Sabtu, 13 Juni 2020

Pemasok Tesla Bikin Baterai Mobil Bisa Jalan 2 Juta Kilometer

Perusahaan baterai raksasa asal China, Contemporary Amperex Technology Co Ltd, bikin terobosan. Mereka menciptakan baterai untuk kendaraan yang mampu bertahan sangat lama dibandingkan sebelumnya.
Amperex adalah pemasok baterai untuk mobil listrik Tesla, BMW sampai Daimler. Nah, baterai terbaru mereka itu diklaim mampu mendayai mobil sampai total jarak 2 juta kilometer dan dapat bertahan sampai 16 tahun.

Hal itu memang inovatif, lantaran baterai kendaraan listrik saat ini baru dapat berjalan sampai total jarak 250 ribu kilometer dengan usia maksimum 8 tahun.

"Baterai ini siap untuk diproduksi massal dan akan menurunkan ongkos secara besar," kata Amperex yang dikutip detikINET dari The Star.

Teknologi baru dari CTLA ini mampu membuat baterai lebih awet dan menyimpan energi lebih lama. Baterai ini pun berpotensi membuat mobil listrik kian populer.

"Ini akan menjadi terobosan seandainya mobil listrik menjadi transportasi utama di masa depan. CATL dan produsen mobil terkait seperti Tesla akan menangkap peluang itu," ujar Deng Xue, pengamat dari TF Securities.

CATL belum menginformasikan kapan kira-kira baterai ini digunakan di mobil listrik. Belum lama ini, mereka telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Tesla sehingga bukan tidak mungkin perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini jadi pengguna pertama.

Mantan Bos Facebook ini Bakal CLBK dengan Zuck

Setahun setelah mengundurkan diri dari Facebook, Chris Cox kini kembali bekerja di perusahan tersebut dan akan menjabat sebagai Chief Product Officer.
Dalam pernyataannya, Facebook menyebut Cox akan melanjutkan tugasnya yang mengurus aplikasi Facebook, Messenger, Instagram, WhatsApp, dan termasuk juga marketing, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (12/6/2020).

"Facebook dan produk kami sangat relevan terhadap masa depan kita. Ini juga tempat yang paling aku kenal, dan ini juga tempat paling baik untuk saya bekerja dan membantu yang lainnya," ujar Cox.

Dalam postingan singkatnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku sangat senang karena Cox kembali bekerja di Facebook.

Cox sebenarnya sering dianggap sebagai orang yang layak menggantikan posisi Zuck sebagai CEO jika ia mengundurkan diri. Namun pada Maret 2019 lalu ia mengundurkan diri setelah berselisih paham dengan Zuck.

Saat itu Facebook baru akan mengaktifkan enkripsi end-to-end di semua jajaran produknya. Cox disebut tak setuju dengan rencana Zuck untuk komunikasi privat di Facebook.

Cox menulis tentang kepergiannya di akun Facebook, tapi tak menyebut alasannya. Ia mengatakan Facebook sedang membuka halaman baru dengan lebih fokus kepada messaging dan enkripsi.

"Ini merupakan visi produk yang selaras dengan masalah saat ini: platform komunikasi modern yang menyeimbangkan ekspresi, keamanan, sekurity dan privasi," tulis Cox saat itu.

"Ini akan menjadi proyek besar dan kita akan membutuhkan pemimpin yang bersemangat untuk melihat arah yang baru," sambungnya.

Saat itu Cox meninggalkan lebih dari USD 170 juta dalam bentuk opsi saham yang sebenarnya bisa ia miliki.

Cox pertama bergabung ke Facebook pada 2005, dan ia adalah engineer software ke-13 di Facebook. Ia punya peran kunci dalam mendesain News Feed Facebook, yang menjadi salah satu kunci Facebook bisa menjadi platform media sosial terbesar di dunia.

Pada 2008 ia mulai bertanggung jawab terhadap semua produk Facebook, dan delapan tahun kemudian portfolionya bertambah dengan kehadiran Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar