pasien COVID-19" dengan peneliti utamanya adalah Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP(K) mendapatkan pendanaan terbesar senilai Rp1,9 Milyar.

Sementara itu, pendanaan hibah terbesar lainnya diberikan untuk penelitian berjudul "Portable Device Sampling Virus Sars-Cov-2 dari Droplet dan Nafas Ekspirasi" dan "Studi Kohort Persepsi Risiko Penularan dan Tingkat kepatuhan Karantina Rumah, Rumah Sakit atau Fasilitas Rujukan COVID-19 di Indonesia".

"Total ada 20 proposal penelitian dari FKUI yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Kemenristek/BRIN," ujar Dekan FKUI, Prof Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB seperti tertulis dalam rilis yang diterima detikINET, Sabtu (13/6/2020)

"Selain penelitian dr Erlina Burhan, beberapa proposal penelitian lain adalah penelitian Pengembangan Vaksin Sars COV 2 dan penelitian tentang Pengaruh Terapi Klorokuin, Azitromisin dan Suplementasi Jambu Biji Terhadap Eliminasi Virus SARS-CoV-2, serta 15 penelitian lain yang hasil penelitiannya kelak diharapkan akan sangat bermanfaat bagi penanganan Covid-19, khususnya di Indonesia," sambungnya.

Lebih lanjut Prof Ari mengatakan dalam penelitian pengembangan vaksin, FKUI tercatat memiliki pengalaman dalam pengembangan vaksin DBD. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro bahkan memuji langkah yang dilakukan FKUI.

"UI merupakan salah satu anggota konsorsium dengan kontribusi yang signifikan," ucapnya.

Proposal riset yang mendapatkan bantuan dana telah melalui seleksi ketat, review proposal dan presentasi secara daring oleh Kemenristek/BRIN. Penyeleksian itu juga, termasuk dalam enam bidang prioritas antara lain (1) Pencegahan, (2) Skrining dan Diagnosis, (3) Alat Kesehatan dan Pendukungnya, (4) Obat-obatan dan Terapi, (5) Multicenter Clinical Trial, dan (6) Sosial Humaniora dan Public Health Modelling.

"FKUI memang memiliki seluruh fasilitas untuk menunjang penelitian-penelitian yang diajukan oleh seluruh staf kami. Oleh sebab itu, pemberian bantuan hibah dari Menristek/BRIN sangat membantu dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya demi pemberian terbaik untuk Indonesia," tutup Prof Ari.

Pemasok Tesla Bikin Baterai Mobil Bisa Jalan 2 Juta Kilometer

Perusahaan baterai raksasa asal China, Contemporary Amperex Technology Co Ltd, bikin terobosan. Mereka menciptakan baterai untuk kendaraan yang mampu bertahan sangat lama dibandingkan sebelumnya.
Amperex adalah pemasok baterai untuk mobil listrik Tesla, BMW sampai Daimler. Nah, baterai terbaru mereka itu diklaim mampu mendayai mobil sampai total jarak 2 juta kilometer dan dapat bertahan sampai 16 tahun.

Hal itu memang inovatif, lantaran baterai kendaraan listrik saat ini baru dapat berjalan sampai total jarak 250 ribu kilometer dengan usia maksimum 8 tahun.

"Baterai ini siap untuk diproduksi massal dan akan menurunkan ongkos secara besar," kata Amperex yang dikutip detikINET dari The Star.

Teknologi baru dari CTLA ini mampu membuat baterai lebih awet dan menyimpan energi lebih lama. Baterai ini pun berpotensi membuat mobil listrik kian populer.

"Ini akan menjadi terobosan seandainya mobil listrik menjadi transportasi utama di masa depan. CATL dan produsen mobil terkait seperti Tesla akan menangkap peluang itu," ujar Deng Xue, pengamat dari TF Securities.

CATL belum menginformasikan kapan kira-kira baterai ini digunakan di mobil listrik. Belum lama ini, mereka telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Tesla sehingga bukan tidak mungkin perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini jadi pengguna pertama.
https://cinemamovie28.com/sohees-secretly-private-life-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar