Kemunculan dr Reisa Broto Asmoro dalam siaran update virus Corona COVID-19 di BNPB (Badan Penanggulangan dan Penanganan Bencana) jadi perbincangan hangat para netizen. Banyak komentar yang menyebut penampilannya menghadirkan suasana teduh di tengah situasi pandemi.
Berbagai meme tentang dr Reisa juga bermunculan. Salah satu di antaranya menggambarkan tingkat kecemasan warga atas pemberitaan terkait COVID-19 yang terjun bebas sejak dr Reisa ikut tampil mendampingi Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19.
Linda Setiawati, seorang psikolog dari Personal Growth, berpendapat bahwa tugas juru bicara adalah menyampaikan isi pesan dengan tepat kepada pendengar, dalam hal ini masyarakat. Makin jelas penyampaiannya, makin mudah dipahami oleh pendengar.
"Pembawaannya yang santai dan tenang tentu bisa memberikan dampak bagi lawan bicaranya, di mana lawan bicara juga ikut merasakan nuansa tersebut," jelasnya saat diwawancara detikcom.
Perasaan lebih tenang dan tidak cemas yang dibangun oleh pembawaan juru bicara, menurut Linda, bisa membantu untuk berpikir dengan jernih. Ini penting untuk bisa beradaptasi dengan lebih baik dengan kondisi saat ini.
Namun Linda mengingatkan, tidak cemas bukan berarti menyepelekan. Bagaimanapun, ancaman virus Corona masih ada sehingga protokol kesehatan harus tetap diikuti. Di antaranya tetap harus pakai masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan.
Nah, siapa yang setuju kehadiran dr Reisa bikin perasaan jadi lebih adem?
Eksperimen Ini Tunjukkan Betapa Cepat Virus Corona Menyebar di Restoran
Video eksperimen Jepang yang bertujuan untuk menunjukkan betapa mudahnya kuman dan virus menyebar di restoran meski hanya satu orang yang terinfeksi. Eksperimen ini mensimulasikan suasana di restoran prasmanan yang dilakukan oleh salah satu media publik Jepang, NHK, bersama para ahli kesehatan.
Video tersebut menunjukkan 10 orang datang ke restoran, dengan satu partisipan dipilih sebagai orang yang 'terinfeksi'. Satu orang yang terinfeksi tersebut diberikan zat fluoresen yang bisa terlihat ketika lampu diredupkan.
Setiap peserta kemudian makan seperti biasa layaknya di restoran tampa mempertimbangkan risiko kontaminasi. Di akhir video, lampu ruangan diredupkan dan memperlihatkan bagaimana 'infeksi' telah menyebar.
Zat yang dipakai digunakan sebagai penanda untuk melihat virus dan akhirnya 'menempel' pada peralatan makanan, piring-piring, tangan, bahkan wajah beberapa peserta.
Sementara eksperimen semacam ini bukanlah hal baru, John Nicholls, seorang profesor patologi klinis di Universitas Hong Kong, mengatakan hal tersebut menunjukkan seberapa cepat virus dapat menyebar, terutama ketika tidak mencuci tangan.
"Apa yang diperlihatkan video itu adalah (virus) akan menyebar ke permukaan dengan sangat cepat. Dan saya pikir ini benar-benar menyoroti pentingnya kebersihan tangan untuk menghentikan penyebaran penyakit," tutur Nicholls yang tidak terlibat dalam eksperimen tersebut kepada CNN.
Kentaro Iwata spesialis penyakit menular di Universitas Kobe mengatakan eksperimen tersebut bisa juga dikaitkan dengan bagaimana virus Corona menyebar di kapal pesiar Diamond Princess.
"Ini menggambarkan kemungkinan penyebaran melalui kontak dekat," katanya.
NHK juga melakukan percobaan kedua di mana peserta simulasi mengantisipasi kontaminasi dengan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Partisipan, termasuk salah satu yang ditunjuk sebagai orang yang 'terinfeksi' mencuci tangan sebelum dan setelah makan.
Permukaan yang sering disentuh seperti alat makan, diganti dan dibersihkan. Saat cahaya diredupkan, terlihat tidak ada yang terkontaminasi dari peserta yang 'terinfeksi'.
Kedua ahli mengatakan percobaan ini adalah cara yang baik untuk menunjukkan pentingnya mencuci tangan dan menjaga kebersihan.
https://indomovie28.net/wacky-sex-stimulation-travel-massage-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar